Sekarang
ini mendengar kata “yahudi” maka yang terlintas di kepala hanyalah
kebobrokan demi kebobrokan kaum tersebut. Kejahatan, kebengisan,
kelicikan, kecongkakan, pengingkaran, penjajahan, penjarahan, keras
kepala dan rentetan keburukan yang lain selalu melekat di belakang nama
kaum yang Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al-Qur’an juga menyebutnya
dengan Bani Israil. Sejak dahulu sifat-sifat buruk tersebut telah
melekat dan apa yang kita saksikan sekarang ini hanyalah lanjutan dari
pendahulu-pendahulu mereka. Allah Subahanhu wa Ta’ala telah menegaskan
dalam al-Qur’an:
“Dan
telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya
kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu
akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. al-Isra’ :
4).
Paling keras permusuhannya dengan Islam
Ketika
kita kembali mengingat sejarah orang-orang yahudi yang suka membantah
ajakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju jalan yang
benar, maka kita bisa melihat betapa angkuh dan keras hati mereka.
Kebencian mereka terhadap Islam tak akan pernah surut sampai kapan pun.
Mereka tak akan pernah rela kepada umat Islam, sampai umat Islam mau
mengikuti hawa nafsu mereka. Memang musuh Islam banyak (tak hanya
yahudi), bahkan orang yang beragama Islam yang munafik kepada agama
Islam bisa menjadi musuh Islam juga. Namun, rasa permusuhan yang ada
dalam hati para yahudi lebih keras dan sadis dibanding dengan
musuh-musuh yang lain.
“Sesungguhnya
kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap
orang-orang yang beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang
musyrik…” (QS. Al-Maidah : 82).
Kita
semua sekarang juga bisa melihat fakta kebencian mereka terhadap
orang-orang Islam yang ada di Gaza. Bertahun-tahun yahudi Israel
menjajah, mengusir dan menyiksa rakyat Palestina.
Israel
dan Amerika menuduh Hamas adalah kelompok teroris yang harus
dihancurkan, padahal Israel dan AS yang sebenarnya lebih pantas disebut
Teroris. Banyak fakta-fakta yang kuat yang bisa dijadikan penguat atas
hal ini, seperti pembunuhan ratusan ribu orang di Irak atas tuduhan
senjata pemusnah masal/nuklir yang akhirnya tak bisa dibuktikan oleh
George W. Bush, begitu juga pembantaian oleh tentara-tentara Israel
kepada warga sipil di Gaza, Palestina. Sungguh sikap mereka sangat keji
dan tidak manusiawi.
Dan permusuhan tersebut akan berlanjut hingga akhir zaman sebagaimana firman Allah Ta’ala,
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan (pernah) senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” (QS. al-Baqarah : 120)
Selasa, Julai 23, 2013
Fakta Ilmiah dalam Al Quran
Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak
ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada
manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat.
Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai
umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk
meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah)
mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak
mempersekutukan-Nya (tauhid).
Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad saw?
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.
Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.
Berikut beberapa fakta ilmiah Alquran yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.
Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Alquran surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.”
Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa” menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.
Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81)
Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad saw?
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.
Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.
Berikut beberapa fakta ilmiah Alquran yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.
1. Fakta tentang besi
Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Alquran surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.”
Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa” menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.
Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81)
Ahad, Julai 21, 2013
10 Kekeliruan Dalam Saf
1. Luruskan saf . saf tidak
boleh dipandang ringan . Rasulullah pernah bersabda bahawa sesungguhnya
kesempurnaan saf atau barisan dalam sembahyang merupakan sebahagian
daripada solat jemaah . jika ia nya tidak dilakukan dengan sempurna ,
secara tidak langsung pahala solat jemaah turut tidak sempurna.
2. Tugas imam dan bilal .
peranan imam menyuruh jemaahnya meluruskan saf , manakala bilal pulak
membacakan iqamah bagi membangkitkan jemaah . pada zaman Rasulullah saw ,
baginda sendiri pergi membetulkan saf . malah dalam riwayat yang lain ,
diceritakan bahawa Saidina Umar pernah menggunakan pedang bagi
meluruskan saf .
3. Saf kosong iaitu putus saf
. apabila saf putus atau kosong ,solat jemaah menjadi tak sempurna .
apabila salah seorang makmum keluar dari jemaah menyebabkan wujudnya
ruang kosong . adalah menjadi keutamaan kepada makmum di bahagian
belakangnya untuk bergerak ke hadapan . tetapi ia nya juga bergantung
kepada keadaan . sekiranya tiada orang bahagian belakang , maka makmum
di tepi kosong perlu berganjak .
Selasa, Julai 16, 2013
Buah Kurma
• Percayakah anda bahawa kurma tidak menyalurkan bakteria dan mikrob? Ulat yang ada di dalam kurma lama dapat memusnahkan amuba dan membunuh bakteria yang mungkin menyerang manusia.
• Seandainya tidak kerana kurma dan kopi arab, nescaya penduduk Jazirah Arab akan diserang berbagai penyakit yang tidak diketahui hujung pangkalnya kecuali oleh Allah.
• Tahukah anda bahawa orang yang memakan kurma setiap hari tidak akan didekati jin?
• Percayakah anda bahawa ekstrak kurma dapat mengubati kemandulan wanita?
• Tahukah anda bahawa makanan dan ubat paling penting bagi para angkasawan adalah kurma?
• Tahukah anda bahawa buah kurma lebih sehat daripada kaviar?
• Tahukah anda bahawa sabut pokok kurma adalah pembersih yang paling baik bagi tubuh dan dapat melindunginya dari penyakit-penyakit kulit?
• Seandainya tidak kerana kurma dan kopi arab, nescaya penduduk Jazirah Arab akan diserang berbagai penyakit yang tidak diketahui hujung pangkalnya kecuali oleh Allah.
• Tahukah anda bahawa orang yang memakan kurma setiap hari tidak akan didekati jin?
• Percayakah anda bahawa ekstrak kurma dapat mengubati kemandulan wanita?
• Tahukah anda bahawa makanan dan ubat paling penting bagi para angkasawan adalah kurma?
• Tahukah anda bahawa buah kurma lebih sehat daripada kaviar?
• Tahukah anda bahawa sabut pokok kurma adalah pembersih yang paling baik bagi tubuh dan dapat melindunginya dari penyakit-penyakit kulit?
Jumaat, Julai 12, 2013
Solat Berjemaah Mengikut Mazhab Syafie
1. Niat dalam solat
Makmum
mestilah berniat makmum sewaktu takbiratul ihram. Batal solat jika dia
sengaja mengikut imam tanpa niat makmum atas alasan tiada apa ikatan
antara dia dengan imam. Kecuali kalaulah pengikutan dia dengan imam itu
secara kebetulan, tidak batal solat, namun dia dikira solat sendirian
(munfarid).
Makmum
yang syak niatnya samada niat makmum atau tidak, jika dalam solat,
batal solatnya. Kecuali dia belum mengikuti imam 1 rukun perbuatan,
maka, dia boleh berniat menjadi makmum.
Imam
pula, untuk mendapat kesempurnaan berjemaah, hendaklah berniat imam
sewaktu takbiratul ihram jika dia ada makmum bersamanya seawal solat.
Jika di pertengahan solat, baru ada makmum mengikutinya, maka dia
berniat imam sesudah makmum selesai bertakbiratul ihram. Imam yang yang
tidak berniat imam, sah sembahyangnya tapi tidak mendapat kelebihan
berjemaah. Kecuali untuk solat jumaat, adalah wajib bagi seseorang
berniat samada imam ataupun makmum.
2. Takbiratul ihram
Tidak
boleh mendahului atau serentak dengan imam dalam takbiratul ihram.
Makmum kena tunggu selesainya imam takbiratul ihram, barulah boleh dia
takbiratul ihram. Jika tidak, batal solatnya.
Makmum yang takbiratul ihram dan mendapati imam sujud, boleh sahaja terus sujud tanpa mengucapkan takbiratul intiqalat.
Begitu
juga, jika dia mendapati imam tasyahud awal atau tasyahud akhir, terus
sahaja boleh duduk tasyahud tanpa perlu bertakbir intiqalat. Membaca
tasyahud itu dibolehkan baginya.
Makmum
yang takbiratul ihram kemudian mendapati imam telah memberi salam
sebelum dia sempat duduk, maka dia hendaklah terus sahaja berdiri
meneruskan solatnya. Tidak perlu baginya duduk lagi. Dia dikira mendapat
jemaah.
3. Menunggu makmum
Adalah
lebih afdhal berjemaah dengan orang yang sedikit di awal waktu daripada
bersembahyang berjemaah dengan orang yang banyak di akhir waktu.
Justeru, tidak sunnah mentakhirkan sembahyang sebab menanti akan orang
yang banyak atau menanti orang-orang terpilih.
Sunnat
bagi imam menanti di 2 tempat dalam sembahyangnya; Rukuk dan tasyahud
akhir; akan orang yang dirasakan datang untuk mengikutnya. Jika dia
menunggu untuk makmum mengikutnya masuk jemaah, dia boleh melebihkan
tasbih dalam kiraan ganjil 5x, 7x sehingga kesempurnaannya ialah 11x.
Jika tiada apa keuzuran seperti itu, makruh imam membaca tasbihnya dalam
rukuk atau sujud lebih dari 3x.
Khamis, Jun 13, 2013
Melupuskan Al-Quran dan Kaedahnya
Al-Quran
merupakan kitab suci bagi Umat Islam yang telah terpelihara sejak
beribu tahun lamanya. Sebagai sumber rujukan dan panduan hidup,
sememangnya ia menjadi aset terpenting bagi umat Islam seluruhnya. namun
kadang-kala mushaf al-Quran akan mengalami kerosakan berpunca daripada
beberapa faktor seperti:
1. Faktor masa, mushaf menjadi rosak kerana sudah berusia lama dan kertasnya mula rosak.
2. Mushaf al-Quran rosak akibat terkena air, api, dan sebagainya.
3. Mushaf al-Quran tidak disimpan ditempat yang baik dan rapi
4. Mushaf al-Quran terkena serangan serangga seperti anai-anai dan sebagainya..
serta faktor-faktor lain yang boleh menyebabkan ia rosak. Timbul beberapa persoalan dalam kalangan masyarakat antaranya ialah:
a) Bagaimana cara dan kaedahnya untuk melupuskan?
b) Bolehkah melupuskan mushaf al-Quran kerana ia dianggap suci dan kalam Allah..
Berikut
adalah sedikit huraian dan penjelasan ringkas yang boleh dijadikan
panduan anda semua. Mungkin suatu masa nanti anda akan menghadapi
situasi ini.
1-
Al-Qur’an ialah bacaan yang diturunkan, dan ia bukanlah apa yang
dituliskan di atas mushaf, atau kertas, atau suhuf, atau helaian.
2-
Apabila manusia ingin merekodkan Al-Qur’an, maka mereka menuliskannya
sebagai rujukan, dan kemudian dengan perkembangan teknologi, Al-Qur’an
ini dicetak secara besar-besaran.
Hukum Gambar, Lukisan Dan Patung Dalam Islam
Malaikat Rahmat Tidak Akan Memasuki Rumah Yang Mengandungi (Menayangkan/Memaparkan) Gambar
Daripada Abu Talha, “Aku mendengar Rasulullah berkata,
“Malaikat (Pembawa Rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya
ada anjing atau gambar yang berupa dari makhluk bernyawa”.” ( Riwayat al-Bukhari, Kitab Penciptaan (4/54) no. 448)
“Suatu ketika Malaikat Jibril berjanji kepada Nabi yang
mana dia akan datang menemui Nabi, tetapi dia tidak datang-datang. Dan
kemudiannya dia (Jibril) memberitahu, “Kami dari golongan malaikat tidak
masuk ke dalam rumah yang di dalamnya mengandungi gambar (berupa
makhluk bernyawa) atau anjing.” ( Riwayat al-Bukhari (4/54), no. 450)
Daripada ‘Aisyah r.ah menyatakan bahawa Jibril berjanji
dengan Rasulullah s.a.w untuk menemuinya pada masa yang telah
ditetapkan, namun pada masa yang tersebut, dia (Jibril) tidak datang.
Kemudiannya Nabi mencampakkan tongkat di tangannya dan berkata, “Tidak
pernah Allah dan utusannya (Malaikat Jibril) memungkiri janji”.
Kemudian nabi terlihat dan menemui anak anjing di bawah katil dan
berkata, “Aisyah, bila anjing ini masuk ke sini?” Dan beliau (‘Aisyah)
menjawab, “Demi Allah, saya tidak tahu.” Kemudiannya Nabi mengarahkan
dan anjing itu pun dikeluarkan. Tidak lama selepas itu, Jibril pun
datang dan Rasulullah berkata kepadanya, “Engkau berjanji kepada saya
dan saya menantikan engkau, tetapi engkau tidak datang-datang. Jibril
pun menyatakan, “Di dalam rumah-mu ada anjing, di mana ia menghalang
(saya untuk masuk), untuk kami (malaikat) tidak masuk rumah yang di
dalamnya ada anjing atau gambar”.” ( Riwayat Muslim, Kitab Pakaian & Perhiasan (24), no. 5246)
Adakah Iman Boleh Bertambah Dan Berkurang?
Persoalan berkaitan iman merupakan perkara yang penting dan usul (asas/
pokok) yang penting dalam agama Islam. Ia adalah antara bahagian
daripada aspek tauhid dan saling berkait rapat dengan ibadah dan juga
akhlak. Apakah iman dan bagaimanakah sifat-sifatnya?. Ia merupakan dua
isu yang berbeza yang akan dibentangkan dalam penulisan kali ini.
Pengertian Iman Di Sisi Ahlu Sunnah Wa al-Jamaah
Iman menurut Ahlu Sunnah Wa al-Jamaah ialah ketetapan yang ada di dalam
hati, pengakuan dan ucapan dengan lidah, dan amalan dengan anggota tubuh
badan. Disini terdapat tiga pecahan penting yang saling berkait rapat
iaitu:
- Ketetapan di dalam hati
- Pengakuan dan ucapan dengan lidah
- Amalan dengan anggota tubuh badan.
Tiga unsur ini merupakan bahagian-bahagian keimanan seseorang Muslim.
Umat Islam yang sempurna imannya bukan sahaja meyakini akan kewujudan
dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala, bahkan dia turut
mengakuinya dengan ucapan lidah melalui kalimah syahadah kemudian
beramal dengan amalan-amalan yang telah difardhukan (diwajibkan) serta
amalan sunat sebagai penambah baikan. Tidak sempurna iman seseorang
Muslim andai hanya membenar dan mengucapkan syahadah semata-mata namun
tidak beramal sesuai dengan apa yang telah dituntut keatasnya.
Mencari Kebenaran Dalam Kepelbagaian Pendapat
RASULULLAH SAW memberi gambaran bahawa
pada zaman yang mendatang umatnya akan berselisih pendapat dalam banyak
perkara. Rasulullah s.a.w bersabda:
أوصيكم
بتقوى الله والسمع والطاعة وان كان عبد حبشي فانه من يعش منكم يرى بعدي
اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها
بالنواجذ وإياكم ومحدثات الامور فان كل محدثة بدعة وان كل بدعة ضلالة
Ternyata ramalan Baginda SAW
yang dibimbing wahyu Ilahi itu benar-benar menjadi kenyataan.
Perselisihan pendapat sememangnya terjadi secara meluas dan ada kalanya
sehingga ke tahap saling sesat-menyesatkan, kafir-mengkafirkan dan
pertumpahan darah di antara sesama umat Islam.
Senario itu tidak sepatutnya
berlaku kerana Baginda SAW sudah memberi panduan jelas bagaimana
perselisihan pendapat harus ditangani iaitu dengan menjadikan al-Quran,
al-Sunnah serta amalan para sahabat sebagai neraca timbangan.
Masbuq (Solat Berjemaah)
Masbuq
ertinya yang didahului. Salah satu daripada istilah ilmu fiqh, iaitu
ma’mum yang tidak sempat membaca surah al-Fâtihah berserta imam pada
rakaat pertama. Lawannya muwâfiq.
Hukumnya adalah seperti berikut:
- Jika ma’mum melakukan takbîratul ihrâm sewaktu imam belum ruku‘, hendaklah ma’mum terus membaca surah al-Fâtihah seberapa segera yang mungkin tanpa membaca doa Iftitâh. Apabila imam ruku‘ sebelum ma’mum habis membaca surah al-Fâtihah, maka hendaklah ma’mum itu memberhentikan bacaan surah al-Fâtihahnya dan terus ruku‘ bersama imam, kerana bacaan surah al-Fâtihah ma’mum yang tidak habis itu sama ada sebahagiannya atau semuanya akan ditanggung oleh imam.
- Sekiranya ma’mum melakukan takbîratul ihrâm sewaktu imam sedang ruku‘, hendaklah ma’mum itu terus ruku‘ bersama imam tanpa membaca surah al-Fâtihah. Dengan berbuat demikian, ma’mum tersebut mendapat satu rakaat, kerana ma’mum itu sempat ruku‘ bersama imam. Tetapi sekiranya dia tidak sempat ruku‘ bersama imam, maka tidaklah dikira rakaat itu bersama imam. Hendaklah ditambah kekurangan rakaatnya sesudah imam memberi salam.
- Jika imam sedang duduk membaca tahiyyat atau sedang sujud, maka ma’mum hendaklah melakukan takbîratul ihram kemudian terus mengikut keadaan dan perbuatan imam itu. Oleh kerana ma’mum itu tidak sempat ruku‘ bersama-sama imam, maka dia tidak dikira mendapat satu rakaat.
Contoh-contoh sembahyang masbuq:
- Jika ma’mum yang masbûq sempat ruku‘ bersama imam pada rakaat yang kedua dalam sembahyang Subuh, ma’mum itu hendaklah mengikut keadaan dan perbuatan imam, kemudian apabila imam telah selesai memberi salam, maka ma’mum tersebut hendaklah berdiri untuk melakukan rakaat yang kedua bagi dirinya dan sunat baginya membaca doa Qunut sekali lagi dalam rakaat yang kedua itu.
- Jika ma’mum yang masbûq itu sempat ruku‘ bersama imam pada rakaat yang ketiga (akhir) dalam sembahyang Maghrib, ma’mum itu hendaklah mengikut keadaan dan perbuatan imam, kemudian apabila imam selesai memberi salam, maka ma’mum tersebut hendaklah berdiri untuk melakukan rakaat yang kedua bagi dirinya dan melakukan tahiyyat awwal dalam rakaat itu, kemudian dia berdiri lagi untuk melakukan rakaat yang ketiga hingga selesai memberi salam.
Sumber: http://www.mufti.gov.bn
Kisah dan Teladan: Persiapan Perkahwinan
Sayang, tengok nih. Cantiknya Al-Quran ni. Warna keemasan. Sesuai untuk kita buat hantaran" pekik Jamilah kepada Nabil.
"Sini pun cantik juga. Warna unggu keemasan. Mana satu kita nak beli ni?" balas Nabil.
Mereka sedang asyik mencari bahan-bahan untuk dibuat hantaran. Tinggal satu lagi yang masih dicari-cari iaitu Al-Quran yang bakal dijadikan hantaran.
"Tapi, yang ni lagi best, ada terjemahan arab" keluh Jamilah." Ala , awak bukan reti pun bahasa arab" jawab Nabil.
Tergelak Jamilah. Berbahagia rasanya dapat calon suami seperti Nabil. Prihatin.
"Apa yang saudara cari tu. Nampak seronok saya lihat" tegur pakcik berbaju putih. Jaluran baju ke bawah menampakkan lagi seri wajah seorang pakcik dalam lingkungan 40-an.
"Oh, kami cari Al-Quran. Nak buat hantaran. Maklumlah, nak bina masjid sengih Nabil. Jamilah ikut senyum tidak jauh dari situ.
"Oh. Bagus lah. Adik selalu baca waktu bila?" pakcik menyoal sambiltersenyum.
"Aa... aa.. lama dah saya tak baca, pakcik" teragak-agak Nabil menjawab. Jamilah sudah di sebelah rak yang lain.
"Kalau gitu, tak perlu lah beli AlQuran kalau sekadar hantaran. Kesian AL-Quran. Itu bukan kitab hiasan, dik" tegur pakcik berhemah.
Soal Jawab Iblis dengan Allah SWT
Kisah tentang soal jawab iblis dengan Allah SWT sebagaimana yang telah diriwayat oleh Anas bin Malik r.a. berkata:
Iblis telah bertanya pada Allah SWT, katanya : “Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan anak Adam tempat kediaman untuk mereka berteduh dan berzikir kepadaMu, oleh itu tunjukkanlah padaku tempat kediaman untukku.” Firman Allah: “Tempat kediamanmu adalah di dalam tandas.”
Iblis bertanya :“Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan anak Adam berkumpul di masjid, di manakah pula tempatku berkumpul?” Firman Allah SWT :“Tempatmu berkumpul ialah di pasar-pasar, pesta, pusat membeli belah, kelab malam, tempat hiburan serta majlis-majlis maksiat.”
Iblis bertanya :“Wahai Tuhanku, Engkau berikan anak Adam itu kitab (al-Quran) untuk mereka membacanya, tunjukkanlah apa pula bahan bacaanku?” Firman Allah SWT :“Bacaan untukmu ialah syair dan sajak yang melalaikan.”
Iblis bertanya :“Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan kepada mereka cerita-cerita benar, apakah pula cerita bagiku?”Firman Allah SWT: “Cerita bagimu ialah kata-kata kesat dan dusta.”
Iblis bertanya :”Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan azan kepada anak Adam untuk mereka memanggil orang sembahyang, apa pula azan untukku?” Firman Allah SWT: “Azan untukmu ialah seruling.”
Iblis bertanya: “Wahai Tuhanku, Engkau telah menghantar utusan-Mu dari para rasul dan juga nabi, siapakah yang menjadi utusanku?” Firman Allah SWT : “Para utusan mu terdiri daripada bomoh, tabib dan dukun yang menduakan Aku.”
Iblis Bertanya: “Wahai Tuhanku, Engkau berikan kitab suci al-Quran yang bertulis kepada mereka, apakah pula tulisan bagiku?” Firman Allah SWT: “Tulisanmu ialah tatu, gincu serta lukisan di badan.”
Iblis telah bertanya pada Allah SWT, katanya : “Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan anak Adam tempat kediaman untuk mereka berteduh dan berzikir kepadaMu, oleh itu tunjukkanlah padaku tempat kediaman untukku.” Firman Allah: “Tempat kediamanmu adalah di dalam tandas.”
Iblis bertanya :“Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan anak Adam berkumpul di masjid, di manakah pula tempatku berkumpul?” Firman Allah SWT :“Tempatmu berkumpul ialah di pasar-pasar, pesta, pusat membeli belah, kelab malam, tempat hiburan serta majlis-majlis maksiat.”
Iblis bertanya :“Wahai Tuhanku, Engkau berikan anak Adam itu kitab (al-Quran) untuk mereka membacanya, tunjukkanlah apa pula bahan bacaanku?” Firman Allah SWT :“Bacaan untukmu ialah syair dan sajak yang melalaikan.”
Iblis bertanya :“Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan kepada mereka cerita-cerita benar, apakah pula cerita bagiku?”Firman Allah SWT: “Cerita bagimu ialah kata-kata kesat dan dusta.”
Iblis bertanya :”Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan azan kepada anak Adam untuk mereka memanggil orang sembahyang, apa pula azan untukku?” Firman Allah SWT: “Azan untukmu ialah seruling.”
Iblis bertanya: “Wahai Tuhanku, Engkau telah menghantar utusan-Mu dari para rasul dan juga nabi, siapakah yang menjadi utusanku?” Firman Allah SWT : “Para utusan mu terdiri daripada bomoh, tabib dan dukun yang menduakan Aku.”
Iblis Bertanya: “Wahai Tuhanku, Engkau berikan kitab suci al-Quran yang bertulis kepada mereka, apakah pula tulisan bagiku?” Firman Allah SWT: “Tulisanmu ialah tatu, gincu serta lukisan di badan.”
Langgan:
Catatan (Atom)



