Mukadimah

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum dan salam sejahtera. Saya ingin mengucapkan selamat datang dan terima kasih kerana sudi mengunjungi webblog ini.

Tujuan blog ini adalah untuk kita semua berkongsi bermacam-macam maklumat. Artikel-artikel yang dipaparkan diperolehi daripada kiriman email, buku, majalah dan dari blog yang lain. Diharap aktikel-arkitel yang disiarkan dalam blog ini memberi manfaat kepada kita semua.

Jika anda ingin memberi sebarang komen atau pendapat, sila tulis dalam ruangan komen / pesanan yang saya sediakan.

Saya ingin memohon maaf sekiranya terdapat artikel-artikel yang dipaparkan dalam blog ini menyinggung perasaan anda.

Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka bersifat yang demikian ialah orang-orang yang berjaya. ( Surah Ali Imran : 104 )

Al-Quran dan Hadith Muslim

Al-Quran
Hadith Muslim

Khamis, April 28, 2016

Soal Jawab Dr. Zakir Naik: Jilbab/Hijab Bagi Wanita

Pertanyaan: 

Mengapa Allah melalui Islam menurunkan perintah bagi wanita untuk menjaga diri mereka 
dengan mengenakan jilbab? 

Jawaban: 

Hijab mencegah pelecehan 

Alasan mengapa Hijab disyariatkan bagi perempuan telah disebutkan Al-Qur'an dalam ayat-ayat 
berikut dari Surah Al-Ahzab: 

"Hai Muhammad! Katakanlah kepada istri-istri dan anak-anak perempuanmu, dan para 
perempuan yang beriman bahwa mereka harus mengenakan pakaian luar mereka di depan 
orang-orang lain (ketika di luar); hal ini akan memberikan kenyamanan bagi mereka 
(seperti itu) dan tidak mendapatkan gangguan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang." 
[Al-Qur'an 33:59] 

Al Qur'an menyatakan bahwa Hijab dianjurkan bagi para wanita sehingga mereka diakui sebagai 
wanita yang sopan dan hijab juga akan mencegah mereka dari gangguan berupa pelecehan 
seksual. 

Status perempuan dalam Islam sering menjadi sasaran serangan di media sekuler. 'Jilbab' atau 
busana Muslim dikutip oleh banyak orang sebagai contoh dari 'penaklukan' wanita di bawah 
hukum Islam. Sebelum kita menganalisis alasan di balik diamanatkannya 'jilbab' dalam agama, 
mari kita mempelajari status perempuan dalam masyarakat sebelum munculnya Islam. 



Wanita pada masa lalu (bahkan hingga kini) kerap digunakan sebagai obyek nafsu 

Contoh berikut merupakan beberapa sejarah yang menggambarkan kenyataan bahwa status 
wanita dalam peradaban masa lalu sangatlah rendah hingga mencapai pada titik penyangkalan 
martabat dasar manusia: 

a. Peradaban Babilonia: 

Para wanita yang terdegradasi dan ditolak semua haknya berdasarkan hukum Babel. Jika seorang 
pria membunuh seorang wanita, bukan dia yang dihukum, melainkan istrinya dihukum mati. 

b. Peradaban Yunani: 

Peradaban Yunani dianggap paling mulia dari semua peradaban kuno. Di bawah sistem yang 
sangat 'mulia', perempuan dirampas semua haknya dan dipandang rendah. Dalam mitologi 
Yunani, seorang 'wanita imajiner' yang disebut 'Pandora' adalah akar penyebab kemalangan 
manusia. Orang-orang Yunani menganggap perempuan sebagai sub-manusia dan lebih rendah 
dari pria. Meskipun kesucian perempuan sangat berharga, dan harga diri perempuan dianggap 
tinggi, orang-orang Yunani kemudian kewalahan oleh ego dan penyimpangan seksual. Prostitusi 
menjadi hal rutin yang dilakukan di antara semua kelas masyarakat Yunani. 

c. Peradaban Romawi: 

Ketika Peradaban Romawi kuno berada di puncak 'kemuliaan'-nya, seorang pria bahkan memiliki 
hak untuk mengambil nyawa istrinya. Prostitusi dan ketelanj angan adalah hal yang umum di 
antara orang-orang Romawi. 

d. Peradaban Mesir: 

Penduduk Mesir kuno menganggap perempuan adalah simbol kejahatan dan sebagai tanda setan. 

e. Arab pra-Islam: 

Sebelum Islam menyebar di Arabia, orang-orang Arab memandang rendah perempuan dan sangat 
sering terjadi ketika anak perempuan lahir, ia dikubur hidup-hidup. 

Islam mengangkat perempuan, memberikan mereka kesetaraan, dan mengharapkan agar 
mereka dapat mempertahankan status mereka 

Islam mengangkat status perempuan dan mengakui hak-hak mereka sejak 1400 tahun yang lalu. 
Islam berharap agar perempuan dapat mempertahankan status mereka. 

'Hijab' untuk pria 

Orang biasanya hanya membahas 'hijab' dalam konteks perempuan. Namun, dalam kitab suci Al- 
Qur'an, pertama kali Allah (swt) menyebutkan 'hijab' untuk kaum laki-laki sebelum 'hijab' untuk 
kaum perempuan. Akjuran menyebutkan dalam Surat Nur: 

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman bahwa mereka harus menurunkan pandangan 
mereka dan menjaga kerendahan hati mereka: hal yang akan memberikan kesucian yang 
lebih besar bagi mereka: dan Allah Maha Mengetahui segala yang mereka lakukan" 
[Al-Qur'an 24:30] 

Saat seorang pria memandang perempuan dan memiliki pikiran yang kurang ajar atau tidak sopan, 
maka ia harus menundukkan pandangannya. 



Hijab untuk perempuan 

Ayat berikutnya Surat Nur, mengatakan: 

"Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman bahwa mereka harus menurunkan 
pandangan mereka dan menjaga kerendahan hati mereka, bahwa mereka tidak boleh 
menampilkan keindahan dan perhiasan kecuali apa yang (biasanya harus) muncul dari 
padanya; bahwa mereka harus menarik cadar atas dada mereka dan tidak menampilkan 
kecantikan mereka kecuali untuk suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, anak- 
anak mereka ..." 
[Al-Quran 24:31] 

Enam kriteria untuk -Hijab 

Menurut Al-Qur'an dan Sunnah ada enam kriteria yang mendasari hijab: 
a. Luas: 

Kriteria pertama adalah besarnya bagian tubuh yang harus ditutupi. Luasnya berbeda bagi pria 
dan wanita. Laki-laki wajib menutup tubuh setidaknya dari pusar ke lutut. Bagi perempuan, wajib 
untuk menutupi tubuh dengan lengkap kecuali pada bagian wajah dan tangan sampai pergelangan 
tangan. Bahkan bagian tubuh ini pun dapat ditutupi jika mereka menginginkannya. Beberapa ahli 
Islam bersikeras bahwa wajah dan tangan adalah bagian wajib untuk dikenakan 'hijab'. 
Lima criteria lainnya sama bagi pria dan wanita. 

b. Baju yang dikenakan harus longgar dan tidak boleh menampakkan bentuk badan. 

c. Baju yang dikenakan tidak boleh transparan sehingga dapat terlihat. 

d. Baju yang dikenakan tidak boleh glamor sehingga dapat menarik lawan jenis. 

e. Baju yang dikenakan tidak boleh menyerupai lawan jenis. 

f. Baju yang dikenakan tidak boleh menyerupai orang-orang tidak beriman, contohnya yaitu 
mereka tidak boleh memakai pakaian yang secara khusus menunjukkan identitas atau symbol 
dari agama orang-orang kafir. 

Hijab juga mencakup sikap dan perilaku 

'Hijab' lengkap, di samping enam kriteria dalam berpakaian, juga mencakup perilaku moral, sikap 
dan niat dari individu. Seseorang yang hanya memenuhi kriteria 'hijab' dari segi berpakaian 
hanyalah pengamat 'hijab; dalam pengertian yang terbatas. 'Hijab' dari pakaian harus disertai 
'hijab' mata, 'hijab' hati, 'hijab' pemikiran dan 'hijab' niat. Ini juga mencakup cara seseorang 
berjalan, berbicara, berperilaku, dan lain-lain. 

Hukuman bagi pemerkosa 

Berdasarkan syariah Islam, seorang pria yang memperkosa seorang wanita, diganjar hukuman 
mati. Banyak yang berfikir bahwa hukuman ini 'keras'. Beberapa bahkan mengatakan bahwa 
Islam adalah agama yang kejam dan barbar! Saya telah meminta pertanyaan sederhana untuk 
ratusan pria non-Muslim. Misalkan, pemerkosaan terjadi pada istri Anda, ibu atau saudara 
perempuan Anda. Lalu Anda yang menjadi hakim dan si pemerkosa dibawa ke hadapan Anda. 
Apa hukuman yang akan Anda berikan kepadanya? Semua yang saya tanya mengatakan bahwa si 
pemerkosa harus dihukum mati. Beberapa mengatakan mereka akan menyiksa si pemerkosa 
sampai mati. Kepada mereka aku bertanya, jika seseorang memperkosa istri Anda atau ibu Anda 
Anda ingin membunuhnya. Tapi jika kejahatan yang sama berkomitmen pada istri orang lain atau 
putri orang lain, Anda katakan hukuman mati adalah biadab. Mengapa harus ada standar ganda 
seperti demikian? 



Masyarakat Barat mengklaim telah mengangkat derajad perempuan... benarkah? 

Prinsip Barat mengenai liberalisasi perempuan merupakan bentuk terselubung dari eksploitasi 
wanita, degradasi tubuh dan jiwa wanita, serta perampasan kehormatan wanita. Masyarakat Barat 
mengklaim telah 'mengangkat' wanita. Sebaliknya, mereka sebenarnya telah mendegradasi 
mereka dengan status selir, gundik dan teman tidur tanpa ikatan ("friends with benefit, no strings 
attached") yang merupakan alat bagi para pencari kesenangan serta penikmat seks bebas, 
tersembunyi di balik layar warna-warni 'seni' dan 'budaya'. 

Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan tingkat perkosaan tertinggi 

Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang 'paling maju' di dunia. Namun di sisi lain, 
Amerika Serikat juga merupakan salah satu negara dengan tingkat perkosaan tertinggi 
dibandingkan dengan negara manapun di dunia. Menurut laporan FBI, pada tahun 1990, setiap 
hari pada 1.756 rata-rata kasus perkosaan hanya dilakukan di AS saja. Kemudian laporan lain 
mengatakan bahwa rata-rata setiap hari terdapat 1.900 kasus perkosaan dilakukan di Amerika 
Serikat pada tahun yang tidak disebutkan, bisa jadi tahun 1992 atau 1993. 

Coba kalau konsep hijab diaplikasikan oleh masyarakat umum di Amerika. 

Bayangkan bila setiap kali seorang pria melihat seorang wanita kemudian muncul pikiran yang 
kurang ajar datang ke pikirannya, lalu ia menurunkan tatapannya. Setiap wanita memakai hijab, 
yang adalah ditutupinya tubuh kecuali bagian wajah dan telapak serta pergelangan tangan. Lalu 
jika hal-hal tersebut telah dilakukan, namun setan masih kuat godaannya sehingga terjadi 
perkosaan, maka si pemerkosa diganjar hukuman mati. Saya bertanya pada Anda, dalam kondisi 
seperti itu, akankah laju peningkatan pemerkosaan di Amerika akan tetap sama, atau akan 
menurun? 

Jadi kesimpulannya, jilbab tidak menurunkan derajat seorang wanita, tetapi malah justru 
mengangkat seorang wanita dan melindungi dirinya dengan mengutamakan norma kesopanan dan 
manjaga kesuciannya 

Tiada ulasan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...