Isnin, Mac 06, 2017

Adakah RUU355 itu HUDUD?

Akta 355 adalah suatu akta untuk memberi bidang kuasa jenayah kepada mahkamah yang ditubuhkan bawah mana-mana undang-undang negeri bagi maksud membicarakan kesalahan jenayah bawah Enakmen Kesalahan Jenayah Syariah.
Akta ini mula-mula dikanunkan pada tahun 1965 dan waktu itu, ia dikenali sebagai Akta Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah) 1965.

Hukuman yang tersenarai dalam akta ini ialah denda RM1,000 dan penjara 6 bulan.
Pindaan yang pertama dilaksanakan pada tahun 1984 [yang dinamakan Akta Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah) (Pindaan) 1984], untuk meluaskan lagi kuasa menghukum Mahkamah Syariah kepada tiga tahun penjara, RM5,000 denda dan enam kali sebatan.
Selepas itu, akta ini dipinda lagi pada tahun 1989 untuk diluaskan ke Sabah dan Sarawak [dinamakan sebagai Akta Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah (Pindaan dan Perluasan) 1989].
Pindaan terakhir berlaku pada tahun 1997, tetapi pada tafsiran sahaja, dan ia digelar Akta Tafsiran (Pindaan) 1997.
Kesemua pindaan bermula tahun 1984, 1989 dan 1997 diusulkan oleh pihak kerajaan.
Manakala, buat kali pertama pindaan pada tahun 2016 baru-baru ini dibawa secara usul persendirian oleh yang berhormat anggota parlimen Marang yang bertujuan untuk meluaskan lagi bidang kuasa hukuman yang dibenarkan oleh Mahkamah Syariah, kecuali hukuman mati.

9 Perbezaan antara Undang-undang Jenayah Islam dan Undang-undang Jenayah Sivil




Undang-undang jenayah Islam mempunyai kelebihan tersendiri berbanding undang-undang jenayah sivil yang kebanyakannya datang dari negara Barat. Di Malaysia umpamanya undang-undang jenayah kebanyakannya diperuntukkan di dalam Kanun Keseksaan (Akta 574) yang diceduk dari Kanun Keseksaan India. Kanun Keseksaan India ini adalah sebenarnya berasal dari kaedah-kaedah perundangan Common Law England yang dikumpulkan dan ditulis dalam bentuk akta atau Kanun. Selain Kanun Keseksaan, undang-undang jenayah juga terdapat dalam akta-akta tertentu seperti Akta Dadah Berbahaya, Akta Kastam 1967, Akta Pencegahan Rasuah 1997, Akta Keselamatan Dalam Negeri 1957, Akta Rahsia Rasmi 1983 dan lain-lain. Sementara prosedur jenayah pula diperuntukkan dalam Kanun Prosedur Jenayah (NMB. Bab 6), Akta Keterangan dan akta-akta berkaitan mahkamah.


Oleh kerana sumber kedua-dua undang-undang ini adalah berbeza maka terdapat beberapa perbezaan di antara undang-undang jenayah Islam dan undang-undang jenayah sivil. Antara perbezaan di antara undang-undang jenayah Islam dan undang-undang jenayah sivil adalah:

  1. Undang-undang Islam adalah dari Allah sedangkan undang-undang sivil adalah ciptaan manusia. Allah yang memiliki segala sifat kesempurnaan tentunya membuat undang-undang yang terbaik dan paling sesuai untuk manusia. Bahkan manusia ini adalah ciptaan Allah, maka Allah tentu Maha Mengetahui apakah undang-undang jenayah yang sesuai dengan fitrah manusia. Undang-undang ciptaan manusia terdedah dengan seribu satu kelemahan kerana ilmu dan kebolehan manusia adalah terhad. Tambahan pula manusia sentiasa terpengaruh dengan keadaan persekitaran, latar belakang keluarga, pendidikan, dorongan nafsu dan hasutan syaitan. Kerana itulah undang-undang manusia sentasa berubah umpamanya dahulu homoseksual dianggap sebagai satu jenayah, tetapi hari ini ia tidak lagi dianggap satu kesalahan, bahkan ia diangkat sebagai satu amalan yang sah melalui perkahwinan seperti yang diamalkan di negara-negara tertentu.

Mengenal Hadits Maudhu’ (Palsu)

(A) Pengantar

Hadits palsu atau hadits maudhu’ adalah perkataan dusta yang dibuat dan direkayasa oleh seseorang kemudian dinisbahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits palsu adalah seburuk-buruknya hadits dhaif, bahkan sebagian ulama menganggapnya jenis tersendiri di luar hadits dhaif.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam pembuat hadits palsu dengan ancaman yang sangat berat. Dalam sebuah hadits mutawatir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
Artinya: “Siapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka bersiaplah menempati tempat duduknya di neraka.”
Seluruh ulama pun sepakat haram hukumnya meriwayatkan atau menyampaikan hadits maudhu’ kecuali dengan menjelaskan hakekatnya, bahwa ia hadits palsu. Ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan Imam Muslim dalam muqaddimah Shahih-nya:
من حدث عني بحديث يُرَى أنه كذب فهو أحد الكاذبين
Artinya: “Siapa yang menyampaikan satu hadits dariku, dan ia duga itu kedustaan (atas namaku), maka ia adalah salah seorang pendusta.”

(B) Cara Pemalsu Hadits Membuat Hadits Palsu

Ada dua cara yang diambil oleh pemalsu hadits dalam membuat hadits palsu, yaitu:
1. Dia sendiri yang menyusun dan membuat hadits palsu tersebut, kemudian ia letakkan sanad hadits, lalu ia riwayatkan.
2. Dia mengambil perkataan dari para ahli hikmah atau yang lainnya, kemudian ia letakkan sanadnya.

Kotor atau Najis?



Penulis berpendapat bahwa kedua hal tersebut berbeda. Antara suci dengan bersih dan antara kotor dengan najis. Jika suci itu pasti bersih, namun jika bersih ya belum tentu suci. Kemudian jika najis itu pasti kotor, namun kotor itu belum tentu najis. Nah loh? Kok bisa? Oke langsung saya jelasin.
Penulis berpendapat bahwa kedua hal tersebut berbeda. Antara suci dengan bersih dan antara kotor dengan najis. Jika suci itu pasti bersih, namun jika bersih ya belum tentu suci. Kemudian jika najis itu pasti kotor, namun kotor itu belum tentu najis. Nah loh? Kok bisa? Oke langsung saya jelasin.

Thaharah

Telebih dahulu saya jelaskan konsep mengenai Thaharah. Thaharah berasal dari bahasa arab yakni “Ath-thaharat(h)”, yang artinya menurut bahasa sama dengan “An-nadhafat(h)”, yakni bersih, kebersihan, atau bersuci.
Thaharah menurut syari’at Islam adalah suatu kegiatan bersuci dari hadats dan najis sehingga seseorang diperbolehkan untuk mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci seperti shalat dan thawaf.
Kegiatan bersuci dari hadats dapat dilakukan dengan berwudhu, tayammum, dan mandi. Sedangkan bersuci dari najis meliputi bersuci badan, pakaian, dan tempat.
Rasulullah sangat menganjurkan supaya kita menjaga kebersihan (bersuci) yakni “Allah tidak akan menerima shalat yang tidak dengan bersuci” (HR. Muslim)

Khamis, April 28, 2016

Soal-Jawab Dr. Zakir Naik: Apakah Islam Disebarkan Dengan "Pedang" (Kekerasan)?

Pertanyaan: 

Bagaimana Islam disebut sebagai agama perdamaian jika dulu Islam sebarkan dengan "pedang" 
(kekerasan)? 

Jawaban: 

Beberapa orang non-Muslim pada umumnya mengklaim hal yang sama, yakni bahwa Islam tidak 
akan memiliki jutaan pengikut di seluruh dunia jika tidak disebarkan dengan jalan kekerasan. 
Poin-poin berikut akan menjelaskan secara gamblang bahwa bukanlah dengan "pedang" 
(kekerasan) Islam disebarkan, melainkan dengan kebenaran, alasan-alasan yang masuk akal, dan 
logika, yang menjadi media penyebaran Islam di seluruh dunia. 

1) Islam berarti perdamaian 

Islam berasal dari akar kata "salaam", yang berarti selamat. Kata tersebut juga bisa berarti 
mendoakan keselamatan dan kesejahteraan bagi yang mengucapkan salam maupun penerima 
salam. Oleh sebab itu Islam disebut sebagai agama perdamaian yang diperoleh dari pengharapan 
selamat dan sejahtera seseorang untuk diri sendiri dan orang lain kepada Sang Maha Pencipta, 
Allah (swt). 

2) Terkadang kekerasan digunakan untuk mempertahankan kedamaian 

Tidak semua manusia di dunia senang mempertahankan perdamaian dan kerukunan. Banyak di 
antara mereka yang mengacaukan kedamaian untuk kepentingan pribadi atau kelompok mereka. 
Namun, kadang kala, kekerasan harus dilakukan guna mempertahankan perdamaian. Untuk 
alasan inilah, Islam mempunyai kebijakan dalam menggunakan kekerasan terhadap pelaku 
kriminal dan unsur-unsur anti sosial untuk mempertahankan perdamaian. Islam memiliki tujuan 
untuk memajukan perdamaian dan di waktu yang sama, Islam juga memperingatkan pengikutnya 
untuk melawan jika ada penindasan. Dalam Islam, kekerasan hanya boleh digunakan untuk 
menjaga perdamaian, kebenaran dan keadilan. 

Soal Jawab Dr. Zakir Naik: Jilbab/Hijab Bagi Wanita

Pertanyaan: 

Mengapa Allah melalui Islam menurunkan perintah bagi wanita untuk menjaga diri mereka 
dengan mengenakan jilbab? 

Jawaban: 

Hijab mencegah pelecehan 

Alasan mengapa Hijab disyariatkan bagi perempuan telah disebutkan Al-Qur'an dalam ayat-ayat 
berikut dari Surah Al-Ahzab: 

"Hai Muhammad! Katakanlah kepada istri-istri dan anak-anak perempuanmu, dan para 
perempuan yang beriman bahwa mereka harus mengenakan pakaian luar mereka di depan 
orang-orang lain (ketika di luar); hal ini akan memberikan kenyamanan bagi mereka 
(seperti itu) dan tidak mendapatkan gangguan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang." 
[Al-Qur'an 33:59] 

Al Qur'an menyatakan bahwa Hijab dianjurkan bagi para wanita sehingga mereka diakui sebagai 
wanita yang sopan dan hijab juga akan mencegah mereka dari gangguan berupa pelecehan 
seksual. 

Status perempuan dalam Islam sering menjadi sasaran serangan di media sekuler. 'Jilbab' atau 
busana Muslim dikutip oleh banyak orang sebagai contoh dari 'penaklukan' wanita di bawah 
hukum Islam. Sebelum kita menganalisis alasan di balik diamanatkannya 'jilbab' dalam agama, 
mari kita mempelajari status perempuan dalam masyarakat sebelum munculnya Islam. 


Khamis, November 19, 2015

Penciptaan Dunia Menurut Al Kitab dan Al Quran



Langit, bumi dan segala sesuatu yang ada di antaranya diciptakan dari kekosongan oleh Sabda Ilahi.
Pertama, Allah menciptakan terang. Kemudian, Dia menciptakan matahari dan bulan, demikianlah Ia menciptakan siang dan malam. Allah menciptakan waktu. Kemudian, langit, bumi dan laut dipisahkanNya. Bumi dihampari dengan tanaman-tanaman. Dia membuat langit, air dan bumi penuh dengan kerumunan burung, ikan dan hewan-hewan darat. Demikianlah kisah penciptaan di kedua Kitab Suci. Al Qur'an menambahkan bahwa segala sesuatu diciptakan dari air dan langit teruraikan ke dalam tujuh tataran langit.
Dalam Alkitab, laki-laki dan perempuan diciptakan seturut gambar Allah. Al Qur'an dengan tegas menolak kemiripan antara Allah dan manusia.

Kitab Kejadian menjelaskan bahwa Allah menegaskan apa yang telah diciptakanNya. "Allah melihat bahwa semuanya itu baik."
Kejadian 1: 10 

Al Qur'an menekankan kepedulian dan kemurahan Sang Pencipta. Keajaiban karya penciptaan menjadi "tanda-tanda bagi orang yang percaya" bahwa mereka dapat mempercayai belas kasih Allah.
16 Surah An Nahl (Lebah), 79

Keajaiban karya penciptaan harusnya mendorong umat manusia untuk berbuat lebih baik. Tujuannya ialah
"agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya"
11 Hud, 7

Dalam kedua Kitab Suci, penciptaan terjadi dalam enam hari (jangka) waktu Ilahi. Hari-hari ini bukanlah hari-hari biasa, karena siang dan malam, serta waktu, diciptakan selama proses penciptaan itu sendiri.

Perbezaan Akidah Islam Dan Yahudi



MUQADDIMAH

       Agama Islam dan Yahudi merupakan antara agama samawi yang diturunkan oleh ALLAH S.W.T kepada rasul-Nya untuk memimpin kaum-kaum yang telah diamanahkan. Namun demikian hanya agama Islam yang diturunkan kepada junjungan besar Rasulullah S.A.W untuk menjadi ikutan umat hingga akhir zaman. Malangnya, hingga ke hari ini masih ada lagi yang bertuhankan ataupun bertunjangkan agama Yahudi.
            
        Walaupun agama Yahudi merupakan salah satu dari agama Samawi tetapi ia tetap berbeza daripada agama Islam dan Nasrani. Ini dapat dibuktikan daripada hubungan sejarah dan ajaran agama Yahudi. Dalam satu buku yang bertajuk Sejarah Agama Yahudi Dan Kitab Perjanjian Lama: Satu Pengenalan Dan Analisa tulisan Mohd Fikri Bin Che Hussain berjaya mengupas persoalan-persoalan mengenai agama Yahudi yang mana telah dirakamkan dalam al-Quran dan al-Hadith. Dalam buku ini banyak menerangkan tentang kitab perjanjian lama Yahudi. Bukan itu sahaja ideologi Kabbalah juga ada dihuraikan di sini. Yang mana ideologi Kabbalah ini adalah satu bentuk amalan mistik yang paling popular di dalam fakta-fakta konspirasi dunia.
           
         Apa yang perlu diperhatikan ialah agama Yahudi merupakan satu bangsa yang sukar untuk difahami kerana mereka tidak sahaja memusuhi Islam sejak zaman nabi Ibrahim malah antara mereka sendiri juga berkonflik dalam menegakkan cabang-cabang ideologi pemikiran suku masing-masing.
            
          Di sini pengkaji akan membawakan perbezaan antara agama Islam dan Yahudi untuk dikongsi kepada semua. Semoga dengan perkongsian ilmu yang sedikit ini dapat menambah pemahan kita semua. Segala yang terlebih dan terkurang dalam kajian ini harap dimaafkan.

Kehidupan Sebelum Nabi Adam Diturunkan




Jika pembaca antara salah seorang yang percaya kewujudan Dinosaur, pembaca juga adalah salah seorang antara jutaan manusia yang percaya wujudnya hidupan sebelum Nabi Allah, Adam as. Kemungkinan ramai antara pembaca semua tidak sedar akan hakikat ini bukan?.

Persetujuan daripada ahli arkeologi menyatakan bahawa tamadun pertama yang wujud di muka bumi adalah tamadun Mesopotamia iaitu sekitar 4000BC. Jika sekarang kita berada di tahun 2010, ini bermakna tamadun Mesopotamia adalah berusia :

4000BC+2010AD=6010 tahun

Dan ia juga bermakna, Tamadun Mesopotamia telah mencapai usia 60 abad. Manakala, agama pertama di dunia yang di rekodkan iaitu agama Hindu telah dibentuk seawal 3000BC iaitu ketika permulaan tamadun Indus di India. Disebabkan agama Hindu terlampau awal dibentuk, sehingga kini tidak diketahui siapakah sebenarnya pengasas agama Hindu ini. 

Agama Hindu yang terdapat pada hari ini tidaklah sama dengan agama Hindu yang pada mula-mula ia diasaskan. Sepertimana agama lain, kecuali Islam, setiap agama mengalami perubahan bahkan terdapat agama yang mengalami perubahan yang ketara sepertimana agama Yahudi dan Kristian. Disebabkan agama Hindu adalah agama tertua di dunia, ahli arkeologi yang ingin menyelidik tamadun-tamadun purba akan mengkaji terlebih dahulu kitab-kitab purba agama Hindu terutamanya Veda dan itulah yang berlaku sekarang.

Dalam kitab Taurat dan Injil dalam Book of Genesis, umur Nabi Adam as ada dinyatakan. Nabi Adam as dikatakan hidup di bumi selama 930 tahun sebelum baginda wafat. Bergitu juga dengan Hawa yang wafat hampir dengan usia Nabi Adam. Namun, di dalam al-Quran tidak pula dinyatakan usia Adam namun Rasullulah SAW pernah menyatakan dalam sabdanya bahawa umur umat terdahulu adalah panjang dan sihat pula tubuh badan mereka.

Rabbi daripada agama Yahudi sepakat menyatakan bahawa umur Adam as diturun ke bumi adalah sekitar 4000BC selari dengan tamadun pertama di dunia di Mesopotamia iaitu juga sekitar 4000BC. 

Cerita Dari Seorang Paderi Mengenai Holy Water



Saya mempunyai kenalan Bekas Padri Katholik daripada negeri Sabah. Nama Kristiannya sebelum menganut Islam ialah Thomas Layden. dan kini beliau merupakan seorang mubaligh Islam yang sangat gigih menyebarkan dakwah Islam kepada Masyarakat terutama golongan Kristian sendiri. Bekas Padri Thomas ini berasal dari Sabah dan telah menganut Islam pada awal tahun 90han. Oleh sebab beliau seorang bekas Padri, dan pernah tinggal bersama-sama dengan Pope (John Paul II) di Vatican, beliau sangan arif tentang agama Kristian dan sangat arif tentang apa yang berlaku di Vatican.

Di antara perkara yang dijelaskan kepada saya, dan juga kepada orang ramai tentang agama Kristian (Khatolik), ialah tentang Kitab Gospel Of Barnabas, yang dianggap oleh pihak Gereja Kristian sebagai apocryphal(dianggap meragukan kandungan dan pengarangnya), tentang biara (yang ada di bawah tanah Gereja Vatican), Celebacy (Padri dan Nun tak boleh kahwin), bacaan talqin, kesah Confession ( memohon ampun) dan sebagainya. Tentang Biara, beliau mengatakan bahawa di Gereja vatican, terdapat sebuah biara
(Yang namanya Biara-) yang lokasinya agak terahsia. Jalan masuk ke dalam biara tersebut hanya berbentuk penutup lubang sahaja, tetapi dalamnya merupakan sebuah tempat yang menyerupai istana. hanya golongan tertentu sahaja, iaitu calon-calon Padri sahaja yang dibenarkan masuk ke dalam biara ini. leh sebab itu, padri-padri Kristian Khatolik diseluruh dunia (Yang hanya bertaraf Padri ke atas) nescaya pernah sampai dan tinggal di dalam biara ini. Dalam biara ini, bakal-bakal padri dan nun bercampur gaul dengan bebas, sehingga ada dikalangan Nun ini yang mengandung. kandungan Nun ini digugurkan dan dikeringkan untuk dijadikan air the Holy Water (Pagi ini, 22.5.98 Jam 8.30 pagi, saya telah menghubungi kawan saya itu tentang Holy Water. Ada kenyataan mengatakan bahawa Holy Water sebenarnya dibuat di Gereja,. di
sini pada malam PASKA. Bekas Padri Thomas, mengatakan benar bahawa di sini pun ada di buat Holy Water, tetapi Holy Water yang ini tidak digunakan sebagai air jampian. Yang digunakan sebagaiair jampian ialah air Holy Water yang juga di buat pada malam PASKA, tetapi menggunakan air daripada larutan janin hasil hubungan antara bakal padri dengan nun. Padri dan nun sebenarnya tidak boleh kahwin, tetapi sebenarnya mereka telah enjoy seks sepuas hati semasa mereka berada di dalam biara. (kalau tidak percaya, sila tanya Padri Katholik yang berhampiran dengan anda-Padri tidak boleh bohong! tidak boleh marah! kalau bohong , kalau marah, berdosa, kalau berdosa siapa yang akan mengampun dosa kerana hanya padri sahaja yang boleh ampun dosa. Pope sendiri walaupun tidak kahwin, tetapi beliau mempunyai ramai pembantu-pembantu wanita!.(Cuba bayangkan!).Bekas Padri Thomas juga mengatakan bahawa, keimanan sesaorang terhadap Jesus Christ sebagai Reedemer juga meningkat apabila berada di dalam biara kerana seolah-olah pada masa itu terbayang dimata mereka kehadiran Jesus Christ di sana.Bagaimana Jesus Christ, sebagai seorang anak Tuhan boleh beserta dengan mereka yang melakukan maksiat!. Biasanya yang selalu bersama-sama dengan pesta maksiat ialah Syaitan dan Iblis.

Syarat Wajib dan Syarat Sah Zakat

Zakat tidak secara mutlak wajib kepada selurah manusia. Ada syarat-syarat tertentu (sesuai syariat) yang menyebabkan seseorang wajib mengeluarkan zakat. Jika syarat tersebut sudah terpenuhi dalam dirinya maka dia fardhu ain mengeluarkan zakat. Selain itu, ada beberapa syarat juga yang disandarkan pada harta yang akan dizakati. Secara garis besar, syarat tersebut dibagi menjadi dua, syarat wajib dan syarat sah. Al-Zuhayly (2008) menyebutkan syarat wajib zakat adalah sebagai berikut:
1.   Merdeka
Budak tidak memiliki apa-apa. semua miliknya adalah milik tuannya. Oleh karena itu, budak tidak wajib mengeluarkan zakat.
2.   Islam
Zakat hanya wajib bagi orang yang beragama islam. Non muslim tidak wajib membayar zakat.
3.   Baligh dan berakal
Anak kecil (belum baligh) dan orang gila tidak wajib mengeluarkan zakat karena keduanya tidak terkena (beban) hukum syariat.
4.   Harta yang dikeluarkan adalah harta yang wajib dizakati dan berkembang
Harta yang masuk kriteria ini ada lima jenis, yaitu: a)  uang, emas, perak, baik berbentuk uang logam maupun uang kertas; b) barang tambang dan barang temuan; c) barang dagangan; d) hasil tanaman dan buah-buahan; dan e) binatang ternak yang merumput sendiri (jumhur ulama) atau binatang yang diberi makan oleh pemiliknya (Mazhab Maliki). Pengertian berkembang adalah harta tersebut disiapkan untuk dikembangkan, baik melalui perdagangan maupun diternakkan. Harta yang dimaksudkan untuk konsumsi pribadi tidak wajib dizakati seperti rumah, kendaraan dan perabotan rumah tangga.

Isnin, September 21, 2015

Daging Korban

 
Pembahagian Daging Qurban Pembahagian daging qurban terbahagi kepada dua jenis iaitu sembelihan Korban wajib (nazar) dan sembelihan sunat seperti yang berikut:

Pembahagian daging qurban wajib atau nazar: 
Wajib semua dagingnya termasuk kulit dan tanduk disedekahkan kepada orang fakir dan miskin dan haram bagi pihak orang yang berqurban memakan dagingnya atau memanfaatkan sembelihan itu untuk kepentingan dirinya.

Pembahagian daging qurban sunat ada beberapa cara iaitu: 
  • Menurut pandangan ulama mazhab Hanafi dan Hanbali, daging qurban dibahagikan kepada tiga bahagian berasaskan kepada hadith Ibn Abbas seperti yang berikut: 
  1. 1/3 - untuk dimakan oleh pihak yang berqurban dan ahli keluarganya. 
  2. 1/3 - untuk disedekahkan kepada fakir dan miskin. 
  3. 1/3 - untuk dihadiahkan kepada sahabat handai termasuk orang kaya atau jiran-jiran atau saudaranya. 
  • Menurut pandangan ulama mazhab Shafi‘i qaul jadid(pendapat baharu): 
  1. 1/3 - untuk dimakan oleh pihak yang berqurban dan ahli keluarganya. 
  2. 1/3 - untuk disedekahkan kepada fakir dan miskin. 
  3. 1/3 - untuk dihadiahkan kepada sahabat handai termasuk orang kaya atau jiran-jiran. 
  • Menurut pandangan ulama mazhab Shafi‘i qaul qadim(Pendapat Terdahulu): 
  1. ½ - untuk dimakan oleh pihak yang berqurban dan ahli keluarganya. 
  2. ½ - untuk disedekahkan kepada fakir dan miskin.
  • Menurut pandangan ulama mazhab Shafi‘i qaul asah. 
  1. Wajib disedekahkan daging walaupun dengan kadar yang sedikit seperti setengah kilo atau setengah kati dengan syarat hendaklah daripada daging yang mentah, bukannya yang telah dimasak. 
  2. Tujuannya supaya orang fakir atau miskin itu boleh memasak daging itu mengikut seleranya atau membolehkan dia menjualnya kepada orang Islam yang lain bagi mendapatkan harga dalam bentuk mata wang ataupun pertukaran dengan barangan yang lain.
  • Yang paling afdhal menurut pandangan ulama mazhab Shafi‘i ialah bersedekah semuanya kecuali pada beberapa ketul atau sesuap yang agak berpatutan dimakan oleh orang yang berkorban untuk mengambil berkat seperti sebahagian hati kerana ianya sunat dimakan. Amalan ini pernah dilakukan oleh Nabi SAW ketika Baginda melakukan qurban.

Sunat bagi individu yang melakukan qurban sunat (tatawu’) memakan daging korbannya.

Isnin, September 14, 2015

Qatadah berkata, "Saya bertanya kepada Anas, 'Berapa kali Nabi mengerjakan umrah?' Ia menjawab, ' empat kali, (semuanya pada bulan Dzulqai'dah, kecuali yang bersama hajinya), iaitu umrah dari Hudaibiyah pada bulan Dzulqai'dah ketika beliau dihalang-halangi kaum musyrik. Umrah pada tahun berikutnya dalam bulan Dzulqai'dah, sesuai dengan perjanjian damai dengan mereka, dan umrah Jira'nah, yaitu ketika membagi rampasan Hunain, (dan umrah bersama hajinya).' Saya (Qatadah) bertanya, 'Berapa kali beliau mengerjakan haji?' Ia menjawab, 'Satu kali.'" Assalamualaikum pengunjung budiman. Junjungan Rasulullah saw hanya mengerjakan sekali haji sahaja sepanjang hayat baginda. Haji yang dikerjakan Rasulullah dinamakan "Hajjatul Wada'" iaitu haji selamat tinggal kerana tidak berapa lama selepas haji tersebut Rasulullah saw wafat. Baginda telah berangkat dari kota Madinah pada hari Sabtu, 25 Zulkaedah, tahun ke sepuluh Hijrah bersama sekelian isteri-isteri baginda, sahabat-sahabatnya dan orang-orang mukmin seramai 90,000 orang (sesetengah riwayat mengatakan lebih daripada itu). Apabila rombongan Haji Rasulullah berangkat, Kota Madinah diserahkan di bawah jagaan Abu Dujanah Al Ansari. Angkatan baginda sampai di Zulhulaifah (Bir Ali) lalu berhenti semalam. Pada keesokan harinya baginda dan kaum Muslimin memakai ihram dan berniat Haji serta mengucapkan; Bayangkan kegembiraan, kesyukuran dan kehebatan rombongan haji yang bergitu padu dan cemerlang yang dipimpin oleh semulia-mulia dan seagung-agung makhluk di muka bumi iaitu Rasulullah saw. Bergemuruhlah bunyi talbiah, sepanjang-panjang jalan dari Madinah hingga ke Mekah. Baginda dan rombongan masuk ke Mekah melalui Thaniah Kada iaitu sebatang jalan dekat dengan perkuburan Ma'ala pada pagi Ahad 4 Zulhijjah ( 9 hari perjalanan) Tatkala terpandang Ka'abah yang mulia baginda berdoa; للهم زِدْ بَيْتَكَ هَذاَ تَشْرِيْفاًَ وَتَكْرِيْماً وَتَعْظِيْماً وَمَهاَبَةً وَرِفْعَةً وَبِراًّ " Ya Allah Ya Tuhan kami, tambahkanlah Baitullah dengan kemuliaan dan kebesaran, kehebatan dan kebajikan." Kemudian rombongan baginda masuk ke dalam Masjidil Haram lalu tawaf tujuh kali. Sembahyang dua rakaat di belakang Makam Ibrahim dan minum air zam-zam. Kemudian bersaei di antara Bukit Safa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Apabila baginda naik ke Bukit Safa lalu baginda mengucap; "Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah dan allah itu Maha Besar. Tiada Tuhan melainkan Allah Yang maha Esa yang melaksanakan janjinya dan menewaskan segala pasukan musuh Islam dengan keesaanNya." Pada 8 haribulan Zulhijjah bagindapun berangkat pula ke Mina lalu bermalam semalam. Pada keesokan harinya, Rasulullah bersama kaum muslimin ke Arafah dan disana baginda berkhutbah dengan khutbah tersohor dalam sejarah dakwah baginda kerana khutbah tersebut telah membayangkan baginda akan meninggalkan kita buat selama-lamanya untuk bertemu Kekasihnya yang dirindui. Antara ucapan baginda yang bermaksud; " Wahai sekelian manusia, dengarlah percakapanku ini, kerana aku tidak tahu boleh jadi aku tidak lagi berjumpa kamu selepas tahun ini di tempat wuquf ini buat selama-lamanya ." Dikatakan bahawa Rasulullah saw juga telah bersabda ketika baginda wuquf di Arafah yang menerangkan bahawa Arafah itu semuanya tempat wuquf. Tatkala berhenti di Quzah Sabihah di Mudzalifah, baginda bersabda; " Ini adalah tempat mabit (bermalam) dan mana-mana sahaja di bumi Mudzalifah adalah tempat mabit". Kemudian baginda menyembelih korban di Mina dan baginda bersabda; " Ini adalah tempat sembelih korban, dan di mana-mana tempat di Mina adalah tempat korban." Rasulullah kemudian menyempurnakan semua ibadat hajinya dan baginda menerangkan apa yang halal dan apa yang haram sewaktu mengerjakan haji dan akhirnya kembali ke Madinah. Haji ini juga dikenali sebagai Hajjatul Wada', Hajjatul Balagh, Hajjatul Islam, Hajjatuttammam wal kamal ( Haji sempurna dan lengkap) kerana pada hari itu turunnya firman Allah swt ; " Dan hari ini Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu dan aku telah redha Islam itu menjadi agama untuk kamu." Al Maidah : 3. Selepas menunaikan haji tersebut Rasulullah pergi buat selama-lamanya meninggalkan ummat yang sangat dicintai baginda.

Copy the BEST Traders and Make Money (One Click) : http://ow.ly/KNICZ
Qatadah berkata, "Saya bertanya kepada Anas, 'Berapa kali Nabi mengerjakan umrah?' Ia menjawab, ' empat kali, (semuanya pada bulan Dzulqai'dah, kecuali yang bersama hajinya), iaitu umrah dari Hudaibiyah pada bulan Dzulqai'dah ketika beliau dihalang-halangi kaum musyrik. Umrah pada tahun berikutnya dalam bulan Dzulqai'dah, sesuai dengan perjanjian damai dengan mereka, dan umrah Jira'nah, yaitu ketika membagi rampasan Hunain, (dan umrah bersama hajinya).' Saya (Qatadah) bertanya, 'Berapa kali beliau mengerjakan haji?' Ia menjawab, 'Satu kali.'" Assalamualaikum pengunjung budiman. Junjungan Rasulullah saw hanya mengerjakan sekali haji sahaja sepanjang hayat baginda. Haji yang dikerjakan Rasulullah dinamakan "Hajjatul Wada'" iaitu haji selamat tinggal kerana tidak berapa lama selepas haji tersebut Rasulullah saw wafat. Baginda telah berangkat dari kota Madinah pada hari Sabtu, 25 Zulkaedah, tahun ke sepuluh Hijrah bersama sekelian isteri-isteri baginda, sahabat-sahabatnya dan orang-orang mukmin seramai 90,000 orang (sesetengah riwayat mengatakan lebih daripada itu). Apabila rombongan Haji Rasulullah berangkat, Kota Madinah diserahkan di bawah jagaan Abu Dujanah Al Ansari. Angkatan baginda sampai di Zulhulaifah (Bir Ali) lalu berhenti semalam. Pada keesokan harinya baginda dan kaum Muslimin memakai ihram dan berniat Haji serta mengucapkan; Bayangkan kegembiraan, kesyukuran dan kehebatan rombongan haji yang bergitu padu dan cemerlang yang dipimpin oleh semulia-mulia dan seagung-agung makhluk di muka bumi iaitu Rasulullah saw. Bergemuruhlah bunyi talbiah, sepanjang-panjang jalan dari Madinah hingga ke Mekah. Baginda dan rombongan masuk ke Mekah melalui Thaniah Kada iaitu sebatang jalan dekat dengan perkuburan Ma'ala pada pagi Ahad 4 Zulhijjah ( 9 hari perjalanan) Tatkala terpandang Ka'abah yang mulia baginda berdoa; للهم زِدْ بَيْتَكَ هَذاَ تَشْرِيْفاًَ وَتَكْرِيْماً وَتَعْظِيْماً وَمَهاَبَةً وَرِفْعَةً وَبِراًّ " Ya Allah Ya Tuhan kami, tambahkanlah Baitullah dengan kemuliaan dan kebesaran, kehebatan dan kebajikan." Kemudian rombongan baginda masuk ke dalam Masjidil Haram lalu tawaf tujuh kali. Sembahyang dua rakaat di belakang Makam Ibrahim dan minum air zam-zam. Kemudian bersaei di antara Bukit Safa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Apabila baginda naik ke Bukit Safa lalu baginda mengucap; "Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah dan allah itu Maha Besar. Tiada Tuhan melainkan Allah Yang maha Esa yang melaksanakan janjinya dan menewaskan segala pasukan musuh Islam dengan keesaanNya." Pada 8 haribulan Zulhijjah bagindapun berangkat pula ke Mina lalu bermalam semalam. Pada keesokan harinya, Rasulullah bersama kaum muslimin ke Arafah dan disana baginda berkhutbah dengan khutbah tersohor dalam sejarah dakwah baginda kerana khutbah tersebut telah membayangkan baginda akan meninggalkan kita buat selama-lamanya untuk bertemu Kekasihnya yang dirindui. Antara ucapan baginda yang bermaksud; " Wahai sekelian manusia, dengarlah percakapanku ini, kerana aku tidak tahu boleh jadi aku tidak lagi berjumpa kamu selepas tahun ini di tempat wuquf ini buat selama-lamanya ." Dikatakan bahawa Rasulullah saw juga telah bersabda ketika baginda wuquf di Arafah yang menerangkan bahawa Arafah itu semuanya tempat wuquf. Tatkala berhenti di Quzah Sabihah di Mudzalifah, baginda bersabda; " Ini adalah tempat mabit (bermalam) dan mana-mana sahaja di bumi Mudzalifah adalah tempat mabit". Kemudian baginda menyembelih korban di Mina dan baginda bersabda; " Ini adalah tempat sembelih korban, dan di mana-mana tempat di Mina adalah tempat korban." Rasulullah kemudian menyempurnakan semua ibadat hajinya dan baginda menerangkan apa yang halal dan apa yang haram sewaktu mengerjakan haji dan akhirnya kembali ke Madinah. Haji ini juga dikenali sebagai Hajjatul Wada', Hajjatul Balagh, Hajjatul Islam, Hajjatuttammam wal kamal ( Haji sempurna dan lengkap) kerana pada hari itu turunnya firman Allah swt ; " Dan hari ini Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu dan aku telah redha Islam itu menjadi agama untuk kamu." Al Maidah : 3. Selepas menunaikan haji tersebut Rasulullah pergi buat selama-lamanya meninggalkan ummat yang sangat dicintai baginda.

Copy the BEST Traders and Make Money (One Click) : http://ow.ly/KNICZ