Selasa, Mei 05, 2009

Asal-Usul Surah Dalam AL-Quran: At-Taubah

Surah At-Taubah (Taubat) سورة التوبة terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surah-surah Madaniyyah. Surah ini dinamakan At Taubah yang bermaksud pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini. Dinamakan juga dengan Baraah yang bermaksud berlepas diri yang di sini maksudnya pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat dari surah ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang dengan makna bahawa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Saidina 'Ali r.a. pada musim haji tahun itu juga.

Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, surat ini mengandung isi-isi berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman; pembalasan atas amalan-amalan manusia hanya dari Allah; segala sesuatu menurut sunnatullah; perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman; kedudukan Nabi Muhammad s.a.w. di sisi Allah.

Hukum-hukum:

Kewajiban menafkahkan harta; macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya; jizyah; perjanjian dan perdamaian; kewajiban umat Islam terhadap Nabinya; sebab-sebab orang Islam melakukan perang total; beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah-kisah:

Nabi Muhammad s.a.w. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah; perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin); perang Tabuk.

Dan lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkat-tingkat mereka.

Penutup

Surat At-Taubah mengandungi pernyataan pembatalan perjanjian damai pleh Nabi Muhammad s.a.w. dengan kaum musyrikin, kerana mereka tidak memenuhi syarat-syarat perjanjian damai pada perjanjian Hudaibiyyah. Selanjutnya Surat At Taubah mengandung hukum peperangan dan perdamaian, hukum kenegaraan, keadaan Nabi Muhammad s.a.w. di waktu hijrah, dan kewajiban menafkahkan harta dan orang-orang yang berhak menerimanya.

HUBUNGAN SURAT AT-TAUBAH DENGAN SURAT YUNUS

Akhir surat At-Taubah ditutup dengan menyebutkan tentang risalah Nabi Muhammad s.a.w. dan hal-hal serupa disebutkan pula pada akhir surat Yunus. Surat At-Taubah menyebutkan keadaan orang-orang munafik serta menerangkan perbuatan mereka di waktu Al Quran diturunkan, sedang surat Yunus menerangkan sikap orang kafir terhadap Al Quran.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al-Anfaal

Surah Al Anfaal (Rampasan Perang) سورة الأنفال adalah surah ke-8 pada Al Qur'an, surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyyah, kerana seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah. Surah ini dinamakan Al Anfaal yang bermaksud harta rampasan perang berhubung kata Al Anfaal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas r.a. surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.

Kandungannya

Keimanan:

Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka; menentukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah; jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman; 'inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal; hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman; tindakan-tindakan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia; adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar; adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin; syirik adalah dosa berat.

Hukum-hukum:

Aturan pembagian harta rampasan perang; kebolehan memakan harta rampasan perang; larangan lari/mundur dalam peperangan; hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam; kewajiban taat kepada pimpinan dalam perang; keharusan mengusahakan perdamaian; kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang; ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan; tujuan perang dalam Islam; larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat; larangan mengkhianati perjanjian.

Kisah-kisah:

Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar, suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung; keadaan Nabi Muhammad SAW sebelum hijrah serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau; orang yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad s.a.w.; kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab serta keburukan orang-orang munafik.

Dan lain lain:

Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman; sunnatullah pada seseorang dan masyarakat.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al A'raaf

Surah Al A'raaf (Tempat Tinggi) سورة الأعراف adalah surat ke-7 dalam Al Qur'an. Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surat Makkiyyah. Surah ini diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al A'raaf karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Kandungannya:

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdoa dan beribadat; hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam; menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat; Allah bersemayam di 'Arasy; bantahan terhadap kepalsuan syirik; ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia; Musa berbicara dengan Allah; tentang melihat Allah; perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah; Allah mempunyai al asmaaul husnaa.

Hukum-hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk; kewajiban mengikuti Allah dan rasul; perintah berhias waktu akan shalat; bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah; perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.
Kisah-kisah: Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis; kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya; kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Dan lain-lain:

Al Quran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya; Nabi Muhammad s.a.w. diutus untuk seluruh manusia; adab orang mukmin, adab mendengar pembacaan Al Quran dan berzikir; rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah; balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul; da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah; tentang ashhaabul A'raaf yang berada antara syurga dan neraka; Allah pencipta makhluk; manusia adalah makhluk yang terbaik dijadikan Allah serta mempunyai kesediaan untuk baik dan untuk buruk; permusuhan syaitan terhadap Bani Adam; manusia khalifah Allah di muka bumi; kehancuran sesuatu kaum adalah karena perbuatan mereka sendiri; tiap-tiap bangsa mempunyai masa jaya dan masa kehancuran; Allah mencoba manusia dengan kakayaan dan kemiskinan; istidraj azab Allah terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al-An'aam

Surat Al An'aam - (Binatang Ternakan) سورة الأنعام - yang terdiri atas 165 ayat, termasuk golongan surat Makkiyah, karena hampur seluruh ayat-ayat-Nya diturunkan di Makkah dekat sebelum hijrah. Dinamakan Al-An'aam karena di dalamnya disebut kata An'aam dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrikin, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Juga dalam surat ini disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.

Kandungannya

Keimanan:

Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempurnaan sifat-sifatNya; kebenaran kenabian Nabi Muhammad s.a.w.; penyaksian Alla atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, 'Isa, Ilayas, Alyasa', Yunus dan Luth; penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan, kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Hukum-hukum:

Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah; makanan yang halal dan yang haram; wasiat yang sepuluh dari Al Quran, tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum; larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.

Kisah-kisah:

Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul; kisah pengalaman Nabi Muhammad s.a.w. dan para nabi pada umumnya; cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaumnya kepada tauhid.

Dan lain-lain:

Sikap kepala batu kaum musyrikin, cara seorang nabi memimpin umatnya; bidang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul; tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul; kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, syaitan dan malaikat; beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan; nilai hidup duniawi.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al-Maa'idah

Surah Al-Maa’idah - (Hidangan) سورة المائدة - terdiri dari 120 ayat; termasuk golongan surat Madaniyyah. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa'. Surat ini dinamakan Al Maa'idah (hidangan) kerana memuatkan kisah pengikut-pengikut setia Nabi Isa a.s. meminta kepada Nabi Isa a.s. agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112). Dan dinamakan Al Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, dimana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya. Dinamakan juga Al Munqidz (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi Isa a.s. penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Kandungannya

Keimanan:

Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi Isa a.s.

Hukum-hukum:

Keharusan memenuhi perjanjian; hukum melanggar syi'ar Allah; makanan yang dihalalkan dan diharamkan; hukum mengawini ahli kitab; wudhu'; tayammum; mandi; hukum membunuh orang; hukum mengacau dan mengganggu keamanan; hukum qishaas; hukum melanggar sumpah dan kafaaratnya; hukum binatang waktu ihram; hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah-kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. menyuruh kaumnya memasuki Palestin; kisah Habil dan Qabil, kisah-kisah tentang Nabi Isa a.s.

Dan lain-lain:

Keharusan bersifat lemah lembut terhadap sesama mukmin bersikap keras terhadap orang-orang kafir; penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad s.a.w.; keharusan jujur dan berlaku adil; sikap dalam menghadapi berita-berita bohong; akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim; kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi, kewajiban rasul hanya menyampaikan agama; sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam; Ka'bah sokoguru kehidupan manusia; peringatan Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab jahiliyah; larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: An-Nisaa'

Surah An-Nisaa' - (Perempuan) سورة النساء - yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah. Dinamakan An Nisaa' karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain. Surat yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaq. Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa' dengan sebutan: Surat An Nisaa' Al Kubraa (surat An Nisaa' yang besar), sedang surat Ath Thalaq disebut dengan sebutan: Surat An Nisaa' Ash Shughraa (surat An Nisaa' yang kecil).

Kandungannya

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar); akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum-hukum:

Kewajiban para washi dan para wali; hukum poligami; mas kawin; memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tak dapat mengurus hartanya; pokok-pokok hukum warisan; perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya, wanita-wanita yang haram dikawini; hukum-hukum mengawini budak wanita; larangan memakan harta secara bathil; hukum syiqaq dan nusyuq; kesucian lahir batin dalam sembahyang; hukum suaka; hukum membunuh seorang Islam; solat khauf; larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk; masalah pusaka kalalah.

Kisah-kisah:

Kisah-kisah tentang Nabi Musa a.s. dan pengikut-pengikutnya.

Dan lain-lain:

Asal manusia adalah satu; keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita; norma-norma bergaul dengan isteri; hak seseorang sesuai dengan kewajibannya; perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepadanya; dasar-dasar pemerintahan; cara mengadili perkara; keharusan siap-siaga terhadap musuh; sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan; berperang di jalan Alllah adalah kewajiban tiap-tiap mukallaf; norma dan adab dalam peperangan; cara menghadapi orang-orang munafik; derajat orang-orang yang berjihad.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Ali 'Imran

Surah Ali ‘Imran (Keluarga Imran) - آل عمران ini terdiri dari 200 ayat, merupakan surah Madaniyyah. Dinamakan Ali Imran kerana memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisahnya disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri Imran, ibunda daripada Nabi Isa.

Surat Ali Imran ini dan surat Al Baqarah dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa, kedatangan Nabi Muhammad dan sebagainya.

Asal-Usul Surah Dalam Al-Quran: Al-Baqarah

Surah Al Baqarah (Arab: سورة البقرة‎ ​ "Lembu") merupakan ayat kedua dan terpanjang yang mengandungi 286 ayat. Surah itu turun di Madinah yang sebahagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Haji wada' (haji Nabi Muhammad s.a.w. yang terakhir). Seluruh ayat dari surat ini merupakan ayat Madaniyyah yang di dalamnya juga mempunyai ayat yang terpanjang (ayat 282). Surat ini dinamai Al Baqarah kerana terdapat kisah di dalamnya yang berkaitan perbalahan kaum Bani Israil dengan Nabi Musa a.s. tentang penyembelihan lembu betina untuk mengetahui siapa yang kemudiannya menjelaskan sifat kaum Yahudi yang keras hatinya. Surah ini juga dinamakan Fusthaatul-Quran (puncak Al Quran) kerana memuatkan beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Ia juga digelar juga surah alif-laam-miim kerana surah ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Isi
Surah ini banyak mengisahkan hukum-hakam dan syariat seperti perintah mengerjakan solat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji dan umrah; hukum qisas; hal-hal yang halal dan yang haram; bernafkah di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim, larangan riba; hutang piutang; nafkah dan yang berhak menerimanya; wasiat kepada dua orang ibu-bapa dan kaum kerabat; hukum sumpah; kewajiban menyampaikan amanat; sihir; hukum merosakkan masjid; hukum meubah kitab-kitab Allah; hukum haidh, 'iddah, thalak, khulu', ilaa' dan hukum susuan; hukum melamar, mahar, larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya; hukum perang.

Surah ini juga ada menceritakan kisah Nabi Adam a.s., Nabi Musa a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. serta larangan akan bulan haram. Perkara utamanya adalah berdakwah kepada kaum musyrik dan Yahudi Madinahserta memberi amaran kepada mereka serta kepada kaum munafik akan ketentuan Allah kepada mereka yang tidak beriman kepada-Nya.

Surah ini juga mengandungi ayat kursi iaitu ayat yang teragung dan sering dihafal oleh masyarakat Muslim. Malah, ayat ini dijadikan bacaan untuk mendapat perlindungan dan keredhaan Allah SWT.

Asal-Usul Surah dalam Al-Quran: Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah (سورة الفاتحة) - Pembukaan - surah yang diturunkan di Makkah dan diturunkan selepas Surah Al-Muddathir. Surah ini mempunyai 7 ayat dan inilah surah pertama yang diturunkan lengkap keseluruhan ayat bagi sebuah surah dan termasuk dalam golongan surah Makkiyyah.

Surah ini dinamakan Al-Fatihah (Pembukaan) kerana ianya dijadikan sebagai pembuka dan permulaan Al-Quran.

Surah ini juga dinamakan Ummul Quran (ام القــرآن - Ibu Quran) atau Ummul Kitaab (ام الكتاب - Ibu Kitab) kerana ianya merupakan ibu atau induk kepada semua isi Al-Quran dan menjadi inti sari dari kandungan Al-Quran itu sendiri.

Surah ini turut dinamakan As-Sab'ul Matsaani yang bermaksud tujuh yang berulang-ulang kerana ayat ini diulang-ulang bagi setiap solat.

Kandungannya

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Quran, yaitu :

Keimanan

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-'aalamiin tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.

Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah.

Hukum-hukum

Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "Hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

Kisah-kisah

Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa' (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat-ayat Al Quran pada surat-surat yang lain.

Penutup

Surat Al Fatihaah ini melengkapi unsur-unsur pokok syari'at Islam, kemudian dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al Quran yang 113 surat berikutnya.

Persesuaian surat ini dengan surat Al Baqarah dan surat-surat sesudahnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqarah dan surat-surat yang sesudahnya.

Dibahagian akhir surat Al Faatihah disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan kejalan yang lurus, sedang surat Al Baqarah dimulai dengan penunjukan al Kitaab (Al Quran) yang cukup sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.

Nama Lain

Selain dinamai Al-Fatihah (Pembuka), surat pertama Al-Quran ini dinamai juga Ummul Kitab (induk al-Kitab), Ummul Qur'an (induk Al-Qur'an), As-Sabu'ul Matsani (Tujuh yang Diulang), Ash-Shalah (Solat), al-Hamd (Pujian), Al-Wafiyah (yang Sempurna), al-Kanzu (simpanan yang Tebal), asy-Syafiyah (yang Menyembuhkan), Asy-Syifa (Obat), al-Kafiyah (yang Mencukupi), dan al-Asas (Pokok).

Sifat 20 Bagi ALLAH S.W.T

Sifat-sifat Allah yang wajib diketahui oleh orang-orang Islam yang terkandung di dalam al-Quran berjumlah 20 sifat. Termasuk juga sifat-sifat Mustahil yang wajib diketahui.

BIL : 1
SIFAT WAJIB : WUJUD
MAKNA : Ada
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu ada. Mustahil Allah itu tiada.

BIL : 2
SIFAT WAJIB :QIDAM
MAKNA : Sedia
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu sedia ada. Mustahil didahului oleh Adam (tiada)

BIL : 3
SIFAT WAJIB : BAQA
MAKNA : Kekal
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu bersifat kekal. Mustahil ia dikatakan fana (binasa)

BIL : 4
SIFAT WAJIB : MUKHALAFATUHU LILHAWADIS
MAKNA : Tidak sama dengan yang baharu
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu tidak mempunyai sifat-sifat yang baharu yakni dijadikan dan dihancurkan. Mustahil bersamaan dengan yang baharu.

BIL : 5
SIFAT WAJIB : QIYAMUHUU BINAFSIH
MAKNA : Berdiri dengan dirinya sendiri
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu bersendiri. Mustahil tidak berdiri dengan dirinya sendiri atau berdiri pada lainnya.

BIL : 6
SIFAT WAJIB : WAHADAANIYAT
MAKNA : Esa
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu Maha Esa Dzat-Nya, Esa sifat-Nya dan esa juga perangai-Nya. Mustahil ia mempunyai Dzat, sifat dan perangai yang berbilang-bilang.

BIL : 7
SIFAT WAJIB : QUDRAT
MAKNA : Kuasa
SIFAT MUSTAHIL : Alah Taala itu Maha Berkuasa. Mustahil Allah itu lemah atau tidak berkuasa.

BIL : 8
SIFAT WAJIB : IRADAT
MAKNA : Menentukan
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu Menentukan segala-galanya. Mustahil Allah Taala itu terpaksa dan dipaksa.

BIL : 9
SIFAT WAJIB : ILMU
MAKNA : Mengetahui
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu amat mengetahui segala-galanya. Mustahil Allah tidak mengetahui.

BIL : 10
SIFAT WAJIB : HAYAT
MAKNA : Hidup
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu sentiasa hidup yakni sentiasa ada. Mustahil Allah Taala itu tiada atau mati.

BIL : 11
SIFAT WAJIB : SAMA
MAKNA : Mendengar
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu tidak tuli (pekak). Mustahil Allah tuli atau tidak mendengar.

BIL : 12
SIFAT WAJIB : BASAR
MAKNA : Melihat
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu sentiasa melihat. Mustahil Allah Taala itu buta.

BIL : 13
SIFAT WAJIB : KALAM
MAKNA : Berkata-kata
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil Allah Taala itu tidak bercakap atau bisu.

BIL : 14
SIFAT WAJIB : QOODIRUN
MAKNA : Maha Kuasa
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu amat berkuasa sifatnya. Mustahil bagi Allah memiliki sifat lemah atau tidak berkuasa.

BIL : 15
SIFAT WAJIB : MURIIDUN
MAKNA : Menentukan
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkuasa menentukan apa yang dikehendakinya. Mustahil sifatnya terpaksa atau dipaksa.

BIL : 16
SIFAT WAJIB : AALIMUN
MAKNA : Maha Mengetahui
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu maha mengetahui. Mustahil Allah Taala itu jahil atau tidak mengetahui.

BIL : 17
SIFAT WAJIB : HAYUUN
MAKNA : Hidup
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu Maha Hidup dan menghidupkan alam ini. Mustahil pula Allah itu mati.

BIL : 18
SIFAT WAJIB : SAMI'UN
MAKNA : Mendengar
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu maha mendengar. Mustahil jika Allah Taala tidak mendengar atau tuli.

BIL : 19
SIFAT WAJIB : BASIIRUN
MAKNA : Melihat
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu melihat semua kejadian di muka bumi. Mustahil jika sifat Allah itu tidak melihat atau buta.

BIL : 20
SIFAT WAJIB : MUTAKALLIMUN
MAKNA : Maha Berkata-kata
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil jika Allah Taala bisu atau tidak boleh berkata-kata.

Khamis, April 30, 2009

Selamat Hari Pekerja


Kepada yang bekerja, saya mengucapkan

SELAMAT HARI PEKERJA

dan

SELAMAT BERCUTI

Ketibaan Nabi Muhammad dalam Kitab-kitab Agama Lama

PENDAHULUAN

Kelahiran Nabi Muhammad sebagai Nabi Akhir Zaman telah terlebih dahulu diramalkan oleh banyak kitab-kitab agama orang-orang lama zaman itu. Kitab-kitab agama itu termasuklah kitab-kitab Vida, Dasatir dan Injil (Bible). Kenyataan-kenyataan tentang ramalan-ramalan di dalam kitab-kitab agama itu lazimnya disebut sebagai "Khabar Gembira . Orang-orang Islam adalah memegang teguh keterangan-keterangan ini. Kenyataan-kenyataan ramalan yang dimaksudkan tersebut adalah sebagai berikut:

KITAB VIDA DAN DASATIR

Salah sebuah kitab agama Hindu yang terkenal ialah kitab Sama Vida. Dalam perenggan 6 dan 8 penggal 11 kitab tersebut ada menyatakan keterangan deinikian.

"Ahmad (Muhammad) menerima syariat daripada Tuhannya, sedang syariat itu penuh hikmat dan ia (syariat) mengambil cahaya daripada Tuhan sebahagian ia (cahaya) diambil daripada matahari.

Sementara itu pula di dalam kitab Dasatir salah sebuah kitab suci agama Zoroaster (Zoroastrianism) iaitu kitab agama orang-orang Parsi purba ada menyebut seperti berikut:

"Bahawa umat Zoroaster ketika mereka membuang agama mereka, mereka menjadi hina dan lemah, kemudian bangkitlah seorang di Tanah Arab menewaskan pengikutnya (pengikut-pengikut Zoroaster) dan orang-orang Parsi dan menundukkan pula orang-orang Parsi yang sombong. Selepas daripada api dalam kuil-kuil mereka, mereka mengarahkan pula muka mereka ke arah Kaabah Ibrahim yang telah dibersihkan daripada berhala-berhala, ketika itu mereka menjadi pengikut-pengikut bagi Nabi (Muhammad) yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan menguasai orang-orang Parsi, menakluki Madain, Tus dan Balk iaitu tempat suci bagi orang-orang Zoroaster dan yang berjiran dengan mere ka. Dan Nabi mereka sesungguhnya adalah bijak bercakap, ia bercakap dengan mukjizat-mukjizat.

Kitab-kitab tersebut adalah merupakan kitab-kitab yang sangat dihormati dan disanjung tinggi oleh penganut-penganutnya. Ramalan-ramalan dalam kitab-kitab tersebut kemudiannya telah menjadi kenyataan. Nabi Muhammad sebagaimana yang dipaparkan dalam kitab-kitab itu kemudiannya telah lahir, membuka fikiran manusia ke sinaran yang terang benderang.

KITAB TAURAT

Dalani kitab Taurat Ulangan iaitu kitab suci agama Yahudi fasal 18 Tuhan telah berIirman kepada Nabi

Musa, katanya:

"Bahawa aku (tuhan) akan bangkitkan bagi mereka itu (dan seluruh insan di dunia ini) seorang Nabi dari kalangan saudara mereka (orang-orang Arab) yang seperti engkau (Musa) dan aku akan menjadikan segala flrmanku dalam mulutnya, dan ia pun akan menyatakan kepada mereka segala yang aku pesankan.

Teranglah dalam ayat ini Tuhan telah menyuruh Nabi Musa supaya beliau menyatakan kepada kaumnya Bani Israel bahawa kelak Tuhan akan mengutuskan seorang Rasul kepada mereka dan seluruh manusia yang bukan daripada keturunan Bani Israel, tetapi daripada bangsa yang bersaudara dengan mereka, iaitu keturunan Nabi Ismail putera Nabi Ibrahim atau ketuninan Arab Muda (al-Arab ul-Musta'ribah). Dan Rasul yang dimaksudkan itu tidak lain tidak bukan ialah Nabi Muhammad. Bagi mencari asal-usul keturunan Arab Muda itu yang dikatakan bersaudara dengan Bani Israel, kajian tentang susur-galur keturunan Nabi Ibrahim perlu sekali dibuat. Mengikut sejarah Nabi Ibrahim mempunyai dua orang putera, selain Nabi Ismail iaitu Nabi Ishak yang mempunyai seorang putera bernama Nabi Yaakub atau Israel. Inilah sebabnya mereka itu dikatakan bersaudara.

KITAB INJIL YAHYA LAMA

Dalam kitab Injil Yahya yang digunakan oleh orang-orang Kristian dahulu atau boleh juga disebut kitab Injil Yahya Lama, fasal 18 ada menyatakan berikut:

"Tetapi aku (Isa) ini mengatakan yang benar kepadamu (pengikut-pengikut Isa) bahawa berfaedahlah bagi kamu jika aku ini pergi, kerana jika aku tiada pergi tiadalah Paraclete itu akan datang kepadamu, tetapi jika aku pergi aku akan men yuruh dia kepadamu.

Perkataan Paraclete' ini berasal daripada bahasa Greek Tua iaitu Parakletos' yang bermakna Penolong' atau Wakil' yang boleh juga diertikan sebagai Utusan' atau Rasul'. Tetapi perkataan ini kemudiannya ditafsirkan oleh padri-padri Kristian sebagai Roh alQudus (The Holy Ghost). Dalam bahasa Greek Tua itu juga terdapat satu perkataan yang hampir sama dengan perkataan itu iaitu Paraklutos' ertinya Yang Sangat Terpuji' atau dalam bahasa Arab disebut Ahmad atau Muhammad. Perkataan Paraklutos ini yang sebenamya dicatatkan dalam kitab Injil bahasa Greek Tua, tetapi kemudiannya telah berubah menjadi Paraclete, kerana mungkin kecuaian penyalin-penyalinnya, sebab penyalin-penyalmn itu kebanyakannya terdiri daripada penuntut-penuntut padri yang kurang mahir dalam bahasa itu. Atau mungkmn juga perkataan itu sengaja diubah oleh padri-padn untuk memberi keyakinan kepada penganut-penganut Kristian.

KITAB INJIL YAHYA SEKARANG

Kitab Injil Yahya yang digunakan oleh gereja-gereja Kristian pada masa ini juga membayangkan tentang kedatangan Nabi Akhir Zaman itu. Dalam fasal 16 ayat 12, 13, 14, 15, 16 dan 17 kitab tersebut Nabi Isa telah menegaskan kepada murid-muridnya, katanya:

"Dart hal hukuman sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan. Maka ada lagi banyak perkara-perkara yang hendak kukatakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada boleh kamu menanggung dia. Melainkan apabila ia pun datang, iaitu Roh Kebenaran, maka ia akan membawa kamu pada jalan segala kebenaran, kerana tiada dengar kelak iaitu akan dikatakannya, dan dikhabarkannya kelak kepadamu perkara-perkara yang akan datang. Maka ia akan memuliakan aku kerana dtambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepada kamu (manusia kemudian). Barang sesuatu yang ada kepada Bapa (Tuhan Bapa) iaitu semuanya aku punya, itulah sebabnya aku sudah berkata bahawa diambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepadamu (manusia kemudian). Lagi seketika maka tiada kamu akan memandang aku lagi, kemudian seketika lagi kamu akan memandang aku pula.

(Injil Yahya 16: 12-17)

Kesimpulan ayat-ayat di atas bolehlah seperti berikut:

"Darihal hukuman sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan. Maka ada lagi banyak perkara yang hendak kukatakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada boleh kamu menanggung dia. Melainkan apabila ia pun datang, iaitu Roh Kebenaran, maka ia akan membawa kamu (manusia kemudian) pada jalan segala kebenaran. Ayat ini menghuraikan bahawa Roh Kebenaran yang dikatakan datang tadi akan melanjutkan kerja-kerja Nabi Isa.

2. "Kerana tiada Ia akan berkata-kata daripada kuasa dirlnya sendiri melainkan barang yang didengrnya kelak iaitu akan dikatakannya, dan dikhabarkannya kelak kepadamu (manusia kemudian) perkara-perkara yang akan datang . Umumnya ayat ini menyatakan yang Roh Kebenaran yang akan muncul itu akan menerangkan kepada seluruh manusia perkara-perkara yang diwahyukan oleh Tuhan terhadapnya (barang yang didengarkan kelak), dan akan menerangkan perkara-perkara yang akan datang seumpamanya tentang Hari Qiamat dan sebagamnya.

3. "Maka Ia akan memuliakan aku kerana diambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepadamu (manusIa kemudian) . Ayat ini membayangkan bahawa Roh Kebenaran itu akan memberI kemuliaan kepada Nabi Isa kerana ia akan menerima keterangan-keterangan tentangnya daripada Tuhan untuk umatnya sebagai contoh tauladan dan ajaran-aj arannya. Mengikut ajaran-ajaran Kristian sekarang, Nabi Isa adalah penjelmaan Tuhan di muka bumi ini atau Nabi Isa itu adalah Tuhan Anak (The Son of God), sebab itulah ayat Injil di atas menyatakan, "Barang yang ada kepada Bapa (Tuhan Bapa) iaitu semuanya aku punya, itulah sebabnya aku sudah berkata bahawa diambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepadamu (manusia kemudian) . Ayat ini boleh ditafsirkan bahawa apa yang ada pada Tuhan Bapa (Allah) terdapat juga Tuhan Anak (Isa), dan ini bermakna bahawa ajaran-ajaran Tuhan Bapa (Allah) juga.

4. Lagi seketika maka tiada kamu akan memandang aku lagi, kemudian seketika lagi kamu akan memandang aku pula. Ayat ini membayangkan bahawa Nabi Isa selepas daripada menyatakan kenyataan-kenyataan itu akan lenyap, tetapi kemudian akan menjelma di dunia ini.

Dan kenyataan-kenyataan dan tafsiran-tafsiran di atas menunjukkan dengan jelas bahawa Roh Kebenaran yang dikatakan akan menyambung usaha-usaha Nabi Isa tersebut, tidak salah kalau dikatakan seorang Pesuruh Allah atau Rasulullah, kerana tugas-tugas yang dibayangkannya adalah tugas seorang Rasul. Roh Kebenaran itu tidaklah menyeleweng kalau dikatakan Nabi Muhammad, kerana bayangan-bayangan yang tersebut di dalam ayat tersebut kemudiannya telah menjadi kenyataan apabila Nabi Muhammad lahir. Cuma yang agak berbeza yang juga mungkin boleh menimbulkan salah faham ialah ayat, "Barang sesuatu yang ada kepada Bapa (Tuhan Bapa) iaitu semuanya aku punya, itulah sebabnya aku sudah berkata bahawa diambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepadamu. Ayat ini harus telah menenima perubahan bagi menyesuaikan dengan konsep tritung gal (trinity) agama Knistian. Huraian ayat ini telah pun dijelaskan di atas.

KITAB INJIL BARNABA

Kitab Injil Barnaba ini ialah salah sebuah kitab Injil yang telah dibatalkan pengesahannya oleh padri-padri Kristian dalam satu persidangan tidak lama dahulu, kerana isi kitab Injil tersebut tidak jauh perbezaannya dengan kitab suci al-Quran, banyak menyebut atau sekurang-kurangnya membayangkan tentang ketibaan Nabi Muhammad sebagai Nabi Akhir Zaman di antaranya kenyataan-kenyataan dan bayangan-bayangan (Khabar Gembira) tentang ketibaan Nabi Muhammad itu adalah seperti yang disenaraikan di bawah ini:

"Sesungguhnya telah datang Nabi-Nabi semuanya melainkan seorang Rasul yang akan datang sesudahku (Isa) nanti.

2. "Jesus Christ (Isa) berkata, Janganlah bergoncang hati kamu (murid-murid Isa) dan janganlah kamu takut, kerana bukan aku menjadikan kamu, tetapi Tuhan (Allah) yang men] adikan kamu. Adapun tentang diriku sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi Utusan Tuhan (Rasulullah) yang akan datang membawa kelepasan bagi dunia. Tetapi awas kamu ditipu orang kerana akan datang beberapa banyak Nabi dusta, mereka mengambil perkataanku dan mengaturkan Injilku.

Ketika itu berkata Andraus, "Wahai Guruku, sebutkanlah bagi kami satu tanda supaya kami (manusia kemudian) kenal akan dia. Maka jawab Isa, "Sesungguhnya dia tidak datang pada masa kamu ini tetapi ia akan datang kelak berbilang tahun selepas masa kamu, iaitu di waktu dirosakkan orang Injilku dan hampir tidak didapati lagi tiga puluh orang mukmin (pengikut-pengikut Isa yang tulen). Di waktu itulah Tuhan (Allah) merahmati dunia ini, maka diutus-Nya-lah Rasul-Nya yang tetap, awan putih di atas kepalanya mengenal akan dia salah seorang pilihan Tuhan (Allah) dan dialah yang akan menzahirkan kepada dunia. Dan ia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk menewaskan orang-orang jahat dan ia akan menghapuskan penyembahan berhala dari dunia ini.

Sesungguhnya aku menyukai yang demikian, kerana dengan perantaraannya akan diterangkan dan dimuliakan orang akan Tuhan (Allah) dan Ia menyatakan kebenaranku. Dan ia akan menghukum sekalian orang yang berkata bahawa aku orang yang lebih besar daripada manusia (sama dengan Tuhan).

3. Satu rombongan Yahudi telah datang menemui Isa mereka bertanya tentang Nabi yang akan dibangkitkan di akhir zaman nanti. Maka Isa berkata, "Tuhan (Allah) telah menjadikan Nabi di akhir zaman dan telah meletakkan dalam sebuah qandil' daripada cahaya dan menamakannya Muhammad'. Berkata ia, Wahai Muhammad, sabarlah. Lantaran engkaulah aku jadikan makhluk yang banyak dan aku anugerahkan untuk engkau semuanya. Barangsiapa yang rela kepada engkau maka rela pula kepadanya dan barangsiapa yang marahkan engkau maka aku terlepas daripadanya.

(Injil Barnaba, 97).

4. Bertanya murid-murid (murid-murid Isa), "Wahai Guru. Siapakah gerangannya laki-laki itu yang engkau (Isa) katakan yang akan datang ke alam ini? Menjawab Isa dengan perasaan gembiranya, "Sebenamya itulah "Muhammad Rasulullah . Dia datang ke alam ini untuk berbuat balk di kalangan manusia dengan membawa rahmat yang banyak, seperti mana hujan mencurah bumi yang mengeluarkan buah-buahan sesudah menempuh kemarau panjang. Maka dia merupakan awan putih yang dipenuhi rahmat Tuhan, iaitu rahmat yang dicurahkan Tuhan (Allah) terhadap orang mukmin laksana huj an.

(Injil Bamaba, 163)

5. Nabi Isa berkata kepada murid-muridnya, tatkala manusia memanggil aku Tuhan (Allah) dan Tuhan Anak (Anak Allah) aku tidak ada lagi di dalam alam mi. Tuhan (Allah) mengolok-olokkan manusia di alam ini dengan kematian Yahuda. Mereka beriktikad bahawa akulah yang mati tersalib itu, supaya tidak lagi syaitan mengolok-lokkan aku di hari Qiamat nanti. Aku tetapkan begini selamanya hingga datang "Muhammad Rasulullah . Apabila Muhammad datang terbukalah rahsia tipuan ini bagi mereka yang beriman dengan agama Tuhan (Allah).

(Injil Bamaba, 220: 19 - 20)

6. Dalam Injil Barnaba itu juga Nabi Isa pemah berkata, "Nabi Adam pemah melihat di udara satu tulisan La ilaha illallah wa Muhammad darRasulullah,' Maka Adam berkata kepada Tuhan (Allah); Aku bersyukur kepada Engkau wahai Tuhanku kerana Engkau telah jadikan aku, dan berilah kepada aku apakah maknanya, "Muhammad dar Rasulullah itu? Tuhan (Allah) menjawab, "Selamat datang engkau wahai hamba-Ku Adam. Sesungguhnya aku katakan kepada engkau adalah mula pertamanya manusia yang aku jadikan dan tulisan yang engkau lihat ini sebenamya itulah anak engkau yang akan datang ke alam ini sesudah beberapa tahun nanti. Dia akan menjadi UtusanKu (Rasul-Ku). Kerananyalah Aku jadikan segalanya. Apabila dia datang kepada alam. Adalah dirinya itu terletak di dalam satu tempat yang indah, kira-kira 60,000 tahun sebelum aku jadikan engkau.

7. Di lembaran laIn kitab Injil Barnaba itu Nabi Isa pemah berkata, "Di waktu Nabi Adam keluar daripada syurga (bersama-sama Hawa) ia nampak tulisan di atas pintu syurga. "La ilaha illalLah wa Muhamma dar Rasulullah. Sebagaimana yang telah dinyatakan di atas tadi ketibaan Nabi Muhammad adalah sebagai mentaksid atau untuk membaiki penyelewengan yang terdapat di dalam agama Nasrani (Knistian) dan juga agama Yahudi, di samping untuk mempenlengkapkan lagi ajaran-ajaran yang diwahyukan kepada Rasul-Rasul yang terdahulu danipadanya sesuai bagi seluruh manusia dan sepanjang zaman. Nabi Muhammad telah membawa agama Islam sebagai agama yang benar, agama yang diredai oleh Allah dan agama yang menyelamatkan manusia daripada ajaran-ajanan agama yang telah menyeleweng daripada asal.

oleh Mohd Jamil Mukmin

Injil Barnaba: Rantai Penghubung Antara Kristian & Islam

Barnaba ialah seorang Hawari unggul yang disepakati sebagai sahabat Nabi 'Isa 'alaihissalam.

Para ilmuwan dan golongan ahli falsafah Kristian sependapat menyatakan bahawa penulis-penulis Injil tidak pernah mengenali Nabi 'Isa 'alaihissalam secara peribadi. Mereka tidak pernah mendengar ucapan Baginda dan tidak pernah menemani Baginda dalam siri-siri penjelajahan dakwah Baginda. Mereka adalah golongan asing bagi Nabi 'Isa 'alaihissalam kecuali Barnaba.

Selain itu, para ilmuwan ini turut sependapat bahawa Injil yang empat (Mark, Matthew, Luke & John) pada permulaannya ditulis dalam bahasa Yunani. Sebuah bahasa asing bagi Nabi 'Isa 'alaihissalam yang bertutur dalam bahasa Aramia Mesir. Ini adalah kerana Baginda pernah menjejakkan kaki di Mesir ketika kecil dan menetap di negara itu sehingga berusia 12 tahun.

Begitu juga, Injil yang empat ini tidak pernah menikmati perlindungan atau pemeliharaan gereja sepanjang kurun pertama Masihi dan selepas kurun ini ia terdedah pula kepada perubahan, pengubahsuaian dan penyelewengan.

Majalah Times bertarikh 30 Disember 1974 telah menerbitkan sebuah artikel bertajuk (Sampai Bila Hakikat Injil Akan Muncul) yang menyebut:

Anda mampu untuk meminta naskhah Injil secara percuma yang mengandungi 50 000 kesalahan. Naskhah-naskhah ini telah dicetak beberapa kali dan ia turut disiarkan menerusi majalah Christian Awakening bertarikh 8 September 1957. Tidak hairan jika kita mendapat maklumat bahawa terdapat 4000 teks berbahasa Yunani bagi sebuah Injil sahaja!

Cadoux menerusi buku beliau yang berjudul (The Life Of Christ) menyebut:

Kita menemui sebuah teks yang memiliki tabiat yang berbeza dan pelbagai. Kita tidak mungkin boleh menjadikannya sebagai pegangan dan kita tidak boleh merasa tenang untuk menjadikannya sebagai sumber yang dipercayai ketika kita ingin mengisi ruang-ruang kosong daripada sumber-sumber lain dalam Injil yang empat. Kerana itu, kita menemui unsur keraguan yang membunuh; menjadikan kita terhenti ketika itu juga. Kita menyatakan bahawa tugas itu mengecewakan. Sebagaimana kontradiksi sejarah yang terkandung dalam Injil yang empat serta beberapa perkara mustahil dalam sebahagian yang lain telah digunakan untuk menyokong hujah-hujah yang mereka gunakan dalam penceritaan kisah hidup Jesus Christ. Namun begitu, kesemua perkara mustahil dan kontradiksi sejarah ini telah dipatahkan oleh fakta-fakta lain. Oleh itu, perbincangan dan perkara-perkara yang meragukan mengenainya masih kekal menjadi tumpuan.

Pope Gilaseus I yang dilantik pada tahun 492 Masihi telah mengeluarkan senarai Injil-injil yang perlu dihapuskan. Kesemuanya berjumlah 270 buah antaranya Injil Barnaba. Injil-injil ini dibuang ke laut secara berperingkat selama lima tahun. Tiada siapa yang mengetahui rahsia penghapusan Injil-injil ini sedangkan mereka mendakwa Injil-injil ini adalah wahyu Tuhan!

Gereja Konstantinople juga pernah menyaksikan lukisan Arius (Patrick Alexandaria) yang dibunuh sekitar tahun 335 Masihi kerana beliau menyeru kepada ajaran Tauhid. Begitu juga Pope Honorius I yang dilantik pada tahun 625 hingga 678 Masihi telah dijatuhkan hukuman bunuh kerana seruannya kepada fahaman Tauhid. Peristiwa tersebut berlaku pada tahun 682 Masihi mengikut ketetapan Majlis Gereja Konstantinople bertujuan untuk memerangi golongan penganut ajaran Tauhid ketika itu. Pope Honorius I hidup pada zaman perutusan Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam. Beliau melihat terdapat persamaan yang besar antara risalah Islam dengan apa yang diseru oleh Arius sebelum itu. Beliau turut berpandangan bahawa antara Islam dan Kristian perlu wujud jambatan penghubung yang menghubungkan kedua-dua agama ini. Menerusi pidato-pidatonya, beliau menyokong mazhab 'Satu Kehendak' atau 'Satu Fikiran'. Mengenai perkara ini beliau berkata, "Jika Allah memiliki tiga kehendak atau tiga fikiran, natijahnya akan mengundang kepada kacau bilau. Tabiat juga menegaskan bahawa Tuhan hanya Satu." Secara rasmi, tidak ada sesiapa pun yang berani mengemukakan pandangan sebegini selama tiga kurun sehingga Pope Honorius I dihukum bunuh.

Pada tahun 314 Masihi, satu persidangan diadakan di Antokia. Persidangan tersebut menyatakan sokongan terhadap ajaran Tauhid dan menganggapnya sebagai tafsiran sebenar bagi agama Kristian. Resolusi ini turut disokong menerusi perhimpunan lain yang diadakan di Sirmium pada tahun 351 Masihi. Natijah daripada resolusi tersebut, ajaran Tauhid yang diseru oleh Arius berkembang luas dan menjadi agama majoriti penganut Kristian sehingga St. Jerome menulis pada tahun 359 Masihi dengan menyebut bahawa, "Dunia seluruhnya bergembira kerana menganut ajaran Arius."

Ensiklopedia Britanica, jilid sebelas, halaman 663 menyebut bahawa ajaran Tauhid berterusan menjadi pegangan Gereja Konstantinople sehingga tarikh kematian Pope Honorius I. Golongan Kristian yang menganut fahaman ini pula merupakan golongan yang memegang jawatan-jawatan tertinggi di gereja. Ini merupakan bukti kewujudan teks-teks ketuhanan yang menyokong bahawa ajaran Tauhid adalah risalah Nabi 'Isa 'alaihissalam.


Kisah Injil Barnaba.

Injil Barnaba tidak dijadikan pegangan oleh gereja sebagaimana Injil-injil yang lain. Namun, gereja Alexandaria mengiktiraf Injil ini dan menganggapnya sebagai sumber yang dipercayai sehingga tahun 325 Masihi. Iranaeus (130-200 M) telah menulis sebuah risalah untuk menyokong ajaran Tauhid yang murni serta menyanggah tindakan Paul yang memasukkan ajaran-ajaran paganisme Rom dan falsafah-falsafah Plato ke dalam agama Kristian. Dalam risalah ini, beliau menyebut dalil-dalil yang kebanyakannya dipetik daripada Injil Barnaba. Ini menunjukkan bahawa Injil Barnaba sememangnya tersebar luas pada kurun pertama, kedua dan ketiga Masihi.


Ini bererti Injil Barnaba telah ditulis dan didapati sebelum kedatangan Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam. Injil ini juga disenaraikan oleh Pope Gilaseus I antara 270 buah Injil yang diharamkan pembacaannya dan perlu dibakar. Perintah ini dikeluarkan pada penghujung kurun kelima Masihi. Ini menandakan bahawa Injil Barnaba semenjak kemunculannya telah melalui era yang panjang. Injil Barnaba menceritakan tentang Nabi 'Isa 'alaihissalam bermula daripada kelahiran Baginda sehingga hari Baginda diangkat ke langit. Ia juga turut merakamkan perbincangan antara Barnaba dan Nabi 'Isa 'alaihissalam serta beberapa pidato yang disampaikan oleh Nabi 'Isa 'alaihissalam. Walaupun pihak gereja tidak mengiktiraf Injil Barnaba, ia tetap tersebar di kalangan para ilmuwan Eropah. Mereka menjadikannya sebagai bahan kajian serta memberi perhatian penuh terhadapnya. Keengkaran pihak gereja tidak mampu menghalang mereka daripada berbuat demikian. Mereka sepakat menyatakan bahawa Barnaba adalah seorang yang suci, utusan dan pegangan dalam dakyah Kristian yang pertama. Beliau juga adalah salah seorang Hawari Nabi 'Isa 'alaihissalam yang mendapat keistimewaan berdamping dengan Baginda dalam suka dan duka. Barnaba adalah hujah golongan Kristian dan merupakan orang yang mendapat ilham menurut kepercayaan mereka.


Naskhah Tertua Injil Barnaba.


Para sejarawan sepakat menyatakan bahawa naskhah tertua Injil Barnaba yang pernah ditemui adalah naskhah yang ditulis dalam bahasa Itali. Ia ditemui oleh Kremer, salah seorang penasihat diraja Rusia pada tahun 1709 Masihi. Naskhah itu kemudiannya dipindahkan ke istana kerajaan di Vienna bersama buku-buku yang lain milik penasihat tersebut pada tahun 1738 Masihi. Naskhah ini adalah asal kepada salinan-salinan Injil Barnaba yang ditulis dalam versi bahasa-bahasa yang lain. Akan tetapi, pada awal kurun kelapan Masihi terdapat sebuah naskhah berbahasa Sepanyol yang telah ditranslisasikan ke bahasa Inggeris oleh seorang orientalis bernama Sail. Namun begitu, tiada maklumat yang diperolehi mengenai naskhah tersebut dan terjemahannya kecuali sedikit sahaja yang didedahkan oleh Dr. Houit. Golongan sejarawan turut mengesahkan bahawa naskhah berbahasa Itali adalah naskhah yang serupa berbahasa Sepanyol. Dalam naskhah itu, seorang paderi berbangsa Latin yang bernama Faramino telah disebut. Faramino telah berkata menerusi prakata naskhah tersebut bahawa beliau telah menemui beberapa risalah yang ditulis Iranaeus. Di antaranya terdapat sebuah risalah yang mengandungi kecaman terhadap Paul. Kecaman-kecaman tersebut menggunakan dalil-dalil yang dipetik daripada Injil Barnaba. Ini mendorong beliau untuk mencari Injil Barnaba. Faramino akhirnya mendapat apa yang dihajatinya ketika beliau menjadi salah seorang paderi kanan Pope Sactase V. Beliau menemui Injil ini di dalam perpustakaan milik Pope tersebut. Faramino telah menelitinya dan akhirnya memeluk Islam.


Oleh itu, naskhah tertua yang dikenal pasti setakat ini adalah naskhah Itali yang ditemui pada awal kurun ke-18. Naskhah ini ditemui dalam suasana Kristian yang murni. Maka tiada di sana andaian bahawa ia mengalami unsur-unsur kemasukan asing. Orang yang pertama menemuinya adalah seorang pemimpin tertinggi agama Kristian dan beliau menyimpannya di dalam perpustakaan peribadinya. Kemudian ianya didedahkan oleh seorang paderi. Setelah sekian lama berpindah tangan, akhirnya ia sampai ke tangan seorang penasihat diraja beragama Kristian yang kemudiannya berpindah pula ke istana kerajaan di Vienna. Naskhah ini dinisbahkan kepada Barnaba. Hanya ada seorang Barnaba. Beliau sememangnya memiliki kedudukan tertinggi dalam agama Kristian. Maka kewujudan Injil Barnaba sebenarnya adalah sesuatu yang tidak asing di kalangan paderi-paderi Kristian sebagaimana yang disaksikan oleh sejarah dan dinyatakan menerusi prakata-prakata naskhah tersebut. Injil Barnaba sememangnya terkenal dan tersebar luas sebelum perutusan Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam selama lebih daripada dua kurun. Inilah satu-satunya Injil yang mengandungi maklumat terperinci mengenai Taurat. Penulisnya (Barnaba) telah memberikan perhatian yang menakjubkan terhadap lembaran-lembaran Perjanjian Lama dan hampir-hampir kita tidak menemui yang semisalnya di kalangan kelompok Kristian.


Barnaba Memberi Berita Gembira Tentang Perutusan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam.


Perlu disebutkan di sini bahawa Injil Barnaba telah menyebut nama Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam secara terang-terangan sebanyak lebih kurang 30 kali, iaitu lebih banyak daripada sebutan nama Baginda di dalam al Quran! Di sini kami sertakan sebahagian teks daripada Injil Barnaba yang menyebut nama Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sebagai contoh sahaja:


1) Pada fasal 42, bilangan 10-11:


Ketika para pemimpin mengutuskan dukun-dukun Levi dan sebahagian penulis untuk bertanya kepada Nabi 'Isa: Lantas ketika itu 'Isa bersabda, " Saya adalah suara nyaring bagi golongan Yahudi. Saya bertempik: Sediakan jalan buat utusan Tuhan yang telah dicatat di dalam Asyiya'."


Dalam fasal yang sama, bilangan 13 menyebut:


'Isa menjawab, "Sesungguhnya ayat-ayat yang ditunjukkan Allah dengan tangan saya ini membuktikan bahawa saya berbicara menurut kehendak Allah. Saya bukan orang yang kamu sangkakan itu kerana saya sendiri tidak layak untuk merungkai tali capal Rasulullah yang kamu namakan sebagai Messiah itu. Baginda dicipta sebelum saya dan akan datang selepas saya[1]. Baginda akan datang dengan Kalam Kebenaran dan agamanya tiada penghujung.


2) Fasal 44, bilangan 19-31:


Kerana itu saya mengatakan kepada kamu bahawa Rasulullah itu indah dan menggembirakan semua makhluk Allah tidak lama lagi kerana Baginda dihiasi dengan roh Kefahaman dan Mesyuarat. Roh Hikmah dan Kekuatan. Roh Takut dan Kasih Sayang. Roh Ketelitian dan Keseimbangan. Roh Kasih Sayang dan Rahmat. Roh Keadilan dan Ketaqwaan. Roh Kelembutan dan Kesabaran. Dengan roh-roh ini, Baginda mengambilnya daripada Allah tiga kali ganda nikmat yang dikurniakan buat makhluk seluruhnya. Alangkah bahagianya zaman yang padanya Baginda datang ke alam ini. Percayalah kerana saya telah melihatnya. Saya telah mempersembahkan salam hormat ke hadrat-nya sebagaimana setiap Nabi juga telah melihatnya. Kerana Allah mengurniakan kepada mereka Nubuwwah dengan roh-nya. Ketika melihat-nya, saya merasa bangga sambil berkata, "Muhammad! Semoga Allah bersama-mu. Semoga Dia menjadikan saya layak untuk merungkai tali capal-mu." Jika saya mengucapkan begini, maka saya layak menjadi seorang Nabi yang agung dan orang suci Allah.


3) Fasal 97, bilangan 13-18:


'Isa menjawab, "Nama Messiah itu menakjubkan! Kerana Allah sendiri yang menamakan-nya begitu ketika Dia mencipta-nya dan meletakkan-nya di kawasan keindahan langit. Allah berfirman: Muhammad! Sabar sebentar kerana Aku ingin mencipta Syurga dan alam kerana-mu dan mencipta segolongan besar manusia untuk Ku hadiahkan pada-mu, supaya sesiapa yang mengucap berkat pada-mu maka dia akan diberkati dan sesiapa yang melaknat-mu maka dia akan dilaknat kembali. Apabila Aku mengutus-mu ke dunia ini, Aku jadikan engkau sebagai Rasul-Ku yang akan membebaskan umat manusia. Ucapan-mu benar sehingga langit dan bumi merasa lemah namun iman-mu tidak akan lemah selama-lamanya.


Sesungguhnya nama-nya yang berkat itu ialah Muhammad."


Ketika itu, orang ramai meninggikan suara sambil berkata, "Ya Allah! Utuslah kepada kami Rasul kami. Ya Muhammad! Datanglah segera untuk bebaskan dunia ini."


4) Fasal 112, bilangan 14-19:


Saya yakin sesiapa yang menjual saya, akan dibunuh dengan nama saya. Kerana Allah akan mengangkat saya dari bumi ini dan Dia akan mengubah rupa pengkhianat itu sehingga manusia menyangka dia adalah saya. Apabila dia mati dalam keadaan yang buruk, saya akan berada dalam keburukan itu untuk tempoh yang lama di dunia ini. Namun, apabila Muhammad Rasulullah yang suci datang, maka lenyaplah keburukan itu daripada saya. Allah akan melakukannya kerana saya mengakui kebenaran Messiah yang akan mengurniakan saya ganjaran ini iaitu Baginda akan memberitahu bahawa saya masih hidup dan saya berlepas diri daripada keburukan si pengkhianat itu.


5) Fasal 220, bilangan 17-21:


'Isa menjawab, "Barnaba! Percayalah pada saya bahawa Allah akan membalas setiap kesalahan walaupun kecil dengan balasan yang besar kerana Allah bencikan kesalahan. Oleh itu, ketika bonda dan para pengikut saya yang setia mencintai saya dengan kasih yang mendalam lantas Allah ingin membalas mereka dengan kesedihan di waktu ini agar mereka tidak dibalas dengan neraka Jahim. Bila manusia mula memanggil saya sebagai Tuhan dan putera Tuhan sedangkan saya tidak terbabit langsung dalam hal ini di dunia. Maka Allah ingin mencemuh manusia dengan sebab saya di dunia ini, lalu Dia mematikan Yahuza supaya manusia menyangka bahawa saya yang mati di palang salib agar dengan ini syaitan tidak mampu mencemuh saya di akhirat kelak. Ini akan berterusan sehingga datangnya Muhammad Rasulullah. Apabila Baginda datang, Baginda akan menyingkap pemalsuan ini bagi mereka yang beriman kepada syariat Allah."

Setelah selesai mengemukakan jawapan ini, 'Isa berdoa, "Tuhan kami! Engkau Maha Adil kerana bagi-Mu jualah Kemuliaan dan Keagungan tanpa penghujung."

Nota: Dipetik daripada majalah al Tibyan, tahun keempat, bilangan 47, bulan Jamadil Akhir 1429 H (Jun 2008 M). Saya (Humair) menterjemahkannya berserta sedikit olahan dan tambahan berupa nota kaki. Segala puji bagi Allah yang memperlihatkan kebenaran agama-Nya. Benarlah firman Allah Ta'ala mafhumnya:

Dia (Allah) jualah yang mengutuskan Rasul-Nya (Muhammad) dengan petunjuk dan agama yang benar supaya ia mengatasi agama-agama kesemuanya walaupun orang-orang musyrik membencinya. [al Saff: 9]

[1] Ini seakan-akan ayat yang disebut di dalam surah al Soff ayat 6 mafhumnya:

Dan (ingatlah) ketika 'Isa putera Maryam berkata, "Bani Israil! Saya adalah Rasulullah yang diutuskan kepada kamu sebagai pembenar terhadap kitab Taurat yang muncul sebelum saya serta pembawa berita gembira tentang seorang Rasul yang akan datang selepas saya bernama Ahmad.."

Oleh: Muhammad Abdul Syafi al Qusi.