Berikut fakta-fakta yang telah digambarkan Al-Quran, dan sekarang terjadi begitu nyata di Palestina.
Fakta 1 : Adanya Yahudi yang Sadis & Bengis terhadap orang
muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya
terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan
orang-orang musyrik”.(Al-Maidah 82).
Ketika Al-Quran 14 abad yang lalu telah jelas menyatakan fakta bahwa
Yahudi menyimpan permusuhan yang amat keras terhadap umat Islam, maka
hari ini kita menyaksikan dengan jelas gambaran permusuhan itu begitu
nyata di depan mata kita. Jika ’sekedar’ menghitung angka korban jiwa
dan luka-luka mungkin belum mewakili gambaran kebuasan mereka. Ada
gambaran yang lebih buas dari hitungan angka-angka, saat Shadr seorang
perempuan kecil berumur 4 tahun harus tewas menyongsong peluru tentara
Israel di dadanya. Bahkan sang ayah tidak bisa menyelamatkan jasad
putrinya, karena beberapa detik berikutnya datang sekumpulan
anjing-anjing pelacak Israel untuk segera menyantap si kecil yang syahid
itu. Seolah-olah tentara Israel itu memang membidikkan pelurunya untuk
berburu makanan bagi anjing peliharaannya.
Gambaran lain tak kalah mengerikannya adalah saat tubuh-tubuh yang
tak bernyawa di tengah jalan harus remuk terlindas oleh tank-tank zionis
yang bergerak memasuki gaza. Begitu pula penggunaan senjata fosfor
putih oleh tentara Israel yang tidak pernah ditemukan dalam kamus
kekejaman bangsa lainnya. Adakah kebiadabaan manusia yang melebihi
gambaran di atas ? Fakta Al-Quran tentang kebengisan Yahudi ini membuat
kita sadar, bagaimana cara terbaik menghadapi Zionis Israel.
Memaparkan catatan dengan label yahudi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label yahudi. Papar semua catatan
Ahad, Julai 20, 2014
Selasa, Julai 23, 2013
Yahudi
Sekarang
ini mendengar kata “yahudi” maka yang terlintas di kepala hanyalah
kebobrokan demi kebobrokan kaum tersebut. Kejahatan, kebengisan,
kelicikan, kecongkakan, pengingkaran, penjajahan, penjarahan, keras
kepala dan rentetan keburukan yang lain selalu melekat di belakang nama
kaum yang Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al-Qur’an juga menyebutnya
dengan Bani Israil. Sejak dahulu sifat-sifat buruk tersebut telah
melekat dan apa yang kita saksikan sekarang ini hanyalah lanjutan dari
pendahulu-pendahulu mereka. Allah Subahanhu wa Ta’ala telah menegaskan
dalam al-Qur’an:
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. al-Isra’ : 4).
Paling keras permusuhannya dengan Islam
Ketika kita kembali mengingat sejarah orang-orang yahudi yang suka membantah ajakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju jalan yang benar, maka kita bisa melihat betapa angkuh dan keras hati mereka. Kebencian mereka terhadap Islam tak akan pernah surut sampai kapan pun. Mereka tak akan pernah rela kepada umat Islam, sampai umat Islam mau mengikuti hawa nafsu mereka. Memang musuh Islam banyak (tak hanya yahudi), bahkan orang yang beragama Islam yang munafik kepada agama Islam bisa menjadi musuh Islam juga. Namun, rasa permusuhan yang ada dalam hati para yahudi lebih keras dan sadis dibanding dengan musuh-musuh yang lain.
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik…” (QS. Al-Maidah : 82).
Kita semua sekarang juga bisa melihat fakta kebencian mereka terhadap orang-orang Islam yang ada di Gaza. Bertahun-tahun yahudi Israel menjajah, mengusir dan menyiksa rakyat Palestina.
Israel dan Amerika menuduh Hamas adalah kelompok teroris yang harus dihancurkan, padahal Israel dan AS yang sebenarnya lebih pantas disebut Teroris. Banyak fakta-fakta yang kuat yang bisa dijadikan penguat atas hal ini, seperti pembunuhan ratusan ribu orang di Irak atas tuduhan senjata pemusnah masal/nuklir yang akhirnya tak bisa dibuktikan oleh George W. Bush, begitu juga pembantaian oleh tentara-tentara Israel kepada warga sipil di Gaza, Palestina. Sungguh sikap mereka sangat keji dan tidak manusiawi.
Dan permusuhan tersebut akan berlanjut hingga akhir zaman sebagaimana firman Allah Ta’ala,
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan (pernah) senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” (QS. al-Baqarah : 120)
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. al-Isra’ : 4).
Paling keras permusuhannya dengan Islam
Ketika kita kembali mengingat sejarah orang-orang yahudi yang suka membantah ajakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju jalan yang benar, maka kita bisa melihat betapa angkuh dan keras hati mereka. Kebencian mereka terhadap Islam tak akan pernah surut sampai kapan pun. Mereka tak akan pernah rela kepada umat Islam, sampai umat Islam mau mengikuti hawa nafsu mereka. Memang musuh Islam banyak (tak hanya yahudi), bahkan orang yang beragama Islam yang munafik kepada agama Islam bisa menjadi musuh Islam juga. Namun, rasa permusuhan yang ada dalam hati para yahudi lebih keras dan sadis dibanding dengan musuh-musuh yang lain.
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik…” (QS. Al-Maidah : 82).
Kita semua sekarang juga bisa melihat fakta kebencian mereka terhadap orang-orang Islam yang ada di Gaza. Bertahun-tahun yahudi Israel menjajah, mengusir dan menyiksa rakyat Palestina.
Israel dan Amerika menuduh Hamas adalah kelompok teroris yang harus dihancurkan, padahal Israel dan AS yang sebenarnya lebih pantas disebut Teroris. Banyak fakta-fakta yang kuat yang bisa dijadikan penguat atas hal ini, seperti pembunuhan ratusan ribu orang di Irak atas tuduhan senjata pemusnah masal/nuklir yang akhirnya tak bisa dibuktikan oleh George W. Bush, begitu juga pembantaian oleh tentara-tentara Israel kepada warga sipil di Gaza, Palestina. Sungguh sikap mereka sangat keji dan tidak manusiawi.
Dan permusuhan tersebut akan berlanjut hingga akhir zaman sebagaimana firman Allah Ta’ala,
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan (pernah) senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” (QS. al-Baqarah : 120)
Rabu, Disember 26, 2012
Kebijaksanaan Yahudi Menipu Kita!
Bijak sungguh yahudi memperdayakan kita umat Islam, mereka suruh kita minum susu lembu buatan mereka, tapi mereka minum susu kambing, mereka minum apa yang diminum oleh Nabi kita Muhammad SAW. Mengapa kita tidak ikut nabi kita, kita ikut orang yahudi tapi ternyata mereka mengikut apa yg nabi kita makan dan minum.
Teruskan membongkar kebijaksanaan yahudi menipu umat Islam... Kata-katanya ini adalah bertepatan dengan hadis Rasullulah: "Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu.. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutnya dalam perkara-perkara kecil"
Antara 'barangan mereka' yang telah dijadikan ikutan oleh kebanyakan dari kita.
1. Kita diajar dalam buku biologi, buku pemakanan (kajian dan terbitan para kafir ni) bahawa kalau nak dapat vitamin B dan kalau nak tambah darah kita kena makan hati haiwan dan hati ayam tetapi sebenarnya Nabi kita tidak menggalakkan pemakanan organ dalaman. Nak ikut kafir ke nak ikut nabi kita? Sebenarnya makan hati ayam dapat melembabkan otak kita sbb hati merupakan organ dimana semua toksin akan dikumpulkan dan dineutralkan. so kepekatan toksin adalah tinggi di hati ayam. makanlah kita toksin tersebut serta bengaplah otak kita umat Islam sebab percaya buku sains keluaran kafir ini.
2. Kita diajar dalam sains bahawa kopi tidak bagus untuk kesihatan. Namun sebenarnya kopi adalah antara minuman kegemaran Nabi kita selain susu dan madu. Cuba tengok Yahudi, mereka minum kopi, Starbuck. Profesor di UK yang Yahudi semua ada segelas kopi dit tangan mereka.
3. Kita diajar memakan kambing tinggi kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah buku sains ni nak merendahkan pemakanan Nabi kita. Sebenarnya daging kambing adalah daging paling kurang kolesterol.
Rabu, September 26, 2012
Bukti Pembohongan Holocaust
“Pada awal tahun 1935, beberapa buah kapal
penumpang dengan diiringi armada kapal selam tentera telah berlayar
secara rahsia dariPelabuhan Bremerhaven, Jerman ke Haifa (Palestin).
Kapal-kapal penumpang tersebut dipenuhi oleh rakyat Jerman dan beberapa
Negara Eropah lain yang berbangsa Yahudi. Tertera pada badan kapal
penumpang tersebut (kapal penumpang yang terbesar di kalangan kapal
penumpang tersebut) perkataan Hebrew yang berbunyi Tel Aviv.
Propaganda yang Dicanangkan oleh Yahudi dan Sekutu Barat Berkenaan Holocaust
Terdapat banyak bukti yang menafikan kewujudan Holocaust terhadap Yahudi.Khamis, Julai 26, 2012
Rahsia Kenapa Yahudi Bijak
Oleh: Dr. Stephen Carr Leon
Sebenarnya banyak kaedah dan cara
pemakanan yang dibuat oleh bangsa Yahudi bersumberkan ajaran
Islam.Contohnya mereka mengamalkan makan sebelum malam.
Islam juga mengajar kita makan ketika
maghrib apabila berpuasa. Ia contoh waktu yang tepat untuk menikmati
makan malam agar perut tidak terlalu penuh hingga menyukarkan kita
melakukan ibadat atau membaca di waktu malam.
Namun kaum Yahudi ini mengetahui
kebenaran Islam tetapi sayang sekali mereka tidak menerima Keesaan Allah
walaupun percaya kepada apa yang diturunkan Allah kepada kita melalui
Nabi Muhammad s.a.w. Kelak mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka
atas balasan kekufuran mereka.
Namun ramai kalangan kita percaya kepada
Allah namun gagal mencontohi sunnah Nabi serta para sahabat hingga kita
menyalahkan agama apabila perkata tidak baik berlaku. Walhal Nabi s.a.w
telah meninggalkan ajaran yang lengkap kepada semua manusia beragama
Islam untuk dijadikan panduan.
Sedangkan kita sepatutnya menyalahkan
diri sendiri kerana tidak mempelajari cara hidup yang diajar oleh Nabi
serta mengikutinya sepenuh hati dalam kehidupan seharian.
Bukankah Nabi itu junjungan mulia dan tidak bercakap atau bergerak kecuali mengikut perintah Maha Esa ?
Silakan baca dan ambillah pengajaran yang baik di dalamnya. ang terbaik ialah sunnah Nabi kita s.a.w.
bahan ini saya salin dari blog http://www.bisikanhati.com/2009/01/kenapa-yahudi-bijak.html
Isnin, Jun 25, 2012
Haikal Sulaiman
HAIKAL adalah sebuah tempat ibadat yang dibina oleh Nabi Sulaiman AS untuk bermunajat kepada Allah SWT di samping istananya yang hebat pada ketika itu. Buku sejarah Lubnan menyebut mengenai pembinaan itu dengan bantuan masyarakat kaum Kan’an (penduduk Baitulmaqdis ketika itu).
Ada yang mengatakan bahawa ia hanya sebuah mihrab (tempat munajat) yang mempunyai kedalaman sepuluh hasta dan lebar di kiri dan kanan hanya lima hasta. Sejarah tidak dapat memastikan tempat dan bentuk yang tepat bagi haikal itu.
Seorang paderi Kristian (Bost Gorge) di dalam kitabnya menyebut bahawa ia terletak di pintu masuk Bandar Khalil (Baitulmaqdis) yang disebut dengan nama ‘Mihrab Daud’. Apa yang jelas ialah tempat yang menjadi tapak haikal itu, bukan di bawah binaan Masjid Al-Aqsa sekarang seperti dakwaan orang Yahudi.
Dakwaan orang Yahudi adalah palsu berdasarkan fakta di bawah:
Tujuan dakwaan berkenaan hanya untuk menghalalkan pencerobohan mereka terhadap tempat suci umat Islam itu.
Ada yang mengatakan bahawa ia hanya sebuah mihrab (tempat munajat) yang mempunyai kedalaman sepuluh hasta dan lebar di kiri dan kanan hanya lima hasta. Sejarah tidak dapat memastikan tempat dan bentuk yang tepat bagi haikal itu.
Seorang paderi Kristian (Bost Gorge) di dalam kitabnya menyebut bahawa ia terletak di pintu masuk Bandar Khalil (Baitulmaqdis) yang disebut dengan nama ‘Mihrab Daud’. Apa yang jelas ialah tempat yang menjadi tapak haikal itu, bukan di bawah binaan Masjid Al-Aqsa sekarang seperti dakwaan orang Yahudi.
Dakwaan orang Yahudi adalah palsu berdasarkan fakta di bawah:
- Sebenarnya tiada satu kesan walaupun sebuah binaan kecil yang menunjukkan bahawa Nabi Sulaiman pernah membina haikal di tapak Masjid Al-Aqsa. Semuanya musnah selepas serangan Raja Babylon (Bokhtansar) pada tahun 589 sebelum kelahiran Nabi Isa AS iaitu 300 tahun selepas kewafatan Nabi Sulaiman AS.
- Peristiwa Israk dan Mikraj adalah janji Allah SWT yang menunjukkan bahawa Islam sudah sampai ke sana dan al-Quran sendiri menyebut masjid bukannya haikal. (Masjidul Aqsa).
- Nabi Ibrahim juga beragama Islam seperti yang jelaskan oleh Allah SWT di dalam surah Al-Imran ayat 67 bermaksud: “Tidaklah Ibrahim itu Yahudi atau Nasrani, tetapi adalah seorang Islam”.
- Al-Quran mula dikumpulkan pada tahun 12 Hijrah ketika pemerintahan Saidina Abu Bakar RA dan Kitab Taurat orang Yahudi hanya ditulis selepas 800 tahun kewafatan Nabi Musa AS. Ini menunjukkan bahawa Taurat amat terdedah kepada penyelewengan dan penipuan.
Tujuan dakwaan berkenaan hanya untuk menghalalkan pencerobohan mereka terhadap tempat suci umat Islam itu.
Jumaat, Mac 30, 2012
Di Antara Ketakutan Barat/Yahudi kepada Al Mahdi
Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahawa,
“Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya.
Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”
Baginda menjawab, “Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan.
“Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluar dengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya.
Tiba-tiba datanglah sekumpulan anak-anak muda Bani Hasyim yang di antaranya adalah al-Hasan dan al-Husain RA. Apabila terpandangkan mereka, tiba-tiba kedua-dua mata baginda berlinangan lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang kami tidak sukai pada wajahmu.”
Baginda menjawab, “Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan.
Jumaat, Disember 30, 2011
Yahudi dan Nasrani - Mengapa kamu tidak percaya kepada Islam sebagai wahyu Illahi?
Yahudi dan Kristian: Anda menolak Islam sebagai mesej ketuhanan dihantar oleh Tuhan. Anda menolak Islam sebagai agama palsu. Anda menafikan Muhammad menjadi Nabi dan Rasul Allah. Anda juga melakukan apa yang anda boleh untuk mengurangkan Islam kepada Yahudi dan Kristian bidaah bidaah.
Mengapa kamu tidak percaya kepada Al-Quran sebagai perkataan diturunkan Allah? Yahudi! Mengapa kamu hanya percaya dalam Taurat (Undang-Undang) sebagai perkataan ilahi Allah dan tidak Al-Quran? Kristian! Mengapa kamu tidak percaya kepada Al-Quran sebagai sebagai mesej ketuhanan Allah tetapi percaya hanya dalam Alkitab sebagai perkataan diturunkan Allah?
Mengapa kamu tidak percaya kepada Al-Quran sebagai perkataan diturunkan Allah? Yahudi! Mengapa kamu hanya percaya dalam Taurat (Undang-Undang) sebagai perkataan ilahi Allah dan tidak Al-Quran? Kristian! Mengapa kamu tidak percaya kepada Al-Quran sebagai sebagai mesej ketuhanan Allah tetapi percaya hanya dalam Alkitab sebagai perkataan diturunkan Allah?
Rabu, Disember 07, 2011
Memboikot Produk Golongan Kafir
Para Nabi Pernah Dimusuhi, Disakiti bahkan Dibunuh
Jika kita melihat Palestina saat ini yang begitu ditindas oleh orang-orang Yahudi, perlu kita tahu bahwa hal yang serupa juga pernah terjadi pada manusia mulia dari para Nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam. Cobalah kita membuka mushaf Al Qur’an, kita pasti akan menemukan banyak ayat yang menceritakan bahwa para Nabi pun disakiti oleh kaumnya. Di antara ayat yang menyebutkan hal tersebut adalah berikut ini.
Allah Ta’ala berfirman,
Jika kita melihat Palestina saat ini yang begitu ditindas oleh orang-orang Yahudi, perlu kita tahu bahwa hal yang serupa juga pernah terjadi pada manusia mulia dari para Nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam. Cobalah kita membuka mushaf Al Qur’an, kita pasti akan menemukan banyak ayat yang menceritakan bahwa para Nabi pun disakiti oleh kaumnya. Di antara ayat yang menyebutkan hal tersebut adalah berikut ini.
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Al An’am: 112)“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.” (QS. Al Furqon: 31)
Jumaat, Oktober 14, 2011
Perihal Yahudi, Umat Islam Masih Tidak Sedar
Pernahkah kita terfikir mengapa bangsa Yahudi menjadi bangsa yang begitu kuat pada hari ini? Walhal mereka adalah bangsa yang dikutuk dan dihina bukan sekadar dalam al-Quran, malah turut tersebut dalam kitab-kitab lain sehingga dianggap sebagai bangsa perosak.
Dalam sejarah dunia, Yahudi pernah dianggap parasit sehingga Jerman di bawah Nazi pimpinan Adolf Hitler tidak teragak-agak melakukan penyembelihan enam juta umat Yahudi ketika Perang Dunia Kedua melalui peristiwa Holocoust.. Sekalipun ada pihak yang mendakwa peristiwa ini dakyah Yahudi tetapi perlu diingat bahawa tidak pernah dalam sejarah moden sesebuah bangsa dihina sebegitu hebat.
Dianggarkan terdapat 14 juta Yahudi di seluruh dunia pada hari ini. Tujuh juta berada di Amerika Syarikat, lima juta di Asia dan dua juta di Eropah manakala 100 000 lagi di Afrika. Umat Islam pula dianggarkan 1.4 bilion yang terdiri daripada pelbagai bangsa dan kaum di atas muka bumi ini. Ini bermakna bagi setiap Yahudi terdapat 100 umat Islam tetapi mengapa Yahudi hari ini beratus kali ganda kuat berbanding semua kekuatan umat Islam yang ada di dunia?
Dalam sejarah dunia, Yahudi pernah dianggap parasit sehingga Jerman di bawah Nazi pimpinan Adolf Hitler tidak teragak-agak melakukan penyembelihan enam juta umat Yahudi ketika Perang Dunia Kedua melalui peristiwa Holocoust.. Sekalipun ada pihak yang mendakwa peristiwa ini dakyah Yahudi tetapi perlu diingat bahawa tidak pernah dalam sejarah moden sesebuah bangsa dihina sebegitu hebat.
Dianggarkan terdapat 14 juta Yahudi di seluruh dunia pada hari ini. Tujuh juta berada di Amerika Syarikat, lima juta di Asia dan dua juta di Eropah manakala 100 000 lagi di Afrika. Umat Islam pula dianggarkan 1.4 bilion yang terdiri daripada pelbagai bangsa dan kaum di atas muka bumi ini. Ini bermakna bagi setiap Yahudi terdapat 100 umat Islam tetapi mengapa Yahudi hari ini beratus kali ganda kuat berbanding semua kekuatan umat Islam yang ada di dunia?
Selasa, Mei 10, 2011
Cubaan Yahudi Mencuri Jasad Rasulullah S.A.W
Sultan Nuruddin Zangki, seorang Kurdi adalah seorang yang adil,wara' dan bertaqwa sehingga digelar Malikul Adil (Raja yang adil) kerana keadilannya.
Beliau selalu solat tahajjud dan mendoakan kesejahteraan rakyat. Beliau antara orang yang memberi sumbangan yang amat besar dalam peperangan Salib.
Pada satu malam, beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpi itu, baginda memakai baju yang cantik gemerlapan dan berada di hadapan Rasulullah. Rasulullah memegang tangan Nuruddin dan menunjuk kepada dua orang lelaki yang berada di hadapannya dan bersabda: "Kenalilah aku. Bebaskan aku dari dua orang itu!" Nuruddin terbangun, namun wajah Rasulullah dan dua orang lelaki itu kelihatan jelas di hadapannya seperti bukan mimpi. Wajah kedua lelaki itu kelihatan kemerah-merahan.
Mimpi tersebut berulang kembali, lalu beliau menceritakan mimpinya kepada Jamaluddin Al-Mushly, salah seorang menteri yang amat dipercayainya. Jamaluddin mantafsirkan mimpi rajanya bahawa ada rancangan jahat dari orang tertentu yang ditujukan kepada Rasulullah dan Sultan Nuruddin diberi tugas untuk menggagalkan rancangan jahat tersebut.
Beliau selalu solat tahajjud dan mendoakan kesejahteraan rakyat. Beliau antara orang yang memberi sumbangan yang amat besar dalam peperangan Salib.
Pada satu malam, beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpi itu, baginda memakai baju yang cantik gemerlapan dan berada di hadapan Rasulullah. Rasulullah memegang tangan Nuruddin dan menunjuk kepada dua orang lelaki yang berada di hadapannya dan bersabda: "Kenalilah aku. Bebaskan aku dari dua orang itu!" Nuruddin terbangun, namun wajah Rasulullah dan dua orang lelaki itu kelihatan jelas di hadapannya seperti bukan mimpi. Wajah kedua lelaki itu kelihatan kemerah-merahan.
Mimpi tersebut berulang kembali, lalu beliau menceritakan mimpinya kepada Jamaluddin Al-Mushly, salah seorang menteri yang amat dipercayainya. Jamaluddin mantafsirkan mimpi rajanya bahawa ada rancangan jahat dari orang tertentu yang ditujukan kepada Rasulullah dan Sultan Nuruddin diberi tugas untuk menggagalkan rancangan jahat tersebut.
Rabu, November 03, 2010
22 Sifat Bani Israel Dalam Al-Quran
Dalam Al-Quran disebutkan 22 sifat buruk bangsa Yahudi, yakni:
1. Keras hati dan dzalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)
2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)
3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)
4. Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)
5. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)
1. Keras hati dan dzalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)
2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)
3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)
4. Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)
5. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)
Rabu, Ogos 04, 2010
Ada Ajaran Yahudi Dalam Filem Avatar
Pada protes tanggal 12/2 lalu mereka menghadirkan Avatar di desa yang dikepung pagar-pagar pembatas buatan Israel itu.
Aneh memang melihat para demonstran menggunakan tokoh film Avatar dalam aksinya. Bagaimana tidak, Avatar dibuat oleh orang Yahudi dan sarat pesan ajaran Yahudi. Para rabi di seluruh dunia bahkan bersorak gembira dengan kehadirannya.
Rabi Benjamin Blech dalam tulisannya yang dimuat media online, Yahudi, Aish, bahkan menulis, "Bagi para penonton yang relijius, banyak pesan yang terkandung dalam film itu dan menunggu respon teologis baik pro maupun kontra. Tidak mengejutkan jika pesan spiritual yang sangat banyak itu menarik perhatian Vatikan, di mana film tersebut direview oleh Gaetano Vallini, seorang kritikus budaya di surat kabar harian gereja Vatikan, L’Osservatore Romano."
Jumaat, Julai 02, 2010
Terbongkarnya Kepalsuan Sejarah Tembok Ratapan!
Seorang dosen dari universitas Palestina menjadi akademisi yang sekali lagi membahas sejarah dan menyatakan bahwa sejarah Yahudi di Yerusalem, yang oleh para Yahudi sebagai ibu kota mereka selama 1.600 tahun sebelum Nabi Muhammad menyampaikan agama Islam. Dosen tersebut menyangkal bahwa adanya hubungan orang-orang Yahudi dengan Tembok Ratapan dari Kuil Yahudi.
Shamekh Alawneh, seorang dosen sejarah modern di Universitas Terbuka Al-Quds, berkata bahwa Yahudi menciptakan hubungan dengan tembok tersebut untuk tujuan Politik, untuk meyakinkan Yahudi Eropa dan Zionis untuk datang ke Palestina.
Mitos Tanah Yang Dijanjikan

Tanah yang dijanjikan (the promised land) adalah isu utama yang digunakan sebagai dalih dalam menggalang gerakan Zionisme dan menegakkan Negara Yahudi (the jewish state) yang digagas oleh Theodore Hertzl. Isu inilah yang kemudian dijadikan alasan untuk mengagresi tanah Palestina, mengusir warganya, dan melakukan pembantaian demi pembantaian hingga detik ini.
Kebohongan semacam inilah yang seringkali dijadikan alat oleh Israel untuk memengaruhi negara-negara di dunia, agar mereka mau memaklumi aksi Israel tersebut, sebagaimana kebohongan tragedi holocaust yang penuh manipulasi itu.
Sejarah “tanah yang dijanjikan” dalam kacamata Islam sebenarnya sebagai berikut. Allah SWT berkehendak melengkapi rahmat-Nya bagi Bani Israel, karena itu Musa as berkata kepada mereka: “Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu.” (QS. al-Maidah: 21). Ketika Bani Israel mendengar ini, mereka enggan karena takut terhadap para thaghut (penguasa zalim) yang tinggal di sana.
Perbezaan antara Israel, Yahudi dan Zionis
1. Yahudi berasal dari perkataan ‘ibri’, ‘abra’, ‘ibrani’ yang bermaksud potong jalan/berpindah. Yahudi berasal dari keturunan Sam (semitik) bin Nuh. Semitik merujuk kepada bangsa Yahudi,Arab,Chaldaen dan Assyrian.
2. Bermula dengan Nabi Ibrahim yang merupakan bapa kepada para nabi. Nabi Ibrahim berkahwin dengan Siti Hajar dan mendapat Nabi Ismail yang kemudiannya menjadi moyang bangsa Arab. Selain itu,hasil dari perkahwinan dengan Siti Sarah lahir Nabi Ishak. Dari keturunan Nabi Ishak munculnya Nabi Isa dan Nabi Yaakub.
3. Nabi Yaakub inilah yang disebut sebagai Israel, Yaakub mempunyai 12 anak dan munculnya 12 keturunan Bani Israel pada zaman Nabi Musa. Dan bermula pada zaman Nabi Musa ini sebahagian dari mereka mengambil ajaran baginda dan menggunakan nama Yahudi bermakna semua Yahudi adalah Bani Israel dan bukan semua Bani Israel adalah Yahudi. KeturunanYahudi ini diturunkan melalui darah bermakna tiada orang yang boleh menganuti agama Yahudi melainkan turun melalui darah.
Jumaat, Jun 04, 2010
Kenali Pokok Gharqad Yahudi

Nabi saw bersabda dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim dan al-Tirmidhi bermaksud: "Tidak akan berlaku kiamat sehinggalah akan berlaku peperangan di antara orang Islam dan Yahudi, maka pada waktu itu (tentera) Yahudi akan dibunuh oleh (tentera) Islam, sehingga apabila orang Yahudi berselindung di sebalik batu dan pokok, lalu batu dan pokok itu akan bersuara dengan katanya: 'wahai muslim, wahai hamba Allah, di belakangku ini ada Yahudi, marilah bunuhnya', kecuali POKOK GHARQAD (yang tidak bersuara), kerana sesungguhnya ia merupakan pokok Yahudi".
Hadis ini menceritakan tentang peristiwa akhir zaman iaitu waktu hampir kiamat. Pada waktu ini tentera Yahudi yang dipimpin oleh Dajjal akan berperang dengan orang Islam. Dalam peperangan ini, orang Islam akan dapat membunuh dan menewaskan orang Yahudi sehinggakan apabila mereka berselindung di sebalik mana-mana batu dan pokok untuk menyelamatkan diri, maka dengan izin Allah pokok dan batu akan memberitahu tentera Islam tentang Yahudi yang berlindung di sebaliknya. Akan tetapi satu pohon yang tetap berdiam diri dan akan bersekongkol dengan Yahudi iaitu pohon yang bernama Gharqad.
Dimaklumkan bahawa orang Yahudi pada waktu ini sedang giat menanam pokok Gharqad secara berleluasa di Negara Haram Israel sebagai suatu persediaan menghadapi tentera Islam pada akhir zaman. Ini juga bermakna bahawa orang Yahudi sebenarnya memang tahu dan sedar tentang kebenaran Islam dan kebenaran hadis nabi saw....*****a keegoaan dan sikap bongkak mereka menyebabkan mereka tidak menerima ajaran Islam, sebaliknya terus berusaha memerangi umat Islam dari semasa ke semasa.
Ramai juga yang bertanya tentang bagaimanakah pokok Gharqad. Ada yang menyatakan bahawa ia pokok Krismas, dan ada pula yang menyatakan bahawa ia pokok ru, pokok kaktus dan sebagainya. Moga gambar pokok Gharqad yang dipapar di atas dapat menyelesaikan kekeliruan tentang gambaran pokok Gharqad. Dan yang pastinya pokok Gharqad tidak sesuai dengan iklim di Malaysia dan ia tidak tumbuh di tempat kita. Wallahu'alam.
Selasa, Jun 30, 2009
Penentangan dan penyembunyian bukti oleh Yahudi dan Nasrani
ATAU patutkah kamu mengatakan, bahawa Nabi Ibrahim, dan Nabi Ismail, dan Nabi Ishaq, dan Ya'qub berserta anak-anaknya, mereka semua adalah orang-orang Yahudi atau Nasrani, (padahal agama mereka telah pun ada sebelum adanya agama Yahudi atau agama Kristian itu)?" Katakanlah (wahai Muhammad): "Adakah kamu lebih mengetahui atau Allah? Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan keterangan (saksi dan bukti) yang telah diberkan Allah kepadanya?" Dan( ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang telah kamu lakukan. (al-Baqarah: 140)
Huraian
Golongan Yahudi dan Nasrani mendakwa bahawa Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya'qub dan anak cucu mereka adalah beragama Yahudi atau Nasrani, sedangkan Allah SWT lebih mengetahui bahawa nama Yahudi, Kristian, Nasrani atau Maseh itu belumlah dikenal pada zaman nabi-nabi ini masih hidup tetapi setelah mereka mati dan diberi nama oleh anak-anak murid mereka.
Golongan ini sesungguhnya lebih mengetahui bahawa ajaran agama mereka yang sejati yang dibawa oleh Nabi Musa ataupun Nabi Isa as ialah menyembah Allah yang Maha Esa.
Namun demikian mereka tetap menyembunyikan dan melakukan pemalsuan dan penambahan terhadap kitab-kitab mereka sehingga mengubah daripada pokok ajaran yang asal daripada Allah SWT. Sesungguhnya Allah tetap mengetahui perbuatan mereka ini dan tidaklah lepas daripada penglihatan Allah dan manusia juga lama kelamaan pasti akan nampak penyelewengan dan pencerobohan yang dilakukan oleh kaum ini sehingga agama mereka akan ditentang dan perpecahan di kalangan mereka sendiri akan tambah berleluasa.
Kesimpulan
Setiap agama samawi yang diturunkan adalah berasal daripada ajaran Allah tetapi golongan Yahudi dan Nasrani ini telah menyelewengkannya daripada ajaran yang asal sehingga mereka sanggup menyembunyikan bukti-bukti yang menyatakan mereka terlibat dalam hal penyelewengan tersebut dan menyangka bahawa mereka selamat sedangkan Allah SWT Maha mengetahui dan kebenaran pasti akan diketahui juga akhirnya.
Huraian
Golongan Yahudi dan Nasrani mendakwa bahawa Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya'qub dan anak cucu mereka adalah beragama Yahudi atau Nasrani, sedangkan Allah SWT lebih mengetahui bahawa nama Yahudi, Kristian, Nasrani atau Maseh itu belumlah dikenal pada zaman nabi-nabi ini masih hidup tetapi setelah mereka mati dan diberi nama oleh anak-anak murid mereka.
Golongan ini sesungguhnya lebih mengetahui bahawa ajaran agama mereka yang sejati yang dibawa oleh Nabi Musa ataupun Nabi Isa as ialah menyembah Allah yang Maha Esa.
Namun demikian mereka tetap menyembunyikan dan melakukan pemalsuan dan penambahan terhadap kitab-kitab mereka sehingga mengubah daripada pokok ajaran yang asal daripada Allah SWT. Sesungguhnya Allah tetap mengetahui perbuatan mereka ini dan tidaklah lepas daripada penglihatan Allah dan manusia juga lama kelamaan pasti akan nampak penyelewengan dan pencerobohan yang dilakukan oleh kaum ini sehingga agama mereka akan ditentang dan perpecahan di kalangan mereka sendiri akan tambah berleluasa.
Kesimpulan
Setiap agama samawi yang diturunkan adalah berasal daripada ajaran Allah tetapi golongan Yahudi dan Nasrani ini telah menyelewengkannya daripada ajaran yang asal sehingga mereka sanggup menyembunyikan bukti-bukti yang menyatakan mereka terlibat dalam hal penyelewengan tersebut dan menyangka bahawa mereka selamat sedangkan Allah SWT Maha mengetahui dan kebenaran pasti akan diketahui juga akhirnya.
Rabu, Mac 11, 2009
Penamaan Nama Negara Yahudi Dengan Nama "ISRAEL"
Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda :”Sesungguhnya ada seorang hamba mengucapakan satu kalimat yang mendatangkan murka Allah, diucapkan tanpa kontrol akan tetapi menjerumuskan dia ke neraka”(H.R. Al-Bukhari 647).
Al Hafidz Ibn Hajar berkata dalam Fathul Bari ketika menjelaskan hadits ini, yang dimaksud diucapkan tanpa kontrol adalah tidak direnungkan bahayanya, tidak dipikirkan akibatnya, dan tidak diperkirakan dampak yang ditimbulkan. Hal ini semisal dengan firman Allah ketika menyebutkan tentang tuduhan terhadap Aisyah : “(Ingatlah) di waktu mendengar berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (Q.S An-Nur : 15)
Ucapan yang dimaksud adalah ungkapan penamaan yang begitu mendarah daging di kalangan kamu muslimin, yaitu penamaan YAHUDI dengan ISRAEL. Tulisan ini banyak diturunkan dari sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali Hafidzahahullah yang berjudul “Penamaan Negeri Yahudi yang Terkutuk dengan Israel”. Tidak diragukan bahkan seolah telah menjadi kesepakatan dunia termasuk kaum muslimin bahwa negeri Yahudi bernama Israel. Akan tetapi sangat disayangkan tidak ada seorang pun yang mengingatkan bahaya besar penamaan ini.
Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati tiap muslim bahwa ISRAIL adalah nama dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Allah ta’ala berfirman : “Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah, “(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat),maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar”".(Q.S. Al-Imran:93)
Dari ayat di atas, dapat kita ketahui bahwa Israil adalah nama lain dari Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu :”Sekelompok orang yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu’alaihi wasallam mengatakan : “Apakah kalian mengakui Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab : “Ya, betul” Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Ya Allah, saksikanlah”.”(H.R. Daud At-Thayalisy 2846)
Kata “Israil” merupakan susunan dua kata “israa” dan “iil” yang dalam bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan israa dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan iil artinya Allah. Sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah (hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan surat Al-Baqarah ayat 40).
Telah diketahui bersama bahwa Nabi Ya’qub adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta’ala. Allah banyak memujinya di banyak ayat al Qur’an. jika kita mengetahui hal ini, maka dengan alasan apa nama Israil yang mulia disematkan kepada orang-orang yahudi. Terlebih lagi ketika umat islam menggunakan nama ini dalam konteks kalimat yang negatif, diucapkan disertai perasaan kebencian yang memuncak seperti Biadab Israel…Israel Bangsat…Keparat Israel atau bahkan dijadikan sebagai Head Line News seperti Israel membantai kaum muslimin…Agresi militer Israel ke Palestina…dan seterusnya, namun sekali lagi, yang sangat fatal adalah ketika hal ini diucapkan tidak ada pengingkaran atau bahkan tidak merasa bersalah.
Mungkin perlu kita renungkan, pernahkah orang yang mengucapkan kalimat-kalimat di atas merasa bahwa dirinya telah menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam? pernahkah orang-orang yang menulis kalimat ini di majalah-majalah berlabelkan Islam dan mengajak kaum muslimin untuk mengobarkan jihad, merasa bahwa dirinya telah membuat tuduhan dusta kepada Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Mengapa tidak disadari bahwa Nabi Ya’qub ‘alaihis salam tidak ikut serta dalam perbuatan orang-orang yahudi dan bahkan beliau berlepas diri dari perbuatan mereka yang keparat. Pernahkah mereka berfikir, apakah Nabi Israil ‘alaihis salam ridha andaikan beliau masih hidup?!
“Sedikitpun kami tidak berniat menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam dalam penggunaan kalimat-kalimat ini sebaliknya, yang kami maksud adalah yahudi…” Barangkali ini salah satu pernyataan yang akan dilontarkan oleh sebagian kaum muslimin ketika menerima nasihat ini. Maka jawaban singkat yang mungkin bisa kita berikan:”Justru inilah yang berbahaya, seseorang melakukan kesalahan namun dia tidak sadar kalau dirinya berbuat salah”. Bisa jadi orang-orang yahudi tidak merasa terhina dan dijelek-jelekkan karena yang dicela bukan nama mereka tapi nama nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Lalu dengan apa kita menamai mereka?! Kita menamai mereka sebagaimana nama yang Allah berikan dalam Al-Qur’an, YAHUDI dan bukan dengan ISRAEL.
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk mengucapkan dan melakukan perbuatan yang dicintai dan diridhai oleh Allah ta’ala.
Al Hafidz Ibn Hajar berkata dalam Fathul Bari ketika menjelaskan hadits ini, yang dimaksud diucapkan tanpa kontrol adalah tidak direnungkan bahayanya, tidak dipikirkan akibatnya, dan tidak diperkirakan dampak yang ditimbulkan. Hal ini semisal dengan firman Allah ketika menyebutkan tentang tuduhan terhadap Aisyah : “(Ingatlah) di waktu mendengar berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (Q.S An-Nur : 15)
Ucapan yang dimaksud adalah ungkapan penamaan yang begitu mendarah daging di kalangan kamu muslimin, yaitu penamaan YAHUDI dengan ISRAEL. Tulisan ini banyak diturunkan dari sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali Hafidzahahullah yang berjudul “Penamaan Negeri Yahudi yang Terkutuk dengan Israel”. Tidak diragukan bahkan seolah telah menjadi kesepakatan dunia termasuk kaum muslimin bahwa negeri Yahudi bernama Israel. Akan tetapi sangat disayangkan tidak ada seorang pun yang mengingatkan bahaya besar penamaan ini.
Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati tiap muslim bahwa ISRAIL adalah nama dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Allah ta’ala berfirman : “Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah, “(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat),maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar”".(Q.S. Al-Imran:93)
Dari ayat di atas, dapat kita ketahui bahwa Israil adalah nama lain dari Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Dan nama ini diakui sendiri oleh orang-orang yahudi, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu :”Sekelompok orang yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu’alaihi wasallam mengatakan : “Apakah kalian mengakui Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab : “Ya, betul” Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Ya Allah, saksikanlah”.”(H.R. Daud At-Thayalisy 2846)
Kata “Israil” merupakan susunan dua kata “israa” dan “iil” yang dalam bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan israa dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan iil artinya Allah. Sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah (hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan surat Al-Baqarah ayat 40).
Telah diketahui bersama bahwa Nabi Ya’qub adalah seorang nabi yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta’ala. Allah banyak memujinya di banyak ayat al Qur’an. jika kita mengetahui hal ini, maka dengan alasan apa nama Israil yang mulia disematkan kepada orang-orang yahudi. Terlebih lagi ketika umat islam menggunakan nama ini dalam konteks kalimat yang negatif, diucapkan disertai perasaan kebencian yang memuncak seperti Biadab Israel…Israel Bangsat…Keparat Israel atau bahkan dijadikan sebagai Head Line News seperti Israel membantai kaum muslimin…Agresi militer Israel ke Palestina…dan seterusnya, namun sekali lagi, yang sangat fatal adalah ketika hal ini diucapkan tidak ada pengingkaran atau bahkan tidak merasa bersalah.
Mungkin perlu kita renungkan, pernahkah orang yang mengucapkan kalimat-kalimat di atas merasa bahwa dirinya telah menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam? pernahkah orang-orang yang menulis kalimat ini di majalah-majalah berlabelkan Islam dan mengajak kaum muslimin untuk mengobarkan jihad, merasa bahwa dirinya telah membuat tuduhan dusta kepada Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Mengapa tidak disadari bahwa Nabi Ya’qub ‘alaihis salam tidak ikut serta dalam perbuatan orang-orang yahudi dan bahkan beliau berlepas diri dari perbuatan mereka yang keparat. Pernahkah mereka berfikir, apakah Nabi Israil ‘alaihis salam ridha andaikan beliau masih hidup?!
“Sedikitpun kami tidak berniat menghina Nabi Ya’qub ‘alaihis salam dalam penggunaan kalimat-kalimat ini sebaliknya, yang kami maksud adalah yahudi…” Barangkali ini salah satu pernyataan yang akan dilontarkan oleh sebagian kaum muslimin ketika menerima nasihat ini. Maka jawaban singkat yang mungkin bisa kita berikan:”Justru inilah yang berbahaya, seseorang melakukan kesalahan namun dia tidak sadar kalau dirinya berbuat salah”. Bisa jadi orang-orang yahudi tidak merasa terhina dan dijelek-jelekkan karena yang dicela bukan nama mereka tapi nama nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Lalu dengan apa kita menamai mereka?! Kita menamai mereka sebagaimana nama yang Allah berikan dalam Al-Qur’an, YAHUDI dan bukan dengan ISRAEL.
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk mengucapkan dan melakukan perbuatan yang dicintai dan diridhai oleh Allah ta’ala.
Asal Usul Kaum Yahudi
Pada masa ini ramai orang yang beranggapan bahawa Hebrew, Bani Israel dan Yahudi itu adalah sama sahaja. Tapi sebenarnya, setiap satu dari yang disebutkan itu adalah berbeza. Hebrew merupakan satu bahasa dan bukan rumpun bangsa. Bahasa Hebrew digunakan oleh puak nomad Semitic yang tinggal di Timur Mediterranean sebelum tahun 1300 sebelum Masihi.
Bani Israel pula adalah merupakan satu rumpun bangsa yang sememangnya pernah wujud dalam sejarah manusia. Manakala Yahudi pula adalah satu kumpulan manusia yang telah mengamalkan peradaban Hebrew dan Bani Israel.
Orang-orang Yahudi sebenarnya tergolong dari berbagai-bagai rumpun bangsa dan bukan satu bangsa yang tulen. Ia merupakan tidak lebih daripada sekumpulan komuniti manusia yang berjaya memelihara identity mereka selama 1900 tahun. Iaitu dari tarikh musnahnya wilayah kekuasaan Rom yang dikenali sebagai Judea dalam tahun 135 Masihi sehinggalah penubuhan Negara Israel dalam tahun 1948. Dalam tahun 1970, Parlimen Israel telah meluluskan satu undang-undang yang mentafsirkan Yahudi sebagai seorang yang dilahirkan daripada seorang ibu Yahudi. Satu tafsiran yang tidak mempunyai erti langsung. Apa yang telah mengekalkan perpaduan mereka ini ialah keteguhan mereka dalam memegang dan mengeamalkan agama yang dikenali sebagai Judaisme.
Orang-orang Yahudi mengabadikan diri mereka yang begitu mendalam dan bersungguh-sungguh terhadap ilmu pengetahuan. Kepada mereka, mempelajari ilmu pengetahuan adalah satu-satunya amalan keagamaan yang mesti dilakukan di dalam apa jua keadaan sekalipun. Bagaimanapun, rata-rata, Yahudi adalah orang yang tidak sepatutnya diberi muka di atas bumi ini. Bangsa-Bangsa Bersatu, mereka telah dengan mudah tunduk kepada tekanan-tekanan dan desakan Yahudi. Bagaimanakah hanya sekumpulan komuniti manusia boleh diberikan sebuah Negara. Negara itu pula adalah sebuah Negara milik orang lain.
Yahudi tidak dikehendaki walau di mana-mana pun. Di antara tahun 132 hingga 135 Yahudi telah diharamkan memasuki Jerusalem. Sesiapa sahaja di kalangan mereka yang melanggar perintah itu akan dihukum bunuh. Dalam kurun ke-enam pula, orang-orang Yahudi yang merempat di Sepanyol telah diletakkan ke satu taraf kedudukan yang paling hina sekali. Semasa kebangkitan agama Kristian di Eropah, ramai orang Yahudi telah dibunuh di atas tuduhan telah menyebabkan kematian Nabi Isa. Dalam zaman Perang Salib yang berlaku di antara kurun Masihi yang ke-11 hingga kurun Masihi yang ke-13, ramai lagi orang Yahudi yang telah dibunuh. Dalam tahun 1215, majlis Gereja Roman Katholik telah mengarahkan supaya semua orang Yahudi memakai tanda pengenalan. Perkara yang sama juga dilakukan oleh Khalifah Omar semasa beliau memerintah Baghdad. Dalam tahun 1920 pula, Raja Edward I, iaitu Raja England ketika itu, telah menghalau Yahudi dari bumi England. Perbuatan ini dituruti pula oleh Raja Perancis, Charles IV
Dalam abad yang ke-14 dalam satu era yang dipanggil 'Black Death', pembunuhan secara beramai-ramai ke atas orang-orang Yahudi menjadi sebagai satu perkara biasa sahaja. Sepanyol menghalau penduduk-penduduk Yahudi dari Negara mereka dalam tahun 1494. Portugal pula berbuat demikian dalam tahun 1497. Sejarah juga telah membuktikan bahawa orang-orang Yahudi ini telah merempat dari satu tempat ke satu tempat. Ada di antara mereka telah lari ke Turki. Nasib baiklah ketika itu Turki adalah sebuah Negara Islam yang diperintah oleh Constantinople. Islam adalah satu-satunya agama yang sangat bertoleransi. Selain dari Turki, mereka juga lari ke Rusia dan Poland. Dalam tahun 1648 terdapat kira-kira setengah juta Yahudi di Poland. Tapi tidak lama kemudian, di sekitar tahun 1648 hingga 1658, di bawah pemerintahan Bogdani Chmielnicki, sebilangan besar dari mereka telah dibunuh dan harta mereka dimusnahkan.
Selepas tahun 1650, satu era baru muncul pula di Eropah Barat berikutan dengan Reformasi Puak Protestan. Dalam era itu orang-orang Yahudi telah digalakkan pula berhijrah ke tanah jajahan British yang baru, iaitu Amerika. Dalam tahun 1791, Majlis Kebangsaan Perancis membenarkan kemasukan orang-orang Yahudi ke Negara itu. Ini dilakukan sebagai memenuhi konsep demokratik Revolusi Perancis. Namun begitu, tidak beberapa lama kemudian, Napoleon I telah membantah keras dasar itu. Sementara kedatangan orang-orang Yahudi disambut baik di Eropah Barat, Eropah Timur pula mengamalkan dasar yang berlawanan. Rusia dan Poland telah mengamalkan dasar pembunuhan beramai-ramai ke atas orang-orang Yahudi. Pembunuhan ini samalah seperti apa yang telah berlaku di Eropah Barat satu ketika dahulu.
Apabila Poland Timur menjadi sebuah tanah jajahan Rusia di antara tahun-tahun 1772 hingga 1796, orang-orang Yahudi yang masih ramai lagi hidup di situ telah dikenakan sekatan-sekatan yang hebat. Mereka juga hilang hak untuk menuntut ilmu dan berniaga. Mereka tidak dibenarkan tinggal di luar tempat-tempat yang tertentu. Bukan itu sahaja, malah Kerajaan Rusia telah menggalakkan serta membiayai pembunuhan orang-orang Yahudi secara beramai-ramai. Peristiwa inilah yang dikenali sebagai 'pogrom', iaitu pembunuhan orang-orang Yahudi secara beramai-ramai di zaman moden. Ia berlaku dalam tahun 1881 berikutan terbunuhnya Czar Alexander II.
Kemudian dalam tahun 1903 dan tahun1905, ekoran dari kegagalan Revolusi Rusia, berlaku sekali lagi pogrom. Pogrom kali ini hebat dan berlaku di 600 buah kampung orang-orang Yahudi. Mereka dicincang hidup-hidup sementara harta benda mereka serta rumah-rumah mereka dibakar. Pogrom yang mengorbankan beratus-ratus ribu orang Yahudi pula berlaku semasa Perang Saudara Rusia akibat dari Revolusi Bolshevik dalam tahun 1917. Dalam tahun 1938, pogrom juga telah berlaku di Jerman. Dan pogrom yang terbesar sekali yang pernah berlaku dalam sejarah ialah pogrom yang berlaku dalam Perang Dunia Kedua di mana seramai enam juta orang-orang Yahudi telah dibunuh secara sistematik dalam apa yang dinamakan oleh Kerajaan Jerman sebagai 'penyelesaian terakhir kepada masalah orang-orang Yahudi.
Bani Israel pula adalah merupakan satu rumpun bangsa yang sememangnya pernah wujud dalam sejarah manusia. Manakala Yahudi pula adalah satu kumpulan manusia yang telah mengamalkan peradaban Hebrew dan Bani Israel.
Orang-orang Yahudi sebenarnya tergolong dari berbagai-bagai rumpun bangsa dan bukan satu bangsa yang tulen. Ia merupakan tidak lebih daripada sekumpulan komuniti manusia yang berjaya memelihara identity mereka selama 1900 tahun. Iaitu dari tarikh musnahnya wilayah kekuasaan Rom yang dikenali sebagai Judea dalam tahun 135 Masihi sehinggalah penubuhan Negara Israel dalam tahun 1948. Dalam tahun 1970, Parlimen Israel telah meluluskan satu undang-undang yang mentafsirkan Yahudi sebagai seorang yang dilahirkan daripada seorang ibu Yahudi. Satu tafsiran yang tidak mempunyai erti langsung. Apa yang telah mengekalkan perpaduan mereka ini ialah keteguhan mereka dalam memegang dan mengeamalkan agama yang dikenali sebagai Judaisme.
Orang-orang Yahudi mengabadikan diri mereka yang begitu mendalam dan bersungguh-sungguh terhadap ilmu pengetahuan. Kepada mereka, mempelajari ilmu pengetahuan adalah satu-satunya amalan keagamaan yang mesti dilakukan di dalam apa jua keadaan sekalipun. Bagaimanapun, rata-rata, Yahudi adalah orang yang tidak sepatutnya diberi muka di atas bumi ini. Bangsa-Bangsa Bersatu, mereka telah dengan mudah tunduk kepada tekanan-tekanan dan desakan Yahudi. Bagaimanakah hanya sekumpulan komuniti manusia boleh diberikan sebuah Negara. Negara itu pula adalah sebuah Negara milik orang lain.
Yahudi tidak dikehendaki walau di mana-mana pun. Di antara tahun 132 hingga 135 Yahudi telah diharamkan memasuki Jerusalem. Sesiapa sahaja di kalangan mereka yang melanggar perintah itu akan dihukum bunuh. Dalam kurun ke-enam pula, orang-orang Yahudi yang merempat di Sepanyol telah diletakkan ke satu taraf kedudukan yang paling hina sekali. Semasa kebangkitan agama Kristian di Eropah, ramai orang Yahudi telah dibunuh di atas tuduhan telah menyebabkan kematian Nabi Isa. Dalam zaman Perang Salib yang berlaku di antara kurun Masihi yang ke-11 hingga kurun Masihi yang ke-13, ramai lagi orang Yahudi yang telah dibunuh. Dalam tahun 1215, majlis Gereja Roman Katholik telah mengarahkan supaya semua orang Yahudi memakai tanda pengenalan. Perkara yang sama juga dilakukan oleh Khalifah Omar semasa beliau memerintah Baghdad. Dalam tahun 1920 pula, Raja Edward I, iaitu Raja England ketika itu, telah menghalau Yahudi dari bumi England. Perbuatan ini dituruti pula oleh Raja Perancis, Charles IV
Dalam abad yang ke-14 dalam satu era yang dipanggil 'Black Death', pembunuhan secara beramai-ramai ke atas orang-orang Yahudi menjadi sebagai satu perkara biasa sahaja. Sepanyol menghalau penduduk-penduduk Yahudi dari Negara mereka dalam tahun 1494. Portugal pula berbuat demikian dalam tahun 1497. Sejarah juga telah membuktikan bahawa orang-orang Yahudi ini telah merempat dari satu tempat ke satu tempat. Ada di antara mereka telah lari ke Turki. Nasib baiklah ketika itu Turki adalah sebuah Negara Islam yang diperintah oleh Constantinople. Islam adalah satu-satunya agama yang sangat bertoleransi. Selain dari Turki, mereka juga lari ke Rusia dan Poland. Dalam tahun 1648 terdapat kira-kira setengah juta Yahudi di Poland. Tapi tidak lama kemudian, di sekitar tahun 1648 hingga 1658, di bawah pemerintahan Bogdani Chmielnicki, sebilangan besar dari mereka telah dibunuh dan harta mereka dimusnahkan.
Selepas tahun 1650, satu era baru muncul pula di Eropah Barat berikutan dengan Reformasi Puak Protestan. Dalam era itu orang-orang Yahudi telah digalakkan pula berhijrah ke tanah jajahan British yang baru, iaitu Amerika. Dalam tahun 1791, Majlis Kebangsaan Perancis membenarkan kemasukan orang-orang Yahudi ke Negara itu. Ini dilakukan sebagai memenuhi konsep demokratik Revolusi Perancis. Namun begitu, tidak beberapa lama kemudian, Napoleon I telah membantah keras dasar itu. Sementara kedatangan orang-orang Yahudi disambut baik di Eropah Barat, Eropah Timur pula mengamalkan dasar yang berlawanan. Rusia dan Poland telah mengamalkan dasar pembunuhan beramai-ramai ke atas orang-orang Yahudi. Pembunuhan ini samalah seperti apa yang telah berlaku di Eropah Barat satu ketika dahulu.
Apabila Poland Timur menjadi sebuah tanah jajahan Rusia di antara tahun-tahun 1772 hingga 1796, orang-orang Yahudi yang masih ramai lagi hidup di situ telah dikenakan sekatan-sekatan yang hebat. Mereka juga hilang hak untuk menuntut ilmu dan berniaga. Mereka tidak dibenarkan tinggal di luar tempat-tempat yang tertentu. Bukan itu sahaja, malah Kerajaan Rusia telah menggalakkan serta membiayai pembunuhan orang-orang Yahudi secara beramai-ramai. Peristiwa inilah yang dikenali sebagai 'pogrom', iaitu pembunuhan orang-orang Yahudi secara beramai-ramai di zaman moden. Ia berlaku dalam tahun 1881 berikutan terbunuhnya Czar Alexander II.
Kemudian dalam tahun 1903 dan tahun1905, ekoran dari kegagalan Revolusi Rusia, berlaku sekali lagi pogrom. Pogrom kali ini hebat dan berlaku di 600 buah kampung orang-orang Yahudi. Mereka dicincang hidup-hidup sementara harta benda mereka serta rumah-rumah mereka dibakar. Pogrom yang mengorbankan beratus-ratus ribu orang Yahudi pula berlaku semasa Perang Saudara Rusia akibat dari Revolusi Bolshevik dalam tahun 1917. Dalam tahun 1938, pogrom juga telah berlaku di Jerman. Dan pogrom yang terbesar sekali yang pernah berlaku dalam sejarah ialah pogrom yang berlaku dalam Perang Dunia Kedua di mana seramai enam juta orang-orang Yahudi telah dibunuh secara sistematik dalam apa yang dinamakan oleh Kerajaan Jerman sebagai 'penyelesaian terakhir kepada masalah orang-orang Yahudi.
Langgan:
Catatan (Atom)

