Selasa, Mei 05, 2009

Asal Usul Surah Dalam Al-Quran: Al Infithaar

Surah Al Infithaar (Pecah Belah) سورة الإنفطار (bahasa arab: الانفطار ) adalah surah ke-82 dalam Al Qur'an (kitab suci agama Islam). Surah ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah An Naazi'aat. Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surah ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Kandungannya:

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat; peringatan kepada manusia agar tidak terpedaya sehingga durhaka kepada Allah; adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia; pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain; hanya kekuasaan Allah-lah yang berlaku pada waktu itu.

Asal Usul Surah Dalam Al-Quran: Al Qiyaamah

Surah Al Qiyaamah (Kebangkitan) سورة القيامة adalah surah ke-75 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al Qaari'ah. Kata Al Qiyaamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al Qiyaamah yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Kandungannya:

Kepastian terjadinya hari kiamat dan huru-hara yang terjadi padanya.

Jaminan Allah terhadap ayat-ayat Al Quran dalam dada Nabi Muhammad sehingga ia tidak lupa tentang urutan arti dan pembacaannya.

Celaan Allah kepada orang-orang musyrik yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat.

Keadaan manusia di waktu sakaratul maut.

Asal Usul Surah Dalam Al-Quran: Al Waaqi'ah

Surah Al Waaqi'ah (Peristiwa yang Tidak Dapat Dielakkan) سورة الواقعة adalah surah ke-56 dalam Al Qur'an (kitab suci agama Islam). Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan golongan surat Makkiyah. Surah yang diturunkan sesudah surah Thaa Haa ini dinamai dengan Al Waaqi'ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi'ah yang terdapat pada ayat pertama.

Kandungannya:

Keimanan:

Huru-hara di waktu terjadinya hari kiamat; manusia di waktu hisab (hari perhitungan) terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang ber-segera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan; bantahan Allah terhadap keingkaran orang-orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab; Al Quran berasal dari Lauhul Mahfuuzh.

Lain-lain:

Gambaran tentang syurga dan neraka.

Asal Usul Surah Dalam Al-Quran: An Najm

Surah An Najm (Bintang) سورة النجم (bahasa arab : النّجْم) adalah surah ke-53 dalam Al Qur'an (kitab suci agama Islam). Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah dan diturunkan sesudah surah Al Ikhlash. Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Kandungannya:

Keimanan:

Al Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. dengan perantaraan Jibril a.s. kebatilan penyembah berhala; tak ada seseorangpun memberi syafa'at tanpa izin Allah; tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum-hukum:

Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar; kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja;

Dan lain-lain:

Nabi Muhammmad s.a.w. melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama dan sekali lagi di Sidratul Muntaha; anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya; orang-orang musyrik selalu memperolok-olokkan Al Quran.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Fushshilat

Surah Fushshilat (Dijelaskan) سورة فصّلت adalah surah ke-41 dalam Al Qur'an (kitab suci agama Islam). Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surah yang diturunkan sesudah surah Al Mu'min ini dinamai "Fushshilat" (yang dijelaskan) diambil dari perkataan Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini

Kandungannnya:

Keimanan:

Al Quran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya; kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah; semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung; anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat; azab yang ditimpakan kepada kaum Aad dan Tsamud; permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh; berita gembira dari malaikat kepada orang-orang yang beriman; anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik; ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah; sifat-sifat Al Quranul Karim; manusia dan wataknya.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al Mu'min

Surah Al Mu'min (Orang yang Beriman) سورة غافر (bahasa arab :المؤمن ) atau Surah Ghafir (bahasa arab :سورة غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al Qur'an, kitab suci pemeluk agama Islam. Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Surah yang diturunkan sesudah surah Az Zumar ini dinamai Al Mu'min (Orang yang beriman), berhubung dengan kata mukmin yang terdapat pada ayat 28 surah ini (Templat:Quran-usc). Dinamakan pula Ghafir (yang mengampuni) diambil dari ayat ke-3 surat ini (Templat:Quran-usc) . Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa. dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa .

Kandungannya:

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul 'Arsy dan yang berada di sekitarnya; dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah, sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya; ilmu Allah meliputi segala sesuatu; bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Kisah:

Kisah Musa dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Quran dan sikap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir terhadapnya; permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka; peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiamat; anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin; nikmat-nikmat Allah yang terdapat di daratan dan lautan; janji Rasulullah bahwa orang-orang mukmin akan menang terhadap musuhnya.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al Ahzab

Surah Al Ahzab (Golongan yang Bersekutu) سورة الأحزاب adalah surah ke-33 dalam Al Qur'an (kitab suci agama Islam). Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran. Dinamai Al Ahzab yang bererti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Medinah.

Kandungannya:

Dua ayat terakhir surat Al-Ahzab pada naskah kuno yang diperkirakan berasal dari Tunisia abad ke-16Keimanan: Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung; takdir Allah tidak dapat ditolak; Nabi Muhammad SAW adalah contoh dan teladan yang baik; Nabi Muhammad SAW adalah rasul dan nabi yang terakhir; hanya Allah saja yang mengetahui kapan terjadinya kiamat.

Hukum-hukum:

Hukum zhihar; kedudukan anak angkat; dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah); tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri; hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya; larangan menyakiti hati Nabi.

Kisah-kisah:

Perang Ahzab (Khandaq); kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid; memerangi Bani Quraizhah.

Dan lain-lain:

Penyesalan orang-orang kafir di akhirat kerana mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya; sifat-sifat orang munafik

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: As Sajdah

Surah As Sajdah (Sujud) سورة السجدة (bahasa arab : السّجدة ) adalah surah ke-32 dalam Al Qur'an, kitab suci agama Islam. Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al Mu'minuun. Dinamakan As Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Kandungannya:

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrik Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun sebelumnya; menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lah yang menguasai alam semesta dan Dia-lah yang mengaturnya dengan aturan yang paling sempurna; menyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan sembahyang malam (tahajjud dan witir).

Dan lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fasa-fasa yang dilaluinya sampai ia menjadi manusia; penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mukmin di dunia dan nikmat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat; kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat kebaikan, tetapi keinginan ini ditolak; keingkaran kaum musyrik terhadap hari berbangkit dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Luqman

Surah Luqman (bahasa arab: لقمان) Luqman) سورة لقمان adalah surah ke-31 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Surah ini diturunkan sesudah surat Ash Shaffaat.

Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surat ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya

Kandungannya:

Keimanan:

Al Qur'an merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang yang beriman; keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas keesaan dan kekuasaan Allah; manusia tidak akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Allah dan berbuat amal-amal yang saleh; lima hal yang gaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri; ilmu Allah meliputi segalanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum-hukum:

Kewajiban patuh dan berbakti kepada kedua orangtua selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah; perintah supaya memperhatikan alam dan keajaibannya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan; perintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat di tolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah-kisah:

Kisah Luqman, ilmu dan hikmah yang didapatnya.

Lain-lain:

Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat-ayat Allah; celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya; menghibur hati Rasulullah s.a.w. terhadap keingkaran orang-orang musyrik, karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya; nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Ar Ruum

Surah Ar Ruum (bahasa arab: الرّوم ) (Masyarakat Rom) سورة الرّوم
adalah surah ke-30 dalam Al Qur'an, kitab suci agama Islam. Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan sesudah surah Al Insyiqaq. Dinamakan Ar Ruum yang bererti bangsa Romawi (bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (Templat:Quran-usc-Templat:Quran-usc) terdapat ramalan Al Qur'an tentang bangsa Romawi tentang kekalahan dan kemudian kemenangannya atas bangsa Persia.

Kandungannya:

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad dengan memberitahukan kepadanya hal yang gaib seperti ramalan menangnya kembali bangsa Romawi atas kerajaan Persia; bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri; bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit; contoh-contoh dan perumpamaan yang menjelaskan bahwa berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfaat kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.
Hukum-hukum: Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia; kewajiban berdakwah; kewajiban memberi nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, musafir dan sebagainya; larangan mengikuti orang musyrik; hukum riba.

Kisah-kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Romawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Dan lain-lain:

Manusia pada umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan berputus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang- orang yang beriman; kewajiban rasul hanya menyampaikan dakwah; kejadian-kejadian yang dialami oleh umat-umat yang terdahulu patut menjadi i'tibar dan pelajaran bagi ummat yang kemudian.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al 'Ankabuut

Surah Al 'Ankabuut (Labah-labah) سورة العنكبوت adalah surah ke-29 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al 'Ankabuut berhubung terdapatnya perkataan Al 'Ankabuut yang bererti labah-labah pada ayat 41 surat ini, dimana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan labah-labah yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain. Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Kandungannya"

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya, tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali; Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum-hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapak; kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar; kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datangnya dari ibu bapa.

Kisah-kisah:

Kisah-kisah cubaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syu'aib a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Dan lain-lain: Cubaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang, usaha manusia itu manfaatnya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah. Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al Qasas

Surah Al-Qasas (Cerita-Cerita)سورة القصص - surah yang diturunkan di Makkah selepas Surah An-Naml. Surah ini mengandungi 88 ayat dan diletakkan dalam susunan surah sebagai surah yang ke 28. Surah ini diberi nama surah Al-Qasas kerana mengambil perkataan dari ayat 25 yang bermaksud:

Ayat 25 Surah Al-Qasas yang mengandungi perkataan القصص"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya bapaku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami. Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah iaitu ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat. Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa a.s. dengan kekejaman Firaun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberika janji akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w. kelak.

Kandungannya"

Sebahagian utama surah ini menceritakan tentang riwayat hidup Nabi Musa a.s dari peristiwa yang berlaku ketika kelahiran baginda serta menunjukkan kekejaman Firaun dan pertolongan Allah kepada Bani Israil apabila Nabi Musa a.s. mula menerima wahyu.

Sebahagian yang lain menceritakan:

* Kisah nabi-nabi yang terdahulu sebagai bukti kenabian Nabi Muhammad s.a.w.

* Kelebihan ahli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad s.a.w.

* Pemberian taufik kepada hamba-Nya yang beriman

* Allah menghancurkan penduduk suatu negeri kerana kezaliman mereka sendiri.

* Tidak diazab suatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka.

* Keadaan orang kafir di Hari Kiamat.

* Perselisihan siang dan malam sebagai rahmat kepada manusia.

* Kebaikan akan dibalas Allah berlipat ganda manaka kejahatan dibalas sama seimbang.

* Janji akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w.

* Kisah Qarun dengan kemewahannya.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: An Naml

Surah An Naml (Semut) سورة النّمل adalah surah ke-27 dalam Al Qur'an.Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah dan diturunkan sesudah surah Asy Syu'araa'. Dinamai dengan An Naml yang bererti semut, kerana pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman a.s. dan tentaranya yang akan melewati tempat itu. Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan takjub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maba Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya. Nabi Sulaiman a.s. yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Kandunganya:

Keimanan:

Al Quran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin; ke Esaan dan kekuasaan Allah s.w.t. dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini; hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang gaib; adanya hari berrbangkit bukanlah sebuah dongeng.

Kisah-kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis; kisah Nabi Shaleh a.s dengan kaumnya; kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya.

Dan lain-lain:

Ciri-ciri orang mukmin; Al Quran menjelaskan apa yang diperselisihkan Bani Israil; hanya orang-orang mukminlah yang menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu, Allah menyuruh Nabi Muhammad s.a.w. dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Quran, Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.