Setiap orang yang berikrar dan mengucapkan Syahadat telah dianggap Muslim. Hidup (jiwa) dan hartanya terlindung. Dalam hal ini tidak diharuskan (tidak perlu) meneliti batinnya.
Menghukumi (menganggap) seseorang bahwa dia kafir, hukumnya amat berbahaya dan akibat yang akan ditimbulkannya lebih berbahaya lagi, di antaranya ialah:
1. Bagi istrinya, dilarang berdiam bersama suaminya yang kafir, dan mereka harus dipisahkan. Seorang wanita Muslimat tidak sah menjadi istri orang kafir.
2. Bagi anak-anaknya, dilarang berdiam dibawah kekuasaannya, karena dikhawatirkan akan mempengaruhi mereka. Anak-anak tersebut adalah amanat dan tanggungjawab orangtua. Jika orang tuanya kafir, maka menjadi tanggungjawab ummat Islam.
Khamis, November 04, 2010
Rabu, November 03, 2010
13 Pesanan Luqmanul Hakim
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepada anaknya :
“Hai anakku.. janganlah kamu mempersekutukan ALLAH, sesungguhnya mempersekutukan ALLAH adalah benar-benar kedzaliman yang besar..” (QS. Luqman 13)
Wahai anakku.. Sesungguhnya laut ini dalam, banyak sudah manusia yang tenggelam, maka jadikanlah TAQWA sebagai bahteramu, IMAN sebagai kemudinya, dan TAWAKAL sebagai
layarnya.. Semoga kamu selamat..
“Hai anakku.. janganlah kamu mempersekutukan ALLAH, sesungguhnya mempersekutukan ALLAH adalah benar-benar kedzaliman yang besar..” (QS. Luqman 13)
Wahai anakku.. Sesungguhnya laut ini dalam, banyak sudah manusia yang tenggelam, maka jadikanlah TAQWA sebagai bahteramu, IMAN sebagai kemudinya, dan TAWAKAL sebagai
layarnya.. Semoga kamu selamat..
Orang-orang yang Didoakan Malaikat
Allah SWT berfirman, “Sebenarnya (malaikat–malaikat itu) adalah hamba–hamba yang
dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah–perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan *mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah*, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (QS Al Anbiyaa’ 26-28)
dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah–perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan *mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah*, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (QS Al Anbiyaa’ 26-28)
Manfaat Jilbab Menurut Islam dan Sains
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk MENUTUPI AURATmu
dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS.7:26)
Allah memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah.
dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS.7:26)
Allah memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah.
Keistimewaan bagi Kaum Wanita
Di akhir zaman ini ada sekelompok Kaum Hawa yang dinamakan kaum FEMINIS tidak
henti-hentinya berpromosi "MEMERDEKAKAN WANITA" (emansipasi ala western) mereka
bilang susah menjadi WANITA untuk menjalankan Syariat Islam, lihat saja peraturan mereka di bawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita harus meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang, dibanding laki-laki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada laki-laki.
5. Wanita menghadapi kesusahan dalam mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
9. Dll.
henti-hentinya berpromosi "MEMERDEKAKAN WANITA" (emansipasi ala western) mereka
bilang susah menjadi WANITA untuk menjalankan Syariat Islam, lihat saja peraturan mereka di bawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita harus meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang, dibanding laki-laki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada laki-laki.
5. Wanita menghadapi kesusahan dalam mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
9. Dll.
22 Sifat Bani Israel Dalam Al-Quran
Dalam Al-Quran disebutkan 22 sifat buruk bangsa Yahudi, yakni:
1. Keras hati dan dzalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)
2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)
3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)
4. Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)
5. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)
1. Keras hati dan dzalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)
2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)
3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)
4. Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)
5. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)
20 Prinsip Memahami Islam
Berikut ini adalah teks dari 20 prinsip yang dihimpun oleh Syaikh Hassan Al-Banna rahimahullah. Prinsip ini bukanlah hal yang baru dalam Islam, akan tetapi merupakan perspektif Hassan Al-Banna mengenai bingkai bagi pemahaman Islam yang komprehensif dan keluasan khazanah intelektual dan peradaban islam itu sendiri. Bila kita selami kedalamannya maka ia menghasilkan syarah yang sangat panjang (telah terdapat berbagai buku yang mensyarah 20 prinsip tersebut) dan terasa mewakili berbagai pembahasan tentang islam dari berbagai macam pemikiran yang telah berkembang. Dr Yusuf Qardhawy bahkan menempatkan 20 prinsip ini sebagai prinsip yang bisa diterima bersama dan hendaknya dijadikan titik tolak oleh berbagai macam gerakan islam (baca : Menuju Kesatuan Fikrah Aktivis Islam, buku yang ditulis Dr. Yusuf Qardhawy).
Adapun dalam risalah ta’alim untuk aktivis gerakan Ikhwanul Muslimin (ataupun yang mengadopsi prinsip-prinsipnya), 20 prinsip ini menjadi bingkai yang wajib dipahami oleh setiap kadernya. Ia merupakan bagian dari penjelasan rukun “al-fahmuâ€, sehingga adalah suatu kesalahan memahami al-fahmu tanpa memahami 20 prinsip ini, sebagaimana yang dijadikan alasan oleh sebagian aktivis untuk menolak sesuatu tugas/amanah dakwah, seolah sekarang al-fahmu berarti : dapat ia terima menurut akalnya sendiri, padahal tidak hanya demikian. Prinsip inilah yang menjadi ruh dari pilar komitmen pertama seorang aktivis dakwah sebelum memahami permasalahan lain secara lebih detail dan juga sebelum melangkah menuju pilar-pilar komitmen berikutnya.
Adapun dalam risalah ta’alim untuk aktivis gerakan Ikhwanul Muslimin (ataupun yang mengadopsi prinsip-prinsipnya), 20 prinsip ini menjadi bingkai yang wajib dipahami oleh setiap kadernya. Ia merupakan bagian dari penjelasan rukun “al-fahmuâ€, sehingga adalah suatu kesalahan memahami al-fahmu tanpa memahami 20 prinsip ini, sebagaimana yang dijadikan alasan oleh sebagian aktivis untuk menolak sesuatu tugas/amanah dakwah, seolah sekarang al-fahmu berarti : dapat ia terima menurut akalnya sendiri, padahal tidak hanya demikian. Prinsip inilah yang menjadi ruh dari pilar komitmen pertama seorang aktivis dakwah sebelum memahami permasalahan lain secara lebih detail dan juga sebelum melangkah menuju pilar-pilar komitmen berikutnya.
Jumaat, Oktober 29, 2010
Di Sebalik Larangan Melukis Imej Nabi
Kontroversi karikatur yang menghina Nabi Muhammad s.a.w menarik minat banyak pihak mengenai dasar di sebalik hukum larangan membuat imej baginda.
Sebahagian pihak cuba mengalihkan isu itu kepada persoalan apakah benar perbuatan menggambarkan Nabi Muhammad s.a.w salah dalam Islam atau hanya mitos popular semata-mata? Pihak berkenaan cuba menimbulkan syak terhadap hukum tersebut dengan menyatakan larangan itu tidak terdapat sama sekali dalam al-Quran.
Sebahagian pihak cuba mengalihkan isu itu kepada persoalan apakah benar perbuatan menggambarkan Nabi Muhammad s.a.w salah dalam Islam atau hanya mitos popular semata-mata? Pihak berkenaan cuba menimbulkan syak terhadap hukum tersebut dengan menyatakan larangan itu tidak terdapat sama sekali dalam al-Quran.
Pakaian Muslimah Bertaqwa
Apabila ditanya kepada seorang aktivis wanita Islam ala Barat: “Kenapakah anda tidak memakai tudung?” Jawapan yang diberikan adalah: “Pakaian yang dituntut dalam Islam adalah taqwa!”, merujuk kepada ayat 26 surah al-A’raaf:
“Dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya.”
Memandangkan sifat taqwa letaknya pada rohani seseorang, maka apa yang dipakai pada jasmaninya tidak perlu dipersoalkan.
Kefahaman seperti ini memang merupakan asas kepada aliran Islam Liberal dalam bab berpakaian. Kita menjawab, benar bahawa sifat taqwa letaknya pada rohani seseorang. Akan tetapi bagi manusia, apa yang terletak pada rohaninya akan terpancar pada jasmaninya. Orang yang memiliki rohani yang bertaqwa akan terpancar pada jasmaninya sifat-sifat yang membuktikan ketaqwaan tersebut. Sebagai contoh, orang yang bertaqwa akan sentiasa mengeluarkan kata-kata yang tepat lagi benar, selari dengan ketaqwaannya. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
“Dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya.”
Memandangkan sifat taqwa letaknya pada rohani seseorang, maka apa yang dipakai pada jasmaninya tidak perlu dipersoalkan.
Kefahaman seperti ini memang merupakan asas kepada aliran Islam Liberal dalam bab berpakaian. Kita menjawab, benar bahawa sifat taqwa letaknya pada rohani seseorang. Akan tetapi bagi manusia, apa yang terletak pada rohaninya akan terpancar pada jasmaninya. Orang yang memiliki rohani yang bertaqwa akan terpancar pada jasmaninya sifat-sifat yang membuktikan ketaqwaan tersebut. Sebagai contoh, orang yang bertaqwa akan sentiasa mengeluarkan kata-kata yang tepat lagi benar, selari dengan ketaqwaannya. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
Jumaat, Oktober 22, 2010
Masalah dan Hukum Pemakaian Warna Rambut
Perkataan halal pada kebiasaannya adalah digunakan untuk barang makanan termasuklah sumber pendapatan sebagaimana yang biasa disebut iaitu rezeki yang halal. Adapun barang gunaan umpamanya pewarna rambut, minyak rambut dan barang-barang kosmetik, penggunaan perkataan halal itu tidak tepat. Jika tujuan penamaan label HALAL itu adalah untuk membolehkan orang Islam memakai atau menggunakannya, perkataan yang tepat ialah suci bererti tidak najis kerana kita dilarang menggunakan atau memakai barang-barang yang najis. Inilah pemakaian atau penggunaan yang patut diketahui oleh orang-orang Islam.
Khamis, Oktober 21, 2010
Selasa, Oktober 19, 2010
Hukum Mewarnakan Rambut
Umat Islam dibenarkan mewarnakan rambutnya. Berikut ini kami terjemahkan fatwa Dr. Yusof al-Qardhawi mengenainya (Al-halal Wal haram Fil Islam, Dr. Yusof al-Qardhawi, hal.89-09):
Sebahagian dari perkara yang tergolong di dalam masalah perhiasan ialah mewarnakan wambut atau janggut yang telah beruban. Telah datang satu riwayat yang menjelaskan bahawa orang-orang Yahudi dan Nasrani enggan mewarna rambut dan mngubahnya dengan beranggapan, antaranya ialah berhias dan memperelok diri itu dapat menghindarkan erti peribadatan dan beragama. Sebagaimana yang dilakukan oleh para rahib dan ahli-ahli zuhud yang bersikap berlebih-lebihan.
Sebahagian dari perkara yang tergolong di dalam masalah perhiasan ialah mewarnakan wambut atau janggut yang telah beruban. Telah datang satu riwayat yang menjelaskan bahawa orang-orang Yahudi dan Nasrani enggan mewarna rambut dan mngubahnya dengan beranggapan, antaranya ialah berhias dan memperelok diri itu dapat menghindarkan erti peribadatan dan beragama. Sebagaimana yang dilakukan oleh para rahib dan ahli-ahli zuhud yang bersikap berlebih-lebihan.
Jumaat, Oktober 15, 2010
Panduan Solat Jamak dan Qasar
Jamak ertinya menghimpun dua solat ke dalam satu solat. Solat yang boleh di jamakkan ialah solat Zohor dengan Asar dan Maghrib dan Isyak. Jamak terbahagi kepada 2 bahagian iaitu :
|
Langgan:
Catatan (Atom)
