Isnin, Mei 28, 2012

10 Pandangan yang Salah Mengenai Islam

1. UMAT ISLAM ADALAH BIADAB, TERORIS DAN EKSTRIMIS
Inilah pandangan keliru yang terbesar tentang Islam, yang diakibatkan oleh berita klise dan propaganda busuk yang terus menerus dilontarkan berbagai media asing dan dalam negeri.
Ketika seorang yahudi bersenjata api menyerang masjid atau seorang gerilyawan katholik IRA meledakan bom di wilayah pemukiman, atau bisa juga milisi ortodoks Serbia yang memperkosa serta membunuh muslim yang tidak bersalah, aksi-aksi tersebut tidaklah dianggap berasal dari agama tertentu, Aksi-aksi tersebut tidak pernah dihubungkan dengan agama si  pelaku dan aksi tersebut bisa jadi tidak akan terekspos ke permukaan.
Namun sudah seringkali kita dengar kata-kata “Islam, Muslim Fundamentalis, Ekstrimis, Islam Fanatik” dsb dikaitkan dengan kekerasan. Politik yang seringkali disebut “Negara Islam” mungkin atau tidak mempunyai dasar-dasar Islam.
Seringkali para diktator & politisi memanfaatkan nama Islam demi kepentingan dan ambisi politiknya sendiri.
Kita harus ingat untuk selalu berpedoman pada sumber-sumber Islam & menunjukan bahwa Islam adalah agama kebenaran, adalah tidak benar semua yang selama ini digambarkan oleh media tentang Islam. Islam secara tata bahasa berarti “Tunduk/Patuh kepada Allah”, dan berasal dari kata dasar “damai”
Dalam kehidupan di dunia modern sekarang ini, Islam tampak mengagumkan atau bahkan tampak ekstrim. Barangkali hal ini disebabkan karena agama tidak mendominasi kehidupan sehari-hari di Negara Barat, sementara dalam hidup seorang muslim & muslimah, Islam dijadikan “cara hidup/jalan hidup/pandangan hidup” dan mereka tidak membagi dan memisahkan kehidupan dunia & keagamaannya.
Seperti juga agama Kristen, Islam membolehkan perlawanan untuk melindungi diri, melindungi agama, atau bagi mereka yang diusir secara paksa dari tempat tinggalnya. Islam menerapkan aturan yang tegas tentang gerakan perlawanan ini termasuk larangan untuk menyakiti penduduk sipil, merusak pertanian dan lingkungan hidup.
Dimanapun Islam melarang untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Dalam Al-Qur’an telah disebutkan:
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Quran 2:190).
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkal-lah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui” (Quran 8:61).
Perang merupakan jalan terakhir, dan dilakukan dengan syarat-syarat  tertentu yang sesuai dengan aturan agama.
Istilah “Jihad” secara bahasa  berarti “perjuangan”. Jihad dalam pengertian lainnya adalah perjuangan terhadap nafsu egoistis dalam diri manusia sendiri agar tercipta kedamaian dalam diri masing-masing.

2. ISLAM MENINDAS KAUM WANITA

Pandangan tentang wanita muslim yang menggunakan jilbab dan dipaksa tinggal di rumah serta dilarang keluar adalah pendapat umum kebanyakan orang. Meskipun di beberapa Negara Islam menerapkan aturan yang memberatkan kaum wanita, hal tersebut tidak dipandang berasal dari Islam.
Banyak dari negara tersebut tidak menerapkan aturan yang sesuai syari’ah (aturan berdasarkan hukum Islam), mereka menggunakan aturan atas dasar kebudayaan mereka sendiri yang dibuat berdasarkan jenis kelamin.
Di sisi lain, Islam memberikan tugas dan kesamaan yang berbeda antara  pria & wanita seperti yang ditetapkan dalam Al-Quran serta dicontohkan  oleh Nabi SAW.
Islam memandang wanita, baik yang belum menikah maupun  yang sudah menikah, sebagai individu yang mempunyai hak pribadi,  seperti hak untuk memiliki dan menentukan kekayaan dan memperoleh  penghasilan sendiri. 
Mahar yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita berhak untuk digunakan sendiri. Baik pria maupun wanita diwajibkan  untuk berpakaian yang sopan dan menutup aurat. Dalam hal perlakuan terhadap seorang istripun, Islam memberikan solusinya, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik orang diantara pengikutku adalah yang menghormati dan memperlakukan istrinya dengan baik”. 
Bentuk kekerasan apapun terhadap wanita dan memaksakan sesuatu yang  bertentangan dengan keinginan mereka tidak diperbolehkan.
Pernikahan  seorang muslim merupakan hal sederhana, masing-masing dibebaskan untuk mengadakan akad nikah yang sah termasuk syarat-syaratnya sesuai dengan Syariah Islam.
Tradisi pernikahan seperti ini sangat bervariasi di satu negara maupun di  negara lainya.
Perceraian tidaklah disukai Allah, meskipun hal itu dibolehkan sebagai  jalan terakhir.
Di dalam Islam, seorang gadis muslim tidak bisa dipaksa untuk menikah dengan pasangan yang tidak disukainya, orang tuanya  seharusnya menyarankan sang gadis untuk memilih pasangan yang sesuai baginya.

3.UMAT ISLAM MENYEMBAH TUHAN YANG BERBEZA
Allah diambil dari bahasa Arab yang berarti Tuhan. Allah bagi muslim  adalah Tuhan Yang Maha Besar Maha Mulia, danMaha Esa yang menurut bahasa Arab  berarti bahwa hanya satu-satunya Tuhan dan tidak ada sesuatupun yang  menyamai-Nya.
Muslim yakin bahwa kedaulatan Allah harus diakui baik dalam beribadah  maupun dalam janji untuk mematuhi ajaran dan perintah-Nya yang  disampaikan melalui Nabi serta Rasul-Nya yang diutus di beberapa kaum sepanjang sejarah kehidupan manusia.

4. ISLAM DISEBARKAN DENGAN JALAN KEKERASAN DAN TIDAK MEMBERIKAN TOLERANSI  KEPADA AGAMA LAIN
Banyak buku teks pelajaran di sekolah-sekolah yang menggambarkan seorang laki-laki Arab berkuda dengan pedang di satu tangan dan  Al-Quran di tangan lainnya berusaha memaksa orang untuk masuk agama Islam.Tentu saja hal ini bukanlah gambaran sejarah yang benar.
Islam selalu menghormati dan memberikan kebebasan untuk beragama kepada siapapun.
Dalam Al-Quran disebutkan :
Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu  karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesunguhnya  Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (Quran 60:8). 
Kebebasan beragama juga telah disebutkan dalam Al-Quran :
Tidak ada  paksaan untuk memasuki agama Islam. Sesungguhnya telah jelas jalan yang  benar daripada jalan yang salah” (Quran 2:256). 
Seorang Misionaris Kristen, T.W. Arnold memberikan pendapatnya tentang pertanyaan seputar penyebaran Islam : “… hal apapun yang diatur untuk memaksakan menerima Islam, atau bentuk-bentuk penganiayaan yang sistematis untuk membasmi agama Kristen, sama sekali tidak kami dengar. Jika para Khalifah terpilih ini ingin melakukan tindakan seperti itu, tentu mereka sudah membinasakan Kristen dengan mudah seperti Ferdinand dan Isabella yang mengusir Islam dari Spanyol, atau Louis XIV yang menyebarkan agama Protestan …”
Sudah merupakan aturan dalam hukum Islam untuk melindungi hak-hak dan status kaum minoritas. Itulah sebabnya tempat-tempat ibadah non-Islam berkembang di seluruh bumi Islam.
Sejarah telah menunjukkan banyak  contoh toleransi muslim terhadap agama lain.
Ketika Khalifah Umar bin Khattab memasuki Yerusalem pada tahun 634M, Islam menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama di kota itu. Selain menyatakan kepada penduduk bahwa kehidupan dan kekayaan mereka akan aman, serta tempat ibadah mereka tidak akan diambil alih, Beliau juga meminta pendeta-pendeta Kristen Spronius untuk ikut bersama  Beliau mengunjungi semua tempat suci dan tempat ibadah.
Dan ketika Pada tanggal 2 Oktober 1187, Salahuddin dan tentaranya memasuki Yerusalem sebagai penakluk dan selama 800 tahun berikutnya Yerusalem tetap menjadi kota Muslim. Salahuddin menepati janjinya, dan menaklukkan kota tersebut menurut ajaran Islam yang murni dan paling tinggi. Dia tidak berdendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang Al-Qur’an anjurkan (16:127), dan sekarang, karena permusuhan dihentikan, ia menghentikan pembunuhan (2:193-194). Tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh dan tidak ada perampasan. Jumlah tebusan pun disengaja sangat rendah…. Salahuddin menangis tersedu-sedu karena keadaan mengenaskan keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah dan ia membebaskan banyak dari mereka, sesuai imbauan Al-Qur’an, meskipun menyebabkan keputusasaan bendaharawan negaranya yang telah lama menderita. Apakah masih kurang bukti bahwa Islam adalah agama yang damai?
Hukum Islam mengijinkan kaum minoritas non-muslim untuk membuat pengadilan sendiri. Kehidupan dan kekayaan semua penduduk di Negara  Islam dianggap suci baik itu milik muslim maupun non-muslim.
Rasisme bukanlah bagian dari Islam, Al-Quran menyebutkan tentang kesamaan derajat manusia dan betapa manusia sama di hadapan Allah :
“Hai manusia, sesunguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling  bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha  Mengenal” (Quran 49:13).
Jika anda berargumen tentang Ahmadiyah, mari kita luruskan. Dalam Islam tidak ada nabi setelah nabi Muhammad SAW, sedangkan Ahmadiyah jelas-jelas mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir mereka. Ahmadiyah bukan bagian dari Islam. mereka akan diperlakukan dengan hormat sebagaimana umat Islam memperlakukan umat Nasrani jika Ahmadiyah melepaskan atribut Islam. Buatlah ajaran keyakinan atau agama Ahmadiyah, jangan sangkut-pautkan Islam dengan Ahmadiyah, maka umat Ahmadiyah akan dihomati dimanapun mereka berada.

5. SELURUH UMAT ISLAM ADALAH ORANG ARAB
Masyarakat muslim di dunia berjumlah sekitar 1,2 milyar. 1 dari 5 orang  di dunia adalah muslim. Muslim terdiri dari berbagai ras, suku bangsa &  budaya dari seluruh dunia -Filipina sampai Nigeria, mereka bersatu  dalam agama Islam. 
Hanya sekitar 18% muslim yang tinggal di negeri Arab, sementara  komunitas muslim terbesar adalah di Indonesia.
Kebanyakan muslim tinggal di Pakistan Timur. 30% muslim tinggal di  wilayah India, 20% di Gurun Sahara Afrika, 17% di Asia Tenggara, 18% di  Arab,  dan 10% di Uni Soviet & Cina. Turki, Iran dan Afghanistan terdiri dari 10% muslim non-Arab di Timur Tengah.
Meskipun muslim menjadi kaum minoritas di hampir setiap negara, termasuk di Amerika Latin dan Australia, tetapi kebanyakan muslim tinggal di Rusia dan Negara/Pemerintahan baru yang merdeka, India dan Afrika Bagian Tengah.
Sementara itu di Amerika ada sekitar 6 juta muslim tinggal di negara tersebut.

6. NEGARA ISLAM BUATAN LOUIS FARRAKHAN ADALAH BAGIAN DARI UMAT ISLAM DUNIA
Islam dan Negara Islam (Nation of Islam yang dibangun oleh Louis Farrakhan) adalah 2 hal yang berbeda. Muslim menganggap bahwa kelompok tersebut hanyalah merupakan satu dari banyak cara ibadah yang mengunakan nama Islam untuk kepentingannya sendiri, Satu hal yang sama di antara keduanya adalah bahasa yang digunakan.
Pemilihan nama “Negara  Islam” adalah keliru, agama ini seharusnya disebut Farrakhanisme, karena nama pelopornya adalah Louis Farrakhan.
Islam dan Farrakhanisme secara fundamental banyak mempunyai perbedaan. Misalnya, pengikut Farrakhan percaya dengan rasisme dan “orang kulit hitam” adalah orang suci sehingga merekalah yang mempunyai derajat dan berkuasa. Sedangkan Islam tidak mengenal rasisme dan semua orang mempunyai derajat sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah  tingkat ketakwaan seseorang.
Banyak sekali contoh-contoh teologis yang menunjukkan bahwa ajaran suatu negara tidak sesuai dengan kebenaran Islam.
Banyak kelompok di Amerika yang menyatakan melaksanakan Islam dan menyebut pengikutnya muslim.
Siapapun yang serius mempelajari Islam seharusnya meneliti dan pasti  menemukan kebenaran Islam. Hanya ada 2 sumber otentik yang menjadi  pedoman setiap muslim yaitu :
1. Al-Quran.
2. As-Sunnah atau  Al-Hadits.
Berbagai pengajaran yang berlabelkan “Islam” yang bertentangan ataupun divariasikan dengan pemahaman dasar-dasar agama secara langsung dan bentuk praktek-praktek Islam seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al- Hadits harus ditolak dan agama seperti ini  harus dianggap sebagai Islam palsu (Seperti Islam Liberal), hal ini bisa kita lihat banyak terjadi di Indonesia maupun negeri-negeri dengan komunitas pemeluk agama Islam yang besar. Di Amerika banyak sekali Islam palsu, Farrkhanisme adalah salah satunya, sedangkan di Indonesia adalah Islam Liberal.
Sebenarnya faham-faham tersebut tidak boleh menyebut dirinya muslim dan beragama Islam, Seperti Ahmadiyah yang menyebut dirinya adalah cabang dari Islam, ini adalah hal yang benar-benar keliru.

7. SEMUA PRIA YANG BERAGAMA ISLAM BER-ISTERI 4 ORANG
Agama Islam terbuka bagi semua masyarakat sepanjang jaman dan sangat cocok untuk kondisi masyarakat yang pada umumnya berbeda-beda. Dalam Islam, seorang muslim diperbolehkan untuk menikah lagi asal dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya.
Sekali lagi dalam Islam, tidak seorang wanita pun yang bisa dipaksa untuk menerima pernikahan seperti ini (poligami) jika mereka tidak menginginkannya, dan mereka juga mempunyai hak untuk membatalkan pernikahan tersebut.
Pandangan tentang “Syeikh dan selir-selirnya” (seperti yang banyak kita lihat di film-film hollywod) tidaklah konsisten dengan Islam, karena seorang laki-laki dibolehkan untuk mempunyai paling banyak 4 istri, itupun jika dia bisa memenuhi syarat-syarat yang cukup berat yaitu memperlakukan masing-masing istrinya dengan adil dan menyediakan rumah yang terpisah untuk mereka, dsb.
Ijin untuk melakukan poligami tidak dikaitkan dengan kepuasan nafsu belaka. Tetapi lebih dikaitkan dengan ketakwaan terhadap Allah Swt. Al-Quran membatasi dan menetapkan syarat untuk praktek poligami di antara orang-orang Arab pra Islam yang mempunyai istri 10 orang atau lebih dan menjadikan mereka sebagai “simpanan”.
Islam telah melakukan pengaturan atas praktek poligami, membatasinya, membuatnya lebih manusiawi dan memberikan hak serta status yang sama bagi semua istri.
Apa yang dimaksudkan dalam Al-Quran adalah bahwa, secara keseluruhan poligami dapat dilakukan jika mampu. Sudah jelas bahwa aturan Islam adalah monogami dan bukan poligami. Dan Al-Quran pula satu-satunya kitab suci yang dengan jelas mengatur tentang poligami.
Persentase muslim yang melakukan poligami sangat kecil sekali. Karena ijin melakukan poligami ini disesuaikan dengan pandangan Islam tentang sifat alamiah pria dan wanita, berbagai macam kebutuhan sosial, serta keanekaragaman budaya.
Pertanyaannya adalah, seberapa jauh fleksibilitas yang ada dalam Islam, juga tentang kebenaran dan kejelasan dalam Islam berkaitan dengan  masalah yang timbul di dalam prakteknya.
Islam mempelajari lebih dalam lagi tentang masalah-masalah yang dihadapi individu-individu manusia dan masyarakat, dan memberikan legitimasi serta solusi-solusi yang jelas yang lebih  bermanfaat daripada jika mereka menolaknya.
Sudah tentu istri kedua harus dinikahi secara sah serta diperlakukan dengan baik daripada  menjadi istri simpanan yang tanpa hak ataupun ketetapan yang sah.

8. UMAT ISLAM ADALAH UMAT YANG BARBAR DAN PRIMITIF
Salah satu penyebab menyebarnya Islam dengan cepat dan damai adalah kesederhanaan doktrin-doktrin Islam yang mengajak untuk menyembah hanya kepada satu Tuhan yaitu Allah SWT.
Manusia terus diperintahkan untuk menggunakan akal pikirannya. Sehingga dalam waktu yang tidak lama, peradaban berkembang, lembaga pendidikan  didirikan, semuanya berlangsung seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW,  “Menuntut ilmu adalah perintah bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”.
Perpaduan ide di Timur dan Barat, pemikiran baru dan lama, menyebabkan terjadinya berbagai kemajuan besar di berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti kedokteran, matematika, fisika, astronomi, geografi,  arsitektur, seni, sastra, dan sejarah.
Banyak sistem yang sangat penting seperti aljabar, angka Arab, dan konsep angka nol (sangat penting dalam kemajuan matematika), ditemukan  orang-orang Eropa pada abad pertengahan dari Islam.
Alat-alat canggih yang memungkinkan perjalanan orang-orang Eropa dalam penemuan tersebut berhasil dikembangkan, termasuk astrolabel, kuadran serta peta navigasi yang presisi dan akurat.

9. MUHAMMAD ADALAH PENEMU ISLAM DAN UMAT ISLAM MENYEMBAHNYA
Muhammad (dalam bahasa arab berarti : Dia yang terpuji) Sallallaahu Alayhi Wasallam  lahir di Makkah pada tahun 570. Sejak ayahnya meninggal sebelum Beliau dilahirkan, dan tidak lama kemudian disusul oleh ibunya dan kakek Beliau, Beliau dibesarkan oleh pamannya yang berasal dari  kaum bangsawan suku Quraisy.
Ketika Beliau dewasa, Beliau dikenal karena kejujurannya, kemurahan hati dan ketulusannya, sehingga beliau dibutuhkan karena kemampuannya dalam mengadili perselisihan sehingga beliau mendapat julukan As-Saadiq (yang benar) dan Al-Amin (yang terpercaya).
Para sejarawan menggambarkan pribadi Beliau sebagai orang yang tenang dan penuh pemikiran. Muhammad benar-benar agamis, dan karenanya menjadikan Beliau dibenci di kalangan masyarakatnya sendiri yang saat itu tengah mengalami dekadensi.
Telah menjadi kebiasaan Beliau untuk berdiam diri/merenung/bertafakkur, dari waktu ke waktu di Goa Hira di dekat Makkah. Pada usia 40 tahun, ketika sedang berdiam diri di Goa Hira tersebut, Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah melalui malaikat Jibril. Wahyu ini yang diturunkan selama kurang lebih 23 tahun, kemudian dikenal sebagai Al-Quran.
Beliau segera menerima wahyu yang disampaikan melalui Malaikat Jibril dan mengajarkan kebenaran yang Allah turunkan kepadanya, sehingga Beliau dan sedikit pengikutnya kemudian mengalami penganiayaan yang berat sampai akhirnya pada tahun 622 Allah memerintahkan untuk pindah/hijrah.
Peristiwa Hijrah, perjalanan dari Makkah menuju Madinah inilah yang menandai permulaan penanggalan/kalender Islam.
Setelah beberapa tahun, Nabi SAW dan pengikutnya kembali ke Mekkah, dimana Beliau memaafkan musuh-musuhnya dan kemudian membangun Islam dengan kokoh.
Sebelum Nabi SAW wafat pada usia 63 tahun, penduduk Arab yang terbanyak adalah Muslim, dan bersamaan dengan 1 abad wafatnya Beliau, Islam telah menyebar hingga ke Spanyol bagian barat, dan Cina bagian timur.
Beliau wafat dengan meninggalkan kurang dari 5 kekayaan atas namanya.
Ketika Muhammad SAW dipilih untuk menyampaikan wahyu Allah, Beliau tidak dianggap sebagai “penemu” Islam, karena muslim menganggap Islam adalah agama yang sama yang memberikan petunjuk kepada seluruh umat manusia seperti yang telah diturunkan kepada para Nabi di jaman-jaman sebelumnya. Muslim yakin semua Nabi seperti Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan lainnya diturunkan untuk memberikan petunjuk kepada umat mereka.
Setiap Nabi dikirim sebagai utusan Allah kepada masing-masing umatnya, tetapi Muhammad SAW dikirim Allah kepada seluruh umat manusia. Muhammad adalah Nabi serta Rasul terakhir yang dikirimkan Allah untuk menyampaikan ajaran Islam.
Muslim mencintai dan menghormati Beliau atas apa yang telah Beliau sampaikan dan atas dedikasi Beliau, tetapi muslim tidak menyembah Beliau, seperti yang dipikirkan oleh umat agama lain selama ini.
Dalam Al-Quran disebutkan : “Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi” (Quran 33:45-46).

10. UMAT ISLAM TIDAK PERCAYA KEPADA YESUS (NABI ISA AS) DAN KEPADA NABI-NABI LAINNYA
Bagaimana bisa Anda berpikir seperti itu. Umat Islam mempunyi rukun iman yang wajib diyakini. diantaranya adalah :
  • Iman kepada Allah
    • Patuh dan taat kepada Ajaran Allah dan Hukum-hukumNya
  • Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
    • Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta
  • Iman kepada Kitab-kitab Allah
    • Melaksanakan ajaran Allah dalam kitab-kitabNya secara hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur’an
    • Al-Qur’an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat, dan Injil
  • Iman kepada Rasul-rasul Allah
    • Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran
  • Iman kepada hari Kiamat
    • Paham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan
  • Iman kepada Qada dan Qadar
    • Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta
Umat Muslim menghormati Isa AS (Yesus) sebagaimana mereka mencintai dan menghormati Muhammad Saw.
Seorang muslim tidak hanya menyebut “Isa”, tetapi selalu menambahkan “Alaihi Salam” (disingkat As dan berarti keselamatan semoga bagi beliau). Al-Quran menegaskan kelahirannya yang suci (Surat Maryam), dan Maria/Maryam dianggap sebagai wanita tersuci di antara semua mahkluk.
Dalam Al-Quran hal tersebut diceritakan sebagai berikut : 
“Dan (Ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata : “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’-lah bersama orang-orang yang ruku’.
Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang kami  wahyukan kepada kamu (ya Muhammad), padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk  mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam.
Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (Ingatlah), ketika malaikat berkata : “Hai Maryam sesungguhnya Allah mengembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat yang datang dari pada-Nya, namanya Al-Masih Isa Putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang shaleh. Maryam berkata : “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku punya anak, padahal  aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”.
Demikianlah Allah  menciptakan apa yang di kehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya : “Jadilah” lalu jadilah dia” (Quran 3:42-47). 
Isa AS dilahirkan dengan keajaiban seperti halnya ketika Adam AS  diturunkan sebagai manusia pertama tanpa adanya ayah :
“Sesunguhnya, misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya : “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia” (Quran 3:59).
Selama tugas kerasulannya, Isa AS menunjukkan banyak mukjizat. Dalam Al-Quran disebutkan :
“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka) : “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang-orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang-orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang-orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sunguh-sunguh beriman” (Quran 3:49).
Baik Muhammad SAW maupun Isa AS tidak diturunkan untuk mengubah doktrin dasar yaitu untuk menyembah hanya kepada Allah seperti yang sudah disampaikan oleh Nabi-nabi terdahulu, tetapi untuk menegakkan serta menggenapinya (Bagi Isa As)  dan menyempurnakannya (Bagi Muhammad Saw).
Dalam Al-Quran di jelaskan : “Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku” (Quran 3:50).
Rasulullah Muhammad SAW bersabda : “Barang siapa yang yakin bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak menyekutukan-Nya, dan bahwa Muhammad SAW adalah Rasul-Nya, bahwa Isa AS adalah Nabi dan Rasul Allah, ruh-Nya yang ditiupkan ke tubuh Maryam & tidak ada kekuatan yang melebihinya, dan bahwa Surga dan Neraka itu benar adanya, akan dimasukkan Allah ke dalam surga” (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari).

Sumber: http://meisusilo.wordpress.com