Mukadimah

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum dan salam sejahtera. Saya ingin mengucapkan selamat datang dan terima kasih kerana sudi mengunjungi webblog ini.

Tujuan blog ini adalah untuk kita semua berkongsi bermacam-macam maklumat. Artikel-artikel yang dipaparkan diperolehi daripada kiriman email, buku, majalah dan dari blog yang lain. Diharap aktikel-arkitel yang disiarkan dalam blog ini memberi manfaat kepada kita semua.

Jika anda ingin memberi sebarang komen atau pendapat, sila tulis dalam ruangan komen / pesanan yang saya sediakan.

Saya ingin memohon maaf sekiranya terdapat artikel-artikel yang dipaparkan dalam blog ini menyinggung perasaan anda.

Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka bersifat yang demikian ialah orang-orang yang berjaya. ( Surah Ali Imran : 104 )

Al-Quran dan Hadith Muslim

Al-Quran
Hadith Muslim

Isnin, Mac 06, 2017

Adakah RUU355 itu HUDUD?

Akta 355 adalah suatu akta untuk memberi bidang kuasa jenayah kepada mahkamah yang ditubuhkan bawah mana-mana undang-undang negeri bagi maksud membicarakan kesalahan jenayah bawah Enakmen Kesalahan Jenayah Syariah.
Akta ini mula-mula dikanunkan pada tahun 1965 dan waktu itu, ia dikenali sebagai Akta Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah) 1965.

Hukuman yang tersenarai dalam akta ini ialah denda RM1,000 dan penjara 6 bulan.
Pindaan yang pertama dilaksanakan pada tahun 1984 [yang dinamakan Akta Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah) (Pindaan) 1984], untuk meluaskan lagi kuasa menghukum Mahkamah Syariah kepada tiga tahun penjara, RM5,000 denda dan enam kali sebatan.
Selepas itu, akta ini dipinda lagi pada tahun 1989 untuk diluaskan ke Sabah dan Sarawak [dinamakan sebagai Akta Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah (Pindaan dan Perluasan) 1989].
Pindaan terakhir berlaku pada tahun 1997, tetapi pada tafsiran sahaja, dan ia digelar Akta Tafsiran (Pindaan) 1997.
Kesemua pindaan bermula tahun 1984, 1989 dan 1997 diusulkan oleh pihak kerajaan.
Manakala, buat kali pertama pindaan pada tahun 2016 baru-baru ini dibawa secara usul persendirian oleh yang berhormat anggota parlimen Marang yang bertujuan untuk meluaskan lagi bidang kuasa hukuman yang dibenarkan oleh Mahkamah Syariah, kecuali hukuman mati.

9 Perbezaan antara Undang-undang Jenayah Islam dan Undang-undang Jenayah Sivil




Undang-undang jenayah Islam mempunyai kelebihan tersendiri berbanding undang-undang jenayah sivil yang kebanyakannya datang dari negara Barat. Di Malaysia umpamanya undang-undang jenayah kebanyakannya diperuntukkan di dalam Kanun Keseksaan (Akta 574) yang diceduk dari Kanun Keseksaan India. Kanun Keseksaan India ini adalah sebenarnya berasal dari kaedah-kaedah perundangan Common Law England yang dikumpulkan dan ditulis dalam bentuk akta atau Kanun. Selain Kanun Keseksaan, undang-undang jenayah juga terdapat dalam akta-akta tertentu seperti Akta Dadah Berbahaya, Akta Kastam 1967, Akta Pencegahan Rasuah 1997, Akta Keselamatan Dalam Negeri 1957, Akta Rahsia Rasmi 1983 dan lain-lain. Sementara prosedur jenayah pula diperuntukkan dalam Kanun Prosedur Jenayah (NMB. Bab 6), Akta Keterangan dan akta-akta berkaitan mahkamah.


Oleh kerana sumber kedua-dua undang-undang ini adalah berbeza maka terdapat beberapa perbezaan di antara undang-undang jenayah Islam dan undang-undang jenayah sivil. Antara perbezaan di antara undang-undang jenayah Islam dan undang-undang jenayah sivil adalah:

  1. Undang-undang Islam adalah dari Allah sedangkan undang-undang sivil adalah ciptaan manusia. Allah yang memiliki segala sifat kesempurnaan tentunya membuat undang-undang yang terbaik dan paling sesuai untuk manusia. Bahkan manusia ini adalah ciptaan Allah, maka Allah tentu Maha Mengetahui apakah undang-undang jenayah yang sesuai dengan fitrah manusia. Undang-undang ciptaan manusia terdedah dengan seribu satu kelemahan kerana ilmu dan kebolehan manusia adalah terhad. Tambahan pula manusia sentiasa terpengaruh dengan keadaan persekitaran, latar belakang keluarga, pendidikan, dorongan nafsu dan hasutan syaitan. Kerana itulah undang-undang manusia sentasa berubah umpamanya dahulu homoseksual dianggap sebagai satu jenayah, tetapi hari ini ia tidak lagi dianggap satu kesalahan, bahkan ia diangkat sebagai satu amalan yang sah melalui perkahwinan seperti yang diamalkan di negara-negara tertentu.

Mengenal Hadits Maudhu’ (Palsu)

(A) Pengantar

Hadits palsu atau hadits maudhu’ adalah perkataan dusta yang dibuat dan direkayasa oleh seseorang kemudian dinisbahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits palsu adalah seburuk-buruknya hadits dhaif, bahkan sebagian ulama menganggapnya jenis tersendiri di luar hadits dhaif.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam pembuat hadits palsu dengan ancaman yang sangat berat. Dalam sebuah hadits mutawatir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
Artinya: “Siapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka bersiaplah menempati tempat duduknya di neraka.”
Seluruh ulama pun sepakat haram hukumnya meriwayatkan atau menyampaikan hadits maudhu’ kecuali dengan menjelaskan hakekatnya, bahwa ia hadits palsu. Ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan Imam Muslim dalam muqaddimah Shahih-nya:
من حدث عني بحديث يُرَى أنه كذب فهو أحد الكاذبين
Artinya: “Siapa yang menyampaikan satu hadits dariku, dan ia duga itu kedustaan (atas namaku), maka ia adalah salah seorang pendusta.”

(B) Cara Pemalsu Hadits Membuat Hadits Palsu

Ada dua cara yang diambil oleh pemalsu hadits dalam membuat hadits palsu, yaitu:
1. Dia sendiri yang menyusun dan membuat hadits palsu tersebut, kemudian ia letakkan sanad hadits, lalu ia riwayatkan.
2. Dia mengambil perkataan dari para ahli hikmah atau yang lainnya, kemudian ia letakkan sanadnya.

Kotor atau Najis?



Penulis berpendapat bahwa kedua hal tersebut berbeda. Antara suci dengan bersih dan antara kotor dengan najis. Jika suci itu pasti bersih, namun jika bersih ya belum tentu suci. Kemudian jika najis itu pasti kotor, namun kotor itu belum tentu najis. Nah loh? Kok bisa? Oke langsung saya jelasin.
Penulis berpendapat bahwa kedua hal tersebut berbeda. Antara suci dengan bersih dan antara kotor dengan najis. Jika suci itu pasti bersih, namun jika bersih ya belum tentu suci. Kemudian jika najis itu pasti kotor, namun kotor itu belum tentu najis. Nah loh? Kok bisa? Oke langsung saya jelasin.

Thaharah

Telebih dahulu saya jelaskan konsep mengenai Thaharah. Thaharah berasal dari bahasa arab yakni “Ath-thaharat(h)”, yang artinya menurut bahasa sama dengan “An-nadhafat(h)”, yakni bersih, kebersihan, atau bersuci.
Thaharah menurut syari’at Islam adalah suatu kegiatan bersuci dari hadats dan najis sehingga seseorang diperbolehkan untuk mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci seperti shalat dan thawaf.
Kegiatan bersuci dari hadats dapat dilakukan dengan berwudhu, tayammum, dan mandi. Sedangkan bersuci dari najis meliputi bersuci badan, pakaian, dan tempat.
Rasulullah sangat menganjurkan supaya kita menjaga kebersihan (bersuci) yakni “Allah tidak akan menerima shalat yang tidak dengan bersuci” (HR. Muslim)

Khamis, April 28, 2016

Soal-Jawab Dr. Zakir Naik: Apakah Islam Disebarkan Dengan "Pedang" (Kekerasan)?

Pertanyaan: 

Bagaimana Islam disebut sebagai agama perdamaian jika dulu Islam sebarkan dengan "pedang" 
(kekerasan)? 

Jawaban: 

Beberapa orang non-Muslim pada umumnya mengklaim hal yang sama, yakni bahwa Islam tidak 
akan memiliki jutaan pengikut di seluruh dunia jika tidak disebarkan dengan jalan kekerasan. 
Poin-poin berikut akan menjelaskan secara gamblang bahwa bukanlah dengan "pedang" 
(kekerasan) Islam disebarkan, melainkan dengan kebenaran, alasan-alasan yang masuk akal, dan 
logika, yang menjadi media penyebaran Islam di seluruh dunia. 

1) Islam berarti perdamaian 

Islam berasal dari akar kata "salaam", yang berarti selamat. Kata tersebut juga bisa berarti 
mendoakan keselamatan dan kesejahteraan bagi yang mengucapkan salam maupun penerima 
salam. Oleh sebab itu Islam disebut sebagai agama perdamaian yang diperoleh dari pengharapan 
selamat dan sejahtera seseorang untuk diri sendiri dan orang lain kepada Sang Maha Pencipta, 
Allah (swt). 

2) Terkadang kekerasan digunakan untuk mempertahankan kedamaian 

Tidak semua manusia di dunia senang mempertahankan perdamaian dan kerukunan. Banyak di 
antara mereka yang mengacaukan kedamaian untuk kepentingan pribadi atau kelompok mereka. 
Namun, kadang kala, kekerasan harus dilakukan guna mempertahankan perdamaian. Untuk 
alasan inilah, Islam mempunyai kebijakan dalam menggunakan kekerasan terhadap pelaku 
kriminal dan unsur-unsur anti sosial untuk mempertahankan perdamaian. Islam memiliki tujuan 
untuk memajukan perdamaian dan di waktu yang sama, Islam juga memperingatkan pengikutnya 
untuk melawan jika ada penindasan. Dalam Islam, kekerasan hanya boleh digunakan untuk 
menjaga perdamaian, kebenaran dan keadilan. 

Soal Jawab Dr. Zakir Naik: Jilbab/Hijab Bagi Wanita

Pertanyaan: 

Mengapa Allah melalui Islam menurunkan perintah bagi wanita untuk menjaga diri mereka 
dengan mengenakan jilbab? 

Jawaban: 

Hijab mencegah pelecehan 

Alasan mengapa Hijab disyariatkan bagi perempuan telah disebutkan Al-Qur'an dalam ayat-ayat 
berikut dari Surah Al-Ahzab: 

"Hai Muhammad! Katakanlah kepada istri-istri dan anak-anak perempuanmu, dan para 
perempuan yang beriman bahwa mereka harus mengenakan pakaian luar mereka di depan 
orang-orang lain (ketika di luar); hal ini akan memberikan kenyamanan bagi mereka 
(seperti itu) dan tidak mendapatkan gangguan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang." 
[Al-Qur'an 33:59] 

Al Qur'an menyatakan bahwa Hijab dianjurkan bagi para wanita sehingga mereka diakui sebagai 
wanita yang sopan dan hijab juga akan mencegah mereka dari gangguan berupa pelecehan 
seksual. 

Status perempuan dalam Islam sering menjadi sasaran serangan di media sekuler. 'Jilbab' atau 
busana Muslim dikutip oleh banyak orang sebagai contoh dari 'penaklukan' wanita di bawah 
hukum Islam. Sebelum kita menganalisis alasan di balik diamanatkannya 'jilbab' dalam agama, 
mari kita mempelajari status perempuan dalam masyarakat sebelum munculnya Islam. 


Khamis, November 19, 2015

Penciptaan Dunia Menurut Al Kitab dan Al Quran



Langit, bumi dan segala sesuatu yang ada di antaranya diciptakan dari kekosongan oleh Sabda Ilahi.
Pertama, Allah menciptakan terang. Kemudian, Dia menciptakan matahari dan bulan, demikianlah Ia menciptakan siang dan malam. Allah menciptakan waktu. Kemudian, langit, bumi dan laut dipisahkanNya. Bumi dihampari dengan tanaman-tanaman. Dia membuat langit, air dan bumi penuh dengan kerumunan burung, ikan dan hewan-hewan darat. Demikianlah kisah penciptaan di kedua Kitab Suci. Al Qur'an menambahkan bahwa segala sesuatu diciptakan dari air dan langit teruraikan ke dalam tujuh tataran langit.
Dalam Alkitab, laki-laki dan perempuan diciptakan seturut gambar Allah. Al Qur'an dengan tegas menolak kemiripan antara Allah dan manusia.

Kitab Kejadian menjelaskan bahwa Allah menegaskan apa yang telah diciptakanNya. "Allah melihat bahwa semuanya itu baik."
Kejadian 1: 10 

Al Qur'an menekankan kepedulian dan kemurahan Sang Pencipta. Keajaiban karya penciptaan menjadi "tanda-tanda bagi orang yang percaya" bahwa mereka dapat mempercayai belas kasih Allah.
16 Surah An Nahl (Lebah), 79

Keajaiban karya penciptaan harusnya mendorong umat manusia untuk berbuat lebih baik. Tujuannya ialah
"agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya"
11 Hud, 7

Dalam kedua Kitab Suci, penciptaan terjadi dalam enam hari (jangka) waktu Ilahi. Hari-hari ini bukanlah hari-hari biasa, karena siang dan malam, serta waktu, diciptakan selama proses penciptaan itu sendiri.

Perbezaan Akidah Islam Dan Yahudi



MUQADDIMAH

       Agama Islam dan Yahudi merupakan antara agama samawi yang diturunkan oleh ALLAH S.W.T kepada rasul-Nya untuk memimpin kaum-kaum yang telah diamanahkan. Namun demikian hanya agama Islam yang diturunkan kepada junjungan besar Rasulullah S.A.W untuk menjadi ikutan umat hingga akhir zaman. Malangnya, hingga ke hari ini masih ada lagi yang bertuhankan ataupun bertunjangkan agama Yahudi.
            
        Walaupun agama Yahudi merupakan salah satu dari agama Samawi tetapi ia tetap berbeza daripada agama Islam dan Nasrani. Ini dapat dibuktikan daripada hubungan sejarah dan ajaran agama Yahudi. Dalam satu buku yang bertajuk Sejarah Agama Yahudi Dan Kitab Perjanjian Lama: Satu Pengenalan Dan Analisa tulisan Mohd Fikri Bin Che Hussain berjaya mengupas persoalan-persoalan mengenai agama Yahudi yang mana telah dirakamkan dalam al-Quran dan al-Hadith. Dalam buku ini banyak menerangkan tentang kitab perjanjian lama Yahudi. Bukan itu sahaja ideologi Kabbalah juga ada dihuraikan di sini. Yang mana ideologi Kabbalah ini adalah satu bentuk amalan mistik yang paling popular di dalam fakta-fakta konspirasi dunia.
           
         Apa yang perlu diperhatikan ialah agama Yahudi merupakan satu bangsa yang sukar untuk difahami kerana mereka tidak sahaja memusuhi Islam sejak zaman nabi Ibrahim malah antara mereka sendiri juga berkonflik dalam menegakkan cabang-cabang ideologi pemikiran suku masing-masing.
            
          Di sini pengkaji akan membawakan perbezaan antara agama Islam dan Yahudi untuk dikongsi kepada semua. Semoga dengan perkongsian ilmu yang sedikit ini dapat menambah pemahan kita semua. Segala yang terlebih dan terkurang dalam kajian ini harap dimaafkan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...