Jumaat, Mac 14, 2008

Lapan Perkara Utama Penghalang Iman & Jihad

(سورة التوبة)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ آبَاءكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاء إَنِ اسْتَحَبُّواْ الْكُفْرَ عَلَى الإِيمَانِ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (٢٣)قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Terjemahan:
(23) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu , jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu , maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
(24) Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) jihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya” . Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
(At-Taubah) 23-24)

Sebab Turun Ayat:

Al-Kaliby berkata: Ketika Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) menyuruh para sahabat agar berhijrah ke Madinah, maka mereka pun menyampaikan berita tersebut kepada bapa-bapa, anak-anak dan isteri-isteri mereka. Sebahagian mereka menerima seruan tersebut dengan segera dan perasaan gembira, dan ada pula yang merasa keberatan meninggalkan keluarga tersayang, dan akhirnya mereka enggan berhijrah. Lalu Allah SWT menegor sikap mereka dengan menurunkan ayat ini.

Tafsir Ayat:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu , jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas kekafiran atas keimanan

Maksudnya: Hai orang-orang telah benar-benar beriman kepada Allah dan RasulNya, janganlah kamu menjadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu sebagai pemimpin kamu sehingga kamu sanggup menolong mereka memusuhi dan memerangi orang-orang beriman, dan sanggup mengintip rahasia orang-orang beriman, strategik dan taktik perang mereka untuk disampaikan kepada bapa-bapa dan saudara-maramu yang kafir itu.

Dalam ayat di atas Allah SWT khususkan menyebut bapa-bapa dan saudara-saudara karena tidak ada kerabat yang lebih dekat daripada mereka. Namun demikian Allah SWT melarang menjadikan mereka pemimpin (orang-orang yang wajib dipatuhi) sekiranya mereka lebih mengutamakan kekafiran daripada iman. Ini sebagaimana larangan Allah dalam ayat yang lain:
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu);
(Al-Maidah :51)

Ayat ini pula menjelaskan bahwa kerabat yang sebenarnya adalah kerabat atas dasar agama, bukanlah kerabat atas dasar nasab (keturunan).

Namun demikian Ihsan dan Hibah (memberi sesuatu) kepada ibubapa dan saudara-mara yang masih kafir dikecualikan daripada “kepimpinan” di atas. Ini berdasarkan riwayat Asmaa, katanya:
“Ya Rasulallah, ibuku datang menemuiku karena sangat rindu kepadaku, sedangkan beliau seorang musyrikah (penyembah berhala), apakah saya layani dan hubungi dia. Rasul (sallallahu alaihi wasalam) menjawab: Hubungilah ibumu itu”.
[HR Bukhari]

dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu , maka mereka itulah orang-orang yang zalim

Maksudnya: Barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai pemimpinnya sedangkan mereka dalam keadaan demikian (kafir), maka orang tersebut termasuk orang-orang yang menzalimi dirinya sendiri dan menzalimi golongannya karena tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya. Mereka meletakkan wilayah (kepimpinan) pada tempat yang sepatutnya (berlepas diri dari mereka), meletakkan mawaddah (kasih sayang) pada tempat yang sepatutnya ‘adaawah (permusuhan) .

Dalam ayat berikut Allah SWT menjelaskan lapan perkara yang sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan manusia sehingga banyak di antara mereka yang karena terlalu terpengaruh dengannya telah sanggup menggadai iman mereka kepada Allah dan Rasul serta Jihad pada jalan Allah.

Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) jihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya”

Maksudnya: Sekiranya kamu lebih mencintai lapan perkara itu iaitu lebih mengutamakan ibubapa, anak-anak, adik-beradik, isteri-isteri, kaum kerabat, harta kekayaan, perniagaandan tempat tinggal yang kamu sukai, daripada mencintai atau mentaati Allah dan RasulNya serta Jihad di jalanNya yang boleh membawa kamu kepada kebahagiaan yang abadi di akhirat, maka tunggu sajalah hukuman daripada Allah, apakah dalam bentuk azab yang segera di dunia ini ataupun azab yang ditangguhkan di akhirat nanti.

Mungkin lapan perkara di atas dapat kita ringkaskan dalam empat bentuk pengaruh:

1. Pengaruh Kekeluargaan (Ibubapa, Anak, Saudara, Isteri)
2. Pengaruh Harta Kekayaan yang diusahakan
3. Pengaruh Perniagaan yang dikhawatiri akan rugi
4. Pengaruh Tempat Tinggal yang selesa.

1. Pengaruh Kekeluargaan
Sudah menjadi fitrah atau sifat semulajadi setiap manusia mencintai keluarganya. Anak mencintai ibubapanya, ibu bapa cinta kepada anak-anaknya, suami isteri saling mencintai. Begitu juga adik-beradik dan kaum kerabat.
2. Pengaruh Harta Kekayaan yang diusahakan
Setiap manusia mesti sayang kepada hartanya, terutama jika harta miliknya itu hasil jerih payah yang diusahakannya selama ini. Jadi adalah wajar kalau ia sangat menyayanginya.
3. Pengaruh Perniagaan yang dikhawatiri akan rugi
Kebiasaannya harta kekayazn yang terkumpul adalah hasil daripada perniagaan karena ia merupakan salah satu sumber utama untuk mendapat kekayaan. Justeru itu kecenderungan manusia kepada dunia perniagaan dan selalu bimbang kalau-kalau perniagaannya ditimpa kerugian adalah suatu sifat yang wajar.
4. Pengaruh Tempat Tinggal yang selesa.
Memiliki tempat tinggal yang baik lagi selesa adalah menjadi idaman setiap insan. Nabi (sallallahu alaihi wasalam) pernah bersabda bahwa di antara kebahagiaan anak cucu Adam ialah isteri yang salihah dan tempat tinggal yang selesa dan kenderaan yang baik. (Hadis Sahih Riwayat Imam Ahmad – Lihat Artikel “Ihsan Dan Kebahagiaan (Al-Hadis)”.

Walaupun Islam mengakui bahwa mencintai lapan perkara di atas sudah menjadi fitrah dan sifat semulajadi setiap insan namun demikian Allah SWT menghendaki agar manusia hendaklah melebihkan cinta mereka kepadaNya dan RasulNya serta Jihad di jalanNya. Maksudnya: Mereka mestilah sanggup berjuang demi memenuhi kehendak Allah dan RasulNya walaupun kadang-kadang mereka terpaksa mengorbankan lapan perkara di atas.

maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya” . Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik

Maksudnya: allah SWT memberi amaran keras kepada orang yang lebih mencintai lapan perkara di atas daripada mencintaiNya dan mencintai RasulNya serta Jihad pada jalanNya bahwa azab Allah akan ditimpakan ke atas mereka. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batasan balasanNya iaitu jika mereka mengabaikan hukum-hakamNya.

Cara Memperkuat Iman Dan Jihad:

Di antara langkah yang perlu diambil supaya kecintaan kita terhadap lapan perkara di atas jangan sampai mengatasi kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya dan Jihad di jalanNya ialah kita mestilah memperbanyak zikir, fikir, tadabbur (menghayati) ayat-ayat Al-Quran dan iltizaam berpegang teguh dengan hukum-hakam agama. Insya Allah, jika langkah-langkah ini dilalui niscaya kita akan mendapat pertolongan Allah SWT

Taubat - Pengertian, amalan dan kaedah di sisi Islam

Di dalam surah Al-Nisa: 17-18, Allah SWT berfirman, maksudnya:
"Sesungguhnya penerimaan taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang melakukan kejahatan disebabkan (sifat) kejahilan kemudian mereka segera bertaubat, maka (dengan adanya dua sebab itu) mereka diterima Allah taubatnya, dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dan tidak ada gunanya taubat itu kepada orang-orang yang selalu melakukan kejahatan, hingga apabila salah seorang dari mereka hampir mati, berkatalah ia:
Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ini(sedang taubatnya itu sudah terlambat), dan (demikian juga halnya) orang-orang yang mati sedang mereka tetap kafir. Orang-orang yang demikian, kami telah sediakan bagi mereka azab seksa yang pedih".

Para mufassirin berkata:
Setiap orang yang menderhaka kepada Allah dinamakan jahil, dan perbuatannya dinamakan kejahilan. Ini kerana, kalaulah orang yang menderhaka itu menggunakan ilmunya tentang ganjaran dan hukuman yang akan dihadapi, tentunya ia tidak akan berani melakukan ma'siat.

Tetapi kerana ia tidak menggunakan ilmunya tersebut, maka menjadilah ia seperti tidak berilmu. Atas pertimbangan inilah maka orang yang menderhaka kepada Tuhannya dinamakan jahil, sama ada ma'siat yang
dilakukannya itu diketahui sebagai ma'siat atau pun tidak diketahuinya.

Ini kerana, ia mungkin mengetahui bahawa perbuatan yang dilakukannya itu adalah ma'siat, tetapi dari sudut lain, ia dikatakan jahil kerana tidak mengetahui kadar seksaan atau kadar kesakitan yang akan dideritanya kemudian.

Mengenai firmanNya SWT yang bermaksud, "Kemudian mereka bertaubat dalam masa dekat", mereka bersepakat bahawa yang dimaksudkan ialah sebelum hadirnya kematian, atau sebelum melihat kematian. Dengan kata-kata lain pintu taubat terbuka bagi manusia selama rohnya masih berada dalam jasadnya, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad daripada Abdullah Bin Umar r.a. bahawa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selama ia belum ghargharah (sakrat menjelang maut)".

Allah SWT menamakan masa tersebut sebagai masa yang dekat, kerana:
Pertama: Kematian itu pasti datang, dan semua yang datang adalah dekat.
Kedua: Untuk mengingatkan bahawa masa umur manusia, meskipun panjang, adalah pendek, yakni dekat.
Ketiga: Manusia setiap waktu, mempunyai perasaan kemungkinan didatangi maut, dan setiap yang demikian keadaannya disifati dengan dekat.

Imam Fakhr al-Razi berpendapat bahawa yang dimaksud dengan perkataan, "dalam masa dekat" ialah bahawa ia memulai taubat itu pada masa yang tidak jauh daripada masa melakukan ma'siat agar ia tidak termasuk ke dalam golongan orang yang berketetapan hati untuk terus dalam ma'siat.

Adapun orang yang bertaubat dalam masa yang lama selepas ma'siat, dan dalam masa yang lama sebelum mati maka ia terkeluar daripada golongan orang-orang yang dikhususkan dengan kemuliaan kepastian diterima
taubatnya oleh Allah SWT. Orang yang demikian termasuk dalam golongan orang-orang yang dijanjikan dengan firmanNya:
"Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka".

Tentunya di antara dua kedudukan tersebut terdapat perbezaan yang jelas. Imam Ghazali berkata bahawa firman Allah SWT:

"Kemudian bertaubat dalam masa yang dekat", maknanya dekat dari masa kesalahan atau perbuatan dosa, iaitu dengan menyesali ke atasnya dan menghapus kesannya dengan perbuatan yang baik yang mengiringinya
sebelum bertumpuknya kotoran di atas hati, yang menjadikannya susah dihapus.

Kerana itulah Rasulullah SAW bersabda:
"Ikutilah kejahatan dengan kebaikan, nescaya ia akan menghapusnya" .

Dan kerananya juga Luqman berkata kepada anaknya:
"Wahai anakku, janganlah engkau mentakhirkan taubat. Sesungguhnya mati itu datang dengan tiba-tiba(mengejut) ".

"Wahai anakku, janganlah engkau mentakhirkan taubat. Sesungguhnya mati itu datang dengan tiba-tiba(mengejut) ".

Barang siapa yang tidak segera bertaubat dengan menunda-nunda, maka ia berada di antara dua bahaya besar: salah satunya: hatinya akan tertimbus kegelapan daripada perbuatan-perbuatan ma'siat, sehingga menjadi kotoran dan tabiat yang tidak dapat dihapuskan. Kedua: ia mungkin akan disegerakan oleh penyakit atau kematian, sehingga tidak mempunyai kesempatan untuk bertindak menghapuskannya.

Syarat-syarat taubat

Bagi diterimanya taubat, mestilah memenuhi syarat-syarat berikut:

Pertama: meninggalkan ma'siat dengan segera.
Kedua: niat atau azam untuk meninggalkannya atau untuk tidak mengulangi atau kembali kepadanya pada masa akan datang.
Ketiga: menyesali dalam hati ke atas perbuatannya pada masa lampau.
Keempat: penyesalannya itu disebabkan perasaan malu atau takut kepada Allah SWT, bukan kerana yang lain.
Kelima: mengembalikan setiap yang diambilnya secara zalim, atau meminta kemaafan daripada orang yang dizalimi atau disakitinya.

Ada juga yang mensyaratkan berterusannya penyesalan tersebut.

Daripada syarat-syarat tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahawa:

Seorang tua yang menyatakan bertaubat daripada perbuatan-perbuatan ma'siat, tetapi ketika ditanya mengapa ia membiarkan anaknya melakukan perbuatan tersebut, ia menjawab bahawa anaknya masih muda,
dan bila ia sudah tua seperti saya, insya Allah, ia akan bertaubat juga.

Orang seperti ini sebenarnya belum bertaubat, kerana daripada jawabannya tersebut, kita memahami bahawa seandai ia dikembalikan ke usia muda, maka ia akan melakukannya kembali. Begitu juga daripada jawabannya tersebut, kita juga memahami bahawa pada dirinya tidak ada penyesalan terhadap perbuatan dosa yang telah dilakukannya dahulu.

Begitu juga pernyataan taubat daripada seseorang ke atas sebarang perbuatan ma'siat yang telah dilakukanya, tetapi dalam masa yang sama ia merasa bangga bahawa dahulu ia telah melakukannya.

Seperti orang yang berkata dengan perasaan bangga. Aku dahulu jahat, aku sering minum khamar(arak) , segala jenis khamar aku telah merasakannya, sering berzina dengan pelancur berbagai bangsa, dan
sebagainya, tetapi sekarang aku telah bertaubat. Jika benar ia telah bertaubat, tentunya ia akan membenci perbuatan-perbuatan tersebut, merasa malu dan tidak akan mengatakannya kepada orang lain, yang
dengannya tidak akan mengatakannya kepada orang lain, yang dengannya bererti ia telah menzahirkannya, iaitu suatu perbuatan yang jelas dilarang oleh Allah SWT.

Jenis-jenis taubat

Al-Tahanui, di dalam kitabnya telah menjelaskan jenis-jenis taubat sebagai berikut: Di kalangan ulama ada yang mengatakan bahawa taubat ada dua jenis, iaitu:

Pertama: Taubat al-inabah, iaitu bahawa anda bertaubat kerana takut kepada Allah disebabkan kuasaNya ke atas diri anda.
Kedua: Taubat al-istijabah, iaitu bahawa anda bertaubat kerana perasaan malu kepada Allah disebabkan dekatNya kepada diri anda.

Abu Daqqaq berkata, Taubat terbahagi kepada tiga bahagian: pertama al-taubah, kedua Al-inabah, dan ketiga al-awbah.

Orang yang bertaubat kerana takutkan seksaan, maka ia disebut sahib al-taubah. Orang yang bertaubat kerana tamakkan pahala atau ganjaran, maka ia disebut sahib al-inabah. Dan orang yang bertaubat kerana
semata-mata meraikan perintah Allah SWT tanpa perasaan takut seksaan atau tamakkan pahala atau ganjaran, maka ia disebut sahib al-awbah.

Dzu al-Nun al Misri pula berkata: Taubatnya orang awam adalah daripada dosa; taubatnya golongan khawas adalah daripada kecuaian atau kelalaian, yang oleh mereka dianggap sebagai dosa besar; dan taubatnya para nabi pula adalah daripada melihat kelemahan mereka untuk mencapai apa yang boleh dicapai oleh orang lain.

Ada juga yang mengatakan bahawa taubat merupakan sifat kebanyakan orang-orang yang beriman, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT di dalam surah Al-Nur:31:
"Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, mudah-mudahan kamu beruntung".

Inabah merupakan sifat para Wali dan Muqarrabiin, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT di dalam surah Qaaf: 33: "(Iaitu) orang yang takut (melanggar perintah Allah) Yang Maha Pemurah, semasa tidak
dilihat orang dan semasa ia tidak melihat azab Allah serta ia datang (kepada Allah) dengan hati yang tunduk ta'at".

Awbah pula merupakan sifat para nabi dan rasul, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT di dalam surah Saad 44:
"Sesungguhnya Kami mendapati Nabi Ayyub itu seorang yang sabar. Ia adalah sebaik-baik hamba, sesungguhnya ia sentiasa rujuk kembali (kepada Kami dengan ibadatnya)".

Peringkat orang-orang yang bertaubat Mengikut pandangan Imam Ghazali, jika dilihat kepada dawam atau
berterusannya taubat, orang-orang yang bertaubat itu terbahagi kepada empat peringkat:

Peringkat pertama: Orang yang bertaubat dan istiqamah dalam taubatnya hingga ke akhir hayatnya. Ia berusaha menebus segala dosanya, mencapai semua yang terluput daripadanya dan tidak kembali melakukan
perbuatan-perbuatan dosa, melainkan dosa-dosa kecil yang biasanya tidak terlepas manusia daripadanya, melainkan nabi atau rasul.

Inilah yang disebut al-tawbah al-nasuh, dan jiwa orangnya layak disebut sebagai al-nafs al-mutma'innah( jiwa yang tenang), yang insya Allah, akan kembali kepada Tuhannya dalam keadaan redha dan diredhai.

Peringkat kedua: Orang yang bertaubat dan istiqamah dalam ketaatan dan meninggalkan dosa-dosa besar keseluruhannya, tetapi tidak terlepas daripada dosa-dosa yang tidak disengaja, yang merupakan ujian dalam perjalanan hidupnya tanpa sebarang keazaman untuk melakukannya.

Setiap kali ia melakukan dosa ia mencela dirinya dan menyesalinya serta memperbaharui keazaman untuk menjauhi segala sebab-sebabnya. Jiwa orangnya layak disebut sebagai al-nafs al-lawwamah( jiwa yang
banyak mencela dirinya).

Peringkat ini, meskipun lebih rendah daripada peringkat pertama, tetapi termasuk peringkat yang tinggi juga, dan ia merupakan kebanyakan keadaan orang-orang yang bertaubat. Kesudahan usahanya ialah memenangkan kebaikannya ke atas keburukannya.

Sehingga menjadi beratlah timbangan kebaikan atau hasanatnya. Kepada mereka Allah SWT telah memberikan janji yang baik dengan firmanNya di dalam surah Al-Najm:32:
"Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar serta perbuatan-perbuatan yang keji, kecuali salah silap yang kecil-kecil( yang mereka terlanjur melakukannya, maka itu dima'afkan). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas
keampunanNya" .

Begitu juga Allah telah memuji mereka di dalam firmanNya di dalam surah Ali Imran:135:
"Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah, lalu memohon ampun akan dosa mereka, dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa selain Allah, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya)".

Peringkat ketiga: Orang yang bertaubat dan istiqamah beberapa masa, kemudian ia dikalahkan oleh syawatnya sehingga dengan sengaja ia melakukan perbuatan dosa kerana kelemahannya dalam menghadapi
syahwatnya tersebut.

Tetapi, meskipun demikian, ia masih taat dan berusaha menghindari 'dosa-dosa lain, walaupun ada keinginan dan kemampuan untuk melakukannya. Selepas melakukan dosa, ia menyesali dan berharap alangkah baiknya kalau ia tidak melakukannya. Ia berazam untuk bertaubat dan berusaha melawan syahwatnya, tetapi nafsunya terus menggoda atau memujuknya, sehingga berkali-kali dari sehari ke sehari, ia menunda taubatnya.

Keadaan orang yang seperti ini termasuk ke dalam golongan yang difirmankan oleh Allah SWT di dalam surah Al-Tawbah: 102:
"Dan (sebahagian) yang lain mengakui dosa-dosa mereka. Mereka telah mencampur-adukkan amal yang baik dengan amal lain, yang buruk. Mudah-mudahan Allah akan menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani" .

Orang-orang seperti ini mempunyai harapan diterima taubatnya, tetapi perbuatan menunda-nunda taubat adalah sangat berbahaya, kerana mungkin ia didatangi maut sebelum sempat bertaubat, maka buruklah
akibatnya. Na'udzu BiLlahi Min Dzalika.

Peringkat Keempat: Orang yang bertaubat dan istiqamah untuk beberapa lama, tetapi kemudian kembali kepada melakukan perbuatan-perbuatan ma'siat tanpa adanya bisikan dalam hatinya untuk bertaubat dan tanpa ada perasaan menyesali perbuatannya tersebut. Bahkan ia bergelimang di dalamnya seperti bergelimangnya orang yang lalai dalam mengikuti syahwatnya.

Orang seperti ini dikhuatirkan ke atasnya kesudahan yang buruk. Masalahnya kembali kepada kehendak Allah SWT. Jika Allah SWT menyudahi hayatnya dengan keburukan, maka ia akan menderita kesengsaraan yang tidak berkesudahan di akhirat.

Jika Allah SWT menyudahi hayatnya dengan kebaikan sehingga ia mati dalam tauhid, maka ia akan menanti kebebasan daripada seksaan neraka walaupun selepas beberapa masa.

Menuntut keampunan dengan amal-amal ketaatan adalah seperti menuntut ilmu dengan kesungguhan dan mengulang-kaji atau seperti menuntut harta dengan berniaga dan merantau. Adapun menuntutnya dengan sekadar harapan tanpa sebarang amal usaha adalah seperti mencari harta karun di tanah gersang, atau seperti menuntut ilmu dari pengajaran malaikat.

Di dalam surah Al-Najm: 39-41, Allah SWT berfirman:
"Dan bahawa sesungguhnya tidak ada (balasan) bagi seseorang melainkan (balasan) apa yang diusahakannya, dan bahawa sesungguhnya usahanya itu akan diperlihatkan( kepadanya, pada hari kiamat kelak); kemudian
usahanya itu akan dibalas dengan balasan yang amat sempurna".

Pelaku maksiat tidak hidup tenang

MENGAPAKAH al-Quran banyak menyebutkan tentang kisah-kisah pelbagai kaum yang berakhir dengan
kehancuran? Ia adalah supaya manusia sentiasa beringat bahawa segala bentuk kejahatan itu adalah warisan
kehancuran yang mesti ditinggalkan. Jenayah homoseksual adalah peninggalan kaum Nabi Lut, kesombongan dan kezaliman adalah budaya Firaun, manakala gaya hidup bermegah-megah dan melampau telah dipelopori oleh kaum Nabi Hud. Penolakan terhadap seruan iman pula telah berlaku semenjak diutuskan Nabi
Adam AS seterusnya berlanjutan hingga kerasulan Muhammad SAW.

Orang yang berasa dirinya suci kadang-kadang memandang orang lain dengan pandangan hina. Mereka sepatutnya memahami hakikat bahawa tiada seorang pun di atas muka bumi ini yang terlindung daripada kejahatan dirinya sendiri melainkan Nabi dan Rasul-Nya. Kerana aura kejahatan itu merebak di setiap sudut dan ruang dalam kehidupan sehari-hari. Hanya orang beriman saja yang boleh selamat, iaitu mereka yang memiliki sikap sentiasa berjaga-jaga dan waspada terhadap amal perbuatannya yang mudah dicemari oleh unsur-unsur kejahatan.

Sepertimana sikap Umar bin al-Khattab RA yang amat berhati-hati dengan gangguan kejahatan pada dirinya
sendiri. Beliau bertanya kepada seorang sahabat: "Apakah yang dimaksudkan dengan takwa?" Sahabat menjawab: "Pernahkah kamu melewati satu jalan yang dipenuhi duri-duri yang tajam? Pasti kamu akan
berhati-hati melaluinya supaya tidak terpijak duri-duri itu. Begitulah keadaan orang yang bertakwa, dia sentiasa beringat dan menjaga dirinya daripada kejahatan dan maksiat yang boleh membahayakan iman.”

Kebaikan dan kejahatan memberi kesan dan pengaruh pada setiap pergerakan manusia. Abdullah bin Abbas pernah berkata: "Kebaikan memiliki cahaya pada wajah dan hati, melapangkan rezeki, menguatkan badan dan disukai setiap makhluk Allah SWT. Sedangkan kejahatan mengakibatkan kegelapan pada wajah dan hati, lemahnya badan, sempitnya rezeki dan kebencian di hati setiap makhluk." Kebaikan dan kejahatan ini akan hidup sepanjang hayat manusia dan terkubur bersama jasadnya ketika mati.

Begitulah hakikat diri kita dicipta hanya untuk bertarung melawan kejahatan dan bersabar melakukan kebaikan. Segala sesuatu yang kita lakukan tidak pernah terlepas dari dua kutub yang saling tarik menarik; kejahatan dan kebaikan. Kedua-duanya memberi kesan terhadap perasaan, pemikiran dan pergerakan kita
setiap hari. Apakah kesan maksiat yang dapat dirasa dalam hati dan peribadi? Kita memerlukan kejujuran
untuk menjawabnya. Benarkah kata-kata Ibnu Abbas di atas?

Kegelapan di dalam hati

Hati yang suram angkara maksiat tidak mampu menangkap cahaya kebaikan. Apabila maksiat itu telah menjadi darah daging, akibatnya tidak terdetik pun rasa takut melakukan maksiat itu. Hatinya hilang rasa, tidak sensitif dan ragu-ragu lagi melakukan maksiat. Yang paling teruk apabila dia menganggap maksiat itu adalah kebaikan. Atau menilainya sebagai perbuatan yang dimaafkan kerana rahmat Allah Taala. Buta hati!
Begitulah keadaan orang yang akhirnya menganggap kejahatan sebagai suatu kebaikan sepertimana dalam
firman Allah yang bermaksud: ”Katakanlah: Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? " Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan di dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahawa mereka berbuat sebaik-baiknya.” – (Surah al-Kahfi: Ayat 103-104)

Tetapi seorang hamba Allah yang beriman amat sensitif hatinya terhadap dosa seakan-akan melihat dosa yang
ringan ibarat gunung yang akan menghempapnya. Alangkah dahsyatnya kesan melakukan maksiat, tak kira yang ringan dan kecil sekalipun. Kerana dosa besar itu bermula dari melakukan yang kecil. Zina bermula dari
pandangan mata dan senyuman, kemudian berkenalan yang melahirkan rindu dan mahu sentiasa bersama. Bermula menyentuh kulit tanpa sengaja akhirnya ingin memegang dan bersatu jiwa dan raga.

Begitu pula penipu kelas jerung sememangnya telah terbiasa melakukan penipuan kelas bilis, sedikit demi
sedikit hingga tidak terasa bahangnya dosa dan maksiat yang telah sebati dalam jiwanya. Betapa pentingnya
kita menjaga perkara-perkara yang kecil kerana ia boleh membesar secara senyap. Dosa besar bermula dari
melakukan dosa kecil. Semua ini menyumbang kepada kegelapan di hati. Bagaimana mungkin rahmat Allah SWT jatuh di hati yang gelap, kotor dan busuk. Melainkan dengan ketentuan-Nya siapapun boleh diselamatkan jika Allah Taala berkehendak.

Kegelapan di wajah

Pelaku maksiat sentiasa diikuti bayang-bayang dosa dan rasa bersalah. Hatinya tidak tenang, wajahnya pula
menyimpan kesusahan dan kegelisahan. Walaupun di hadapan orang ramai semua itu boleh disembunyikan
tetapi dia akan sampai pada tahap tidak boleh menyembunyikan aibnya lagi. Ketika itu Allah Taala telah menyingkap hijab dirinya dan terbukalah segala cacat cela di hadapan manusia. Jika pandangan orang telah menghina dan memburukkan diri kita akibat perbuatan kita sendiri maka kita tidak akan mampu menampakkan keceriaan dan seri pada wajah. Yang tinggal hanya kesedihan, rasa bersalah dan gelisah akibat maksiat yang merendahkah maruah diri sendiri.

Sempitnya rezeki dan kebencian orang lain

Ummul Mukminin Aisyah RA pernah menuliskan surat kepada Khalifah Muawiyah RA yang berisi: "Ketahuilah orang-orang yang telah melakukan maksiat kepada Allah, maka orang yang memujinya berbalik akan mencelanya."

Seorang pemimpin negara seperti Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan RA sentiasa menjadi tumpuan rakyatnya. Oleh itu Aisyah RA berwasiat agar sentiasa sang khalifah menjaga hubungannya dengan Allah Taala dan jangan sekali-kali bermaksiat kepada-Nya kerana perbuatan maksiat itu akan mempengaruhi setiap keputusan sang khalifah dalam mentadbir negara. Seterusnya memberi kesan kepada rakyat, adakah mereka memuji atau membencinya?

Tiada seorangpun manusia yang suka melihat kejahatan berleluasa. Sekecil apapun kejahatan tetap kejahatan
dan membawa bala kepada orang lain. Seperti seorang Muslim yang melihat Muslim lain meletakkan keretanya di tepi jalan yang mengganggu jalan kenderaan lain akan merasa benci dengan perbuatan saudaranya itu. Kejahatan bermula dari perkara yang kecil, akhirnya membawa kepada kejahatan lain. Pertengkaran dan buli di atas jalan raya boleh terjadi dan akhirnya menumpahkan darah.

Bagaimana pula orang yang dibenci itu boleh bermuamalat dengan orang lain, sedangkan peniaga yang berakhlak buruk tentulah akan dijauhi. Begitu pula dengan orang yang suka menahan rezeki saudaranya,
apatah lagi mendengki, ibarat mahukan milik orang lain, yang di tangan sendiri pasti akan terlepas. Tiada keberkatan dalam rezekinya dan dia kehilangan kasih sayang daripada saudara-saudaranya seiman.

Al-Imam al-Syafie pernah mengeluh dan bersedih menanggung kesan dan akibat maksiat yang beliau rasakan dalam hatinya, beliau mengadu kepada Waki' (salah seorang guru al-Syafie) dalam untaian syairnya:

”Aku mengadu kepada Waki'mengenai buruknya hafalanku; beliau memberi petunjuk kepadaku agar aku meninggalkan maksiat; Beliau berkata: Ketahuilah bahawa ilmu adalah cahaya; sedangkan cahaya Allah tidak mungkin diberikan kepada pelaku maksiat."

Kerana sehelai bulu mata

Diceritakan di hari pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Dia dituduh bersalah kerana mensia-siakan hidupnya di dunia utk berbuat maksiat. Namun begitu dia berkeras membantah, "Tidak demi
langit dan bumi,sungguh tidak benar. saya x pernah malakukan perkara itu..."

"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul2 telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa "

Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu merenung segenap penjuru ruang yg ada. Kemudian dia pun menyanggah, "mana saksi2 yg engkau maksudkan? disini tiada sesiapa melainkan aku dan suaramu sahaja."

Jawab malaikat, "INilah saksi-saksimu. ...."

Tiba2 mata berbicara, "Saya yg memandang,"

disusuli dengan telinga, "Saya yg mendengar perkara itu"

Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yg mencium"

Bibir pun mengaku dengan slumbernye, "Saya yg merayu"

Lidah menambah dengan beran i, "Saya yang menjilat dan menghisap"

Tangan tanpa malu meneruskan, "Saya yang meraba dan meramas"

Kaki pula menyusul, "Saya yg berjalan dan berlari semasa itu"

"Nah kalau dibiarkan kesemua anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu," ujar malaikat. Orang tersebut x dapat membuka sanggahnya lagi. Ia berputus asa dan amat berduka kerana sebentar lagi ia akan dihumban ke dalam neraka jahannam.. Padahal ia amat berharap agar segala perbuatan jahatnya dapat diselindungi. Tatkala dia sedang dilanda kesedihan, tiba-tiba terdengar satu suara yg amat lembut dari sehelai bulu mata berbunyi, " Saya pun ingin mengangkat sumpah untuk menjadi saksi
dalam perkara ini." Malaikat menjawab dengan tenang, "Silakan wahai bulu mata"

"Terus terang sahaja, menjelang ajalnya pada satu malam yang hening, aku pernah dibasahi dengan juraian air mata penyesalan mengenangkan segala perbuatan keji yang telah dilakukan. Bukankah rasulnya telah berjanji, apabila ada seorang hamba yang ingin bertaubat, walaupun sehelai bulu mata sahaja yg dibasahi dengan air mata, demikian itu diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? MAka, saya sehelai bulu mata, berani tampil sebagai saksi bahawa dia telah bertaubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."

Dengan kesaksian bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan segera dihantar ke syurga:

"Lihatlah hamba Allah ini masuk syurga kerana pertolongan bulu mata.."

Tips kesan mangsa culik dengan cepat.


Harakah - Kejadian penculikan dan kehilangan kanak-kanak yang kian menimpa semakin membimbangkan ibu bapa dan masyarakat, lalu wajar semua pihak mengetahui beberapa langkah 'Standard Operation Prosedure' (SOP) supaya keluarga mangsa dan masyarakat dapat mengesan dengan segera atau menemui mangsa penculikan dalam jangka masa terdekat seterusnya menyelamatkan nyawa mereka.
Berikut adalah antara tips dan langkah-langakh pencarian segera mangsa culik:-

Pada 45 minit pertama kehilangan kanak-kanak

1. buat laporan awal dan menghubungi balai polis berdekatan, bilik gerakan daerah
2.laporan segera supaya dapat dimaklumkan kepada kereta peronda dan polis bertugas
3. walaupun laporan lazimnya dibuat selepas 24 jam kehilangan tetapi bukan satu kesalahan buat laporan awal
4. maklum kepada jiran sebelah,terdekat, ketua kampung atau blok
5. buat persempadanan pencarian segera dalam sekitar dua kilometer
6. Nyatakan nama, pakaian terakhir yang dipakai, perawakan dan ketinggian kanak-kanak
7. hubungi segera talian NUR 15999 kerana hebahannya akan lebih drastik
8. edar gambar kanak-kanak tersebut sekitar lima ke 10 kilometer daripada rumah keluarga mangsa
9. edar gambar ke stesyen minyak, kedai serbaneka, rumah tumpangan, hotel, kedai makan khususnya kedai makanan segera.
10. Andaikan, untuk tutup mulut atau hentikan tangisan kanak-kanak, penjenayah akan membelikan makanan
11.tampalkan juga di syarikat penghantaran makanan segera sebab kemungkinan penjenayah memesan makanan daripada tempat persembunyian.

Dua jam kemudian

1. meluaskan lokasi pencarian ke kawasan yang 'di luar jangkaan'
2. cari tempat yang tidak terlintas difikiran akan menjumpai mangsa.
3. cari ke kawasan semak belukar, rumah kosong, perkuburan, stesyen bas, teksi dan keretapi.
4. Jangan abaikan tempat seperti bangunan sub-stesyen seperti janakuasa elektrik, kawasan tangki air walaupun itu tempat larangan.
5.ambil kira faktor kecurigaan terhadap kediaman atau rumah yang disyaki ada penghuni tetapi sentiasa ditutup dan tidak menampakkan sebarang aktiviti langsung namun kelihatan sesekali kelibat inidividu keluar masuk.
6.edarkan Poster ke sebanyak tempat mungkin

Mengenal pasti seseorang itu 'sedang diculik' atau jadi mangsa jenayah

1.dalam kenderaan persendirian, melihat orang dewasa duduk di belakang bersama dan sedang memegang seorang kanak-kanak dan budak itu dalam raut ketakutan, diam atau pun menangis.
2.dalam bas atau kenderaan awam, orang dewasa itu sentiasa memegang kejap dan erat kanak-kanak itu
3. sentiasa menengking dan menyuruh kanak-kanak itu supaya mendiamkan diri
4. dilihat antara orang dewasa dan kanak-kanak itu tidak mesra seolah-olah tidak ada hubungan kekeluargaan sesama mereka.

Lokasi mudah penculikan

1.tempat yang wujudnya komunikasi atau interaksi dengan mangsa seperti taman permaianan, pusat beli-belah, kunjungan pasar malam.
2.Tempat yang tiada pengawasan ibu bapa
3.cybercafe dan tempat ibadah seperti masjid dan kuil juga tidak terkecuali daripada menjadi antara lokasi mudah untuk penculikan

Elakkan memberi wang ganjaran dan guna khidmat bomoh

1.Beri ganjaran selepas mangsa atau kanak-kanak itu ditemui bukannya sebelum itu.
2. penjenayah yang pertama kali menculik, akan membuat dia lebih tertekan kerana merasakan ramai orang memburunya
3. hasilnya penjenayah akan terus 'menyimpan' atau melepaskan mangsa.
4. penjenayah mengambil tindakan yang tidak diingini
5. bagi penjenayah yang berpengalaman, ganjaran ini semakin mengundang bahaya kepada mangsa.
6. jangan para bomoh, paranormal atau dukun memberi harapan palsu kepada keluarga mangsa dengan memberi jaminan bahawa mereka boleh menemui kanak-kanak tersebut.
7.ikhtiar cara yang diredhai oleh Allah SWT

Segala makulumat dan tips ringkas ini adalah petikan daripada wawancara Harakah dengan Penganalisa Jenayah Kamal Effendi Hashim (www.kamalfndhashim .blogspot. com) yang telah disiarkan dalam keluaran terbaru akhbar Harakah.

Sehingga berita ini ditulis Sharlinie Mohd Nashar yang hilang pada 9 Januari lalu di Taman Medan, Petaling Jaya belum lagi ditemui.Semoga seluruh rakyat Malaysia prihatin dapat membantu mengesannya di samping berdoa agar Sharlinie dijumpai dalam keadaan selamat.

Salahkah berhias?

Dewasa ini, ramai remaja Islam yang cenderung mengikuti arus fesyen perdana, yang kebanyakannya berlebih-lebihan dalam berhias serta harga yang kadang-kadang tidak dapat diterima oleh akal. Namun Islam sangat menekankan pemeluknya supaya menempuh cara hidup sederhana. Dalam hal berpakaian, Islam tidak menyukai orang yang berpakaian mewah atau membangga-bangga dengannya. Islam tidak memandang penampilan yang baik sebagai unsur kebesaran seseorang atau tanda keluhuran pekertinya. Dalam hal ini, Rasulullah pernah bersabda:

"Barangsiapa yang memakai baju kebanggaan di dunia, pada hari kiamat Allah akan mengenakannya pakaian kehinaan dan akan dikobarkan api padanya" (Ibnu Majah)

Adalah satu ketololan jika seorang remaja menjadikan dirinya sebagai tempat mempamerkan pakaian untuk dikagumi orang ramai. Ada pula sementara pemuda yang membuang waktu berjam-jam lamanya di rumah hanya untuk membuat dirinya kelihatan tampan dan anggun. Sekiranya waktu yang terbuang itu dimanfaatkan untuk menambah ilmu pengetahuan sudah tentu mereka ini akan membantah dan lari!

Islam mencela keras kebiasaan kahidupan seperti itu dan menganjurkan kaum muslimin supaya menjauhinya. Rasulullah S.A.W pernah bersabda:

"Barangsiapa yang memakai baju kebanggan dunia, pada hari kiamat Allah akan mengenakannya pakaian kehinaan dan akan dikobarkan api padanya." (Ibnu Majah)

Orang-orang yang salah fikirannya, baik lelaki ataupun perempuan, yang kurang pendidikan rohaninya, mengira bahawa pakaian dapat menutupi kelemahan dan kekurangan mereka, ini benar-benar keliru!!

"Pada suatu hari aku datang ke rumah Siti Aisyah r.a. Ia keluar kemudian menunjukkan kepada kami sehelai baju tampalan dan sehelai karun (izar) buatan Yaman. Ia bersumpah, ketika wafat Rasulullah S.A.W, ia mengenakan dua potong pakaian itu." (Al-Bukhari)

Ini tidak bererti Islam menghendaki supaya umatnya berpakaian nista. Islam juga tidak menyukai penampilan yang tidak sedap dipandang mata, compang-camping atau usang. Ingatlah, Islam tidak menyukai cara berpakaian seperti yang dilakukan oleh kaum yang cetek akal fikirannya!

Pernah orang bertanya kepada Abdullah bin Umar: "Pakaian apakah yang sebaiknya kupakai?" Ia menjawab: "Pakaian yang tidak dicemohkan oleh orang-orang buruk perangai dan tidak dicela oleh orang-orang arif bijaksana" Orang itu bertanya: "Kira-kira yang seharga berapa?" Abdullah menyahut: "Antara lima sampai dua puluh dirham" ( At-Thabrani)

Dalam itu, Rasulullah juga pernah bersabda:

"Siapa sahaja di antara kalian yang memperoleh rezeki yang longgar, hendaklah ia menyediakan dua pototng baju khusus untuk hari-hari Juma'at selain dua potong baju yang dipergunakan sehari-hari" (Abu Dawud)

Kesimpulannya, remaja masa kini lebih mengutamakan baju yang mahal, yan bergaya, serta kononnya untuk mengikuti arus fesyen masa kini. Ingatlah sahabat sekalian, tiada yang lebih utama selain dari mentaati Allah dan Rasulnya serta taat kepada kedua ibu bapa kalian! Betapa ruginya masa yang dihabiskan berjam-jam di shoping kompleks semata-mata untuk mencari pakaian dan jenama yang up-to-date! Contoh yang paling ketara ada ketika tibanya musim perayaan. Ramai yang seperti mahu menunjuk-nunjuk belang masing-masing. Memang benar kemas itu penting, tetapi besederhanalah!

"Barangsiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka ia sebahagian dari golongan itu"

Al-Quran sebagai pembela di Hari Akhirat

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya. "

Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"

Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"

Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."

25 sebab suami 'mental'

1. Memperkecil suami dihadapan orang lain antara sedar dan tidak walaupun ianya benar ie. "hubby i tu kan kan..memancing ikan pun dia tak tau.. bla bla bla "

2. Menganggu suami dengan menelefon dia terlampau selalu sangat dan selalu di masa yang salah. ie. "hello abang ada meeting ker tu, sorry la cuma nak cakap..malam nih kita goreng taugeh dan tauhu cicah sos toamto jer ..ok tak"

3. Terlalu suka mengemas rumah / mengalihkan barang sampai suami tak jumpa barang-barang yang disimpan beliau.. ie. "kita dah simpan pancing tu kat dalam stor, entah la ikat kat atas palang mana satu.."

4. Mengambil muka surat atau bahagian tertentu dari surat khabar dan menyusun surat khabar dengan cara yang amat salah..sampai tidak dijumpa mana-mana seksyen yang hendak "bang, sport section tu ayang dah buat bungkus buah papaya....dah mengkal merah dah"

5. Memotong mana-mana bahagian majalah dan juga suratkhabar atau apa-apa bahagian dari mana-mana printed matter sampai berlubang sana sini dan sisuami tak sempat baca/tengok " ie. eh kita suka la news pasal TV plasma tu..kita dah potong simpan..."

6. Menyuruh suami agar membeli itu dan ini dalam perjalanan balik dari opis sedangkan nak pergi pasar/supermarket cuma esok sahaja atau baru semalam telah ke pasar. ie. "bang.. semalam kita tersinggah SPA, lupa beli garam,gula beras dan susu budak kat TESCO sebagaimana dalam list....boleh singgah tak mana mana ..pleaze "

7. Tidak memberi arahan/instruction yang jelas kepada suami bila menyuruh dia membeli sesuatu dan kemudian memarahkan/menyalah kan suami. ie. "saya kata beli susu cair dan ising gula, apsal awak beli susu dugro dan gula getah ...kan lain tu"

8. Membuat temujanji dan aktiviti sosial tanpa mendapat persetujuan suami terlebih dahulu ie. "i dah confirm malam Jumaat nih nak party tupperware kat rumah cik minah,you tak ada program tahlil kat mana mana kan ?? "

9. Mengubah barang, tempat buku atau tools atau apa-apa setting di PC tanpa memberitahu suami. ie. "screensaver u tentang gambar 80 kilo marlin dengan you tu i dah tertukar jadi gambar Farhin Ahmad..."

10. Bercakap/bersembang di telefon dengan kawan-kawan sewaktu malam selepas 10 pm bilamana nak beristirehat dan ber...ber... .ie. " pot pet pot pet pot pet pot pet pot pet pot .."

11. Menjemput tetamu atau sesiapa sahaja datang kerumah tanpa izin suami. ie. "malam nih i jemput lina dan anum datang dinner rumah sebab hubby dia orang outstation, ok kan kan kan "

12. Berpakaian kusut masai dengan t-shirt terkoyak dan kain batik lusuh dan rambut tak terurus serupa langsuyar dan muka tak bermekap serupa mayat dirumah... tapi cukup segak dan cun bila nak keluar rumah. ie. "..oh baju-baju cantik tu cuma untuk ke kenduri kawin dan dinner jer, kat rumah pakai coli koyak pun dah cukup seksi kan bang .."

13. Mengambil masa yang cukup lama bila bersiap macam pengantin bila nak keluar kemana-mana dan membuatkan suami tertunggu dan terus tertidur. ie. " sorry la i tak tau baju kebaya mana yang paling jarang so kena pilih betul betul .."

14. Dengan sengaja atau tidak sengaja terlupa menyuruh maid atau diri sendiri membasuh atau mensterika baju atau seluar yang telah dipilih untuk dipakai dihari berkenaan. ie. " eh baju tu masih berendam dalam besen lagi..nak pakai jugak ke baju basah tu.."

15. Dengan sengaja atau tidak sengaja menyebelahi anak anak bila suami sedang hot dengan budak budak tu..ie. "..eh biarlah budak budak tu pergi ladies night, bukan nak tinggal rumah kawan dia tu seminggu.."

16. Tidak suka mandi dan bersiap awal pada hari cuti dan hanya bersiap bila nak dekat asar sahaja. ie. "...nak mandi buat apa awal awal bukan nak pergi jalan jalan mana pun.."

17. Suka melengah lengah kan masa bila nak bersolat berjemaah atau beribadat dengan melencong ke dapur, bilik budak budak atau buat benda benda lain. ie. "..awak solatlah dulu, saya nak abiskan rancangan Melodi nih.."

18. Mengganggu suami yang sedang tengah tengok tv. ie. "pasukan hijau kuning tu sampai mati tak akan dapatkan Kaka, mari tolong saya potong ayam nih.."

19. Asyik bercerita tentang diri sendiri tanpa memberi peluang pada suami untuk bercerita jugak. ie. " u tau tak kat opis tadi, i rasa nak massacre client tu u tau tak.. then lagi, waktu balik tadi nasib baik opis boy tahan I ..then lagi tak tak ...then today.. then tadi..u tau tak...semalam u nak tau....bla bla bla bla."

20. Membebel dan berleter tak renti-renti tentang hal-hal yang amat kecil dan di ulang tayang semula tiap tiap hari. ie. " i dah kata jangan kasi budak budak tu prepaid, kan sekarang dah ...bill bla bla bergayut bla bla bla bla...ini semua salah you"

21. Memfitnah dan menuduh suami tanpa usul periksa. ie. " eh cik abang,awak nih ada affair ke apsal sms beep beep beep tak henti henti nih...GRO universiti mana pulak awak nak nih..."

22. Menceritakan hal rumah tangga pada orang lain dan memburuk-burukkan suami @ keturunan suami @ asal usul suami. ie. "..eee u tau tak hubby i tu makan makanan petai jeruk.. eeeii peliknyer!!"

23. Dengan sengaja atau tidak, gagal memasak masakan yang suami nak makan. ie. "..apsal u tak cakap tadi kata u nak makan gulai kari dan rojak pasembor...i dah masak pai daging dan spaghetti kambing .."

24. Meminjamkan harta-benda suami pada orang lain tanpa kebenaran. ie."..adik u datang tadi nak pinjam berus gigi, sebab dia punya dah rosak.."

DAN AKHIR SEKALI

25. Sengaja melengahkan untuk masuk tidur tanpa sebab-sebab yang munasabah di malam Jumaat. ie. "..you tidurlah dulu, i nak habiskan tengok drama susuk nih dulu then nak masak nasi lemak siap siap untuk breakfast dan nak masukkan pakain dalam laundry then kemudian nak kacau dodol....."

Kebesaran ALLAH dalam diri kita

Doktor memulakan syarahannya dengan membawa para hadirin memikirkan sejenak dengan hadith yang maknanya sedikit sebanyak "Dalam diri-diri kamu ada tanda-tanda kebesaran Tuhan". Doktor menyuruh kita melihat kedua tapak tangan dan perhatikan garis-garis di tapak tangan kita.Garisan- garisan di tangan kiri menunjukkan angka 8 dan 1 dalam Bahasa Arab dan tangan kanan 1 dan 8 dan membawa ke jumlah 81 + 18 == 99 iaitu bilangan nama Allah.

Berikut adalah antara intipati syarahannya secara ringkas:-

1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan?

- Mengikut cara Rasulullah s.a.w,beliau akan menggaulkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya(yg last tu), lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi dan lauknya. Mengapa? Kerana kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macam enzim,tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Ini adalah kerana enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses penghadaman (digestion), ia merupakan the first process of digestion.Mengapa menghisap garam? Kerana garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang asal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita.Kenapa garam?

Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut Dr, dihospital-hospital , the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM.

Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia.

2. Cara Rasulullah mengunyah - Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproseskan makanan itu.

3. Membaca Basmalah -(Bismillahirrahma Nirrahim). Membaca Basmalah sebelum makan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria dan racun ada membuat perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteria dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.

4. Cara Rasulullah minum. -Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram. Jangan kita minum dari bekas yg besar dan jangan bernafas sedang kita minum. Kerana apabila kita minum dari bekas yg besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita. Kerana apabila kita hembus, kita akan mengeluarkan CO2 iaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic. Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas. Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis.

Mengapa Islam menyuruh di sebat 100 kali orang belum berkahwin yang berzina, dan merejam sehingga mati org yg sudah berkahwin yang berzina? Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit. Dan sel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia. Lelaki yang belum berkahwin dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah berkahwin hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, kerana antara sebabnya ialah kerana sel-sel lain akan hilang kerana perhubungan suami isteri.

Jadi apabila lelaki yang belum berkahwin didapati salah kerana zina hendaklah disebat 100 kali. Ini adalah kerana apabila dia disebat di belakangnya, suatu amaran tentang kesakitan itu akan membuatkan penghasilan beribu sel antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia ada di badannya, dengan itu dapatlah antibodi melawan virus HIV itu.

Tetapi jika lelaki itu sudah berkahwin,walaupun disebat 100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi sahaja, jadi dengan itu hukumannyadirejam hingga mati agar dia tidak dapat merebakkan virus HIV itu. Itulah sedikit sebanyak inti syarahan yg disampaikan oleh Dr Jamnul Azhar. Harap ia akan memberi manfaat pada anda sekalian, dan sedikit informasi yang diberikan oleh Mudaris(guru) ana, Mudaris Iskandar mengenai Ka'bah.

Mengapa ia terletak di Mekah al-Mukarramah dan mengapa ia empat persegi (cube). Ia terletak di posisinya sekarang kerana setelah dibuat kajian oleh para cendikiawan dari Pakistan dan Arab, didapati, tempat terletaknya Ka'bah sekarang itu, adalah betul-betul di tengah bumi. Mengapa ia empat persegi, ia melambangkan perpaduan ummah yang bergerak maju bersama, equality and unity, tidak seperti bentuk pyramid, dimana ia diumpamakan, seperti hanya seorang pemenang yg berada diatas setelah ia memijak-mijak yang lain. Dan antara lagi sebab mengapa 4 persegi melambangkan 4 imam besar, Maliki, Hambali, Hanafi dan Syafi'i, melambangkan kebenaran keempat-empat Imam tersebut.

Khamis, Mac 13, 2008

Perbezaan Hajjah

Sorang pergi haji 10 hari….

Sorang pergi 2 minggu…

Dan sorang pergi 40 hari…
Sebab tu resultnya lain2….

Teknik Bertengkar Secara Positif

Rasulullah bersabda, "Sesiapa meninggalkan perdebatan, sedang dia berada di pihak yang benar, dibina untuknya sebuah rumah di tengah-tengah syurga."

(Riwayat Anas Bin Malik)

Tidak indahkah dijanjikan dengan sebuah rumah di tengah-tengah syurga? Sekalipun kita di pihak yang benar, namun untuk mengelakkan perbalahan berpanjangan, mengalah sahajalah. Rugikah kalau beralah? Bagi sesetengah orang yang mementingkan diri sendiri mungkin tidak munasabah jika mahu beralah tetapi apa kata kalau saya katakan ‘orang yang beralah akan menang besar kemudiannya?’

Pergaduhan suami isteri akan sentiasa berlaku. Bak lagu P.Ramlee ‘Sedang lidah lagi tergigit’. Anda tidak akan sentiasa boleh berkata ‘ok’ kepada isteri anda begitu juga dia. Setiap kali pergaduhan berlaku, pasti akan ada hati yang akan terluka terutamanya hati orang perempuan yang memang diketahui tidak dapat diramalkan.

Jika pergaduhan itu berpunca daripada sesuatu yang sangat kecil, maka jika kita perbesarkan, maka akan terlihatlah peribadi sebenar seseorang itu. Sungguh akan terlihat betapa hodoh sekali seseorang itu tambahan pula, mulutnya mudah sekali melancangkan kata-kata yang tidak sedap didengar.

Sabda Rasulullah s.a.w:

"Orang mukmin bukan seorang pencela, bukan seorang pengutuk, bukan seorang yang keji dan bukan seorang yang berkata kotor."

(Riwayat Ibnu Mas’ud RA)

Dalam sabda ini, dapatlah kita fahami bahawa orang yang berkata keji bukanlah orang mukmin sebenar. Betapa iman kita dapat disukat dengan perlakuan yang sangat keji ini.

Pernahkah anda melihat pergaduhan suami isteri ini daripada sudut yang positif? Sebenarnya, pergaduhan akan menyebabkan terbentuknya satu penyatuan pelbagai perkara termasuklah cita rasa dan impian pasangan itu. Bagi mencapai tujuan inilah kita sering bertelingkah dengan pasangan untuk mencapai sesuatu yang terbaik. Tidaklah saya maksudkan pergaduhan adalah baik, namun hal ini adalah lebih baik daripada kita berdiam dan tidak berbincang sehingga akhirnya tidak ada penyatuan antara suami dan isteri.

Justeru, pergaduhan menjadi medium kepada pasangan dalam menyatukan kasih sayang. Setiap individu akan melahirkan perasaan tidak puas hati dan sebagainya. Maka, di sini adalah tempat untuk mencurahkan perasaan. Jadi, janganlah memendam perasaan sehingga jiwa kita menjadi tertekan ibarat belon yang akan pecah akibat ditiup dengan angin yang kuat. Jika tidak diluahkan, pasangan anda tidak mungkin akan tahu perkara yang ada dalam hati anda.

Di sini, saya akan kongsikan beberapa tip untuk bertengkar secara positif:

1. Jangan terlampau banyak bercakap – Ketika bertengkar, hati masing-masing pasti dalam keadaan marah. Ketika marah, pasti perkara yang logik sekalipun tidak diterima melainkan masing-masing mahu menegakkan pendapat masing-masing. Jika anda sebagai suami mempunyai hak untuk bercakap sekalipun, kurangkan daripada terlalu menegakkan pendapat anda sendiri. Hal ini akan mencetuskan perasaan tidak puas hati kepada pasangan anda sehingga perlahan-lahan dia akan menjadi bosan dengan anda. Yang perlu anda lakukan adalah dengan memikirkan secara mendalam cara untuk mem-betulkan keadaan.

2. Jangan menyebut kelemahan pasangan – Bukan hanya isteri anda yang mempunyai kelemahan, anda juga ada ke-lemahan sendiri. Jadi, dengan mengungkit kelemahan dia, anda akan turut merangsang pasangan mengungkit kelemahan anda. Lagi pula, anda tidak akan menang dengan hanya mengungkit sebegini tetapi menyebabkan keadaan lebih parah. Jika mahu menegur pasangan, minta dia meluahkan ketidak-puasan hatinya tentang anda dahulu supaya apabila giliran anda nanti, dia tidak akan meninggikan suara.

3. Jangan membalas perbuatannya – Sebagai contoh, pasangan anda bermesra-mesra dengan lelaki sebelah rumah. Anda mahu membuatkan dia sedar bahawa perbuatannya salah. Jangan anda pula bermesra-mesra dengan perempuan lain di hadapan dia. Keadaan ini hanya memberi peluang yang lebih kepada isteri anda untuk menjauhi anda. Akhirnya, anda turut terlibat dalam menjarakkan perhubungan anda sendiri.

4. Jangan cuba mengubah pasangan – Anda dibesarkan dalam keluarga ‘begini’, isteri anda dibesarkan dalam keluarga ‘begitu’. Pastilah terdapat perbezaan antara kedua-duanya. Anda harus memahami bahawa cara dia melihat sesuatu pasti tidak sama dengan pandangan anda.

5. Fokus pada masalah – Jangan meleret-leret sehingga perkara yang bukan masalah akhirnya akan turut menjadi masalah.

6. Jangan tinggikan suara – Semakin tinggi suara kita ketika bergaduh, semakin tinggilah suara pasangan kita nanti. Pergaduhan seperti ini tidak akan menjadikan keadaan semakin baik malah semakin kusut. Cubalah bercakap dengan tenang sehingga isteri anda yang sedang marah akan turut tenang dan seterusnya dapat menyelesaikan masalah dengan lebih cepat.

7. Gunakan panggilan manja – Ada pasangan yang pada masa biasa menggunakan panggilan ‘sayang’ atau ‘manja’ tetapi ketika bergaduh, keadaan akan beralih sebaliknya. Panggilan kasar mengambil alih menyebabkan pasangan anda merasakan dirinya rendah sekali. Jangan emosi sehingga tergamak menggunakan panggilan kasar termasuklah ‘aku’ dan ‘kau’.

8. Elakkan terlalu emosional – Ketika sesi bergaduh ini, pasti pasangan anda akan selalu terlepas mulut. Jadi, jangan ambil perkara yang dikatakannya terlalu serius memandangkan ketika sedang bergaduh, seseorang itu cenderung berkata yang tidak-tidak terhadap lawannya.

9. Gunakan perkataan yang baik-baik – Selain menggunakan panggilan manja, gunakanlah juga perkataan yang tidak menyalahkan. Perkara ini akan menyebabkan masalah akan cepat selesai. Antara contoh perkataan yang boleh anda gunakan ialah, "Abang rasa sayang tak patut buat macam ni," berbanding "Ni semua salah engkaulah!"

10. Jangan bertengkar di depan makanan atau di tempat tidur – Hal ini kerana tempat tersebut sepatutnya tempat kita menjamu selera dan bermesra-mesra sesama sendiri.

11. Dengar luahan isteri – Mungkin sahaja perkara yang disampaikan oleh isteri anda itu dapat menyelesaikan masalah. Jika anda hilang tumpuan ketika ini, bukan sahaja anda akan kehilangan idea yang baik malah anda menggunakan cara sendiri yang belum tentu dapat menyelesaikan masalah anda berdua.

12. Jangan bergaduh di depan anak – Dengan bergaduh di hadapan anak, anda hanya akan membuatkan anak keliru dan mengadili sama ada ibu atau bapa mereka yang berada di pihak benar atau salah. Perkara yang lebih menakutkan akan berlaku jika anak anda menceritakan keadaan anda berdua kepada orang luar. Hal ini akan menjejaskan imej anda sekeluarga.

13. Bersabar – Sekalipun anda lelaki dan anda lebih kuat secara fizikal berbanding dengan isteri anda, jangan sekali-kali anda cuba untuk mengasari isteri anda. Dibimbangi dia juga akan belajar untuk melawan dan membaling segala jenis pinggan mangkuk ketika bergaduh pada masa lain.

14. Say NO to third party – Selagi terdaya menyelesaikan masalah anda sendiri, jangan libatkan orang lain. Campur tangan pihak ketiga kebanyakannya hanya menyulitkan keadaan. Sekiranya perlu, pilihlah orang yang adil untuk menyelesaikan masalah anda.

15. Mengalah tidak bererti kalah – Mengalah ketika saat genting ini tidak menunjukkan anda kalah. Anda hanya perlukan masa untuk membuktikan bahawa tindakan anda sebenarnya betul.

16. Jangan keluar dari rumah sebelum selesai – Selalu menonton drama di TV? Kebanyakannya menunjukkan suami akan segera meninggalkan rumah semasa bergaduh untuk memudahkan cerita. Tindakan ini sebenarnya akan menyebab-kan isteri anda ditinggalkan dalam keadaan keliru. Hal ini menyebabkan dia akan berasa tertekan dan anda perlu ingat bahawa anak-anak akan ditinggalkan bersamanya di rumah. Perempuan yang hilang kewarasan akibat tekanan yang dahsyat akan menyebabkan mereka akan bertindak yang bukan-bukan. Mungkin sahaja dia akan memudaratkan dirinya atau anak-anak anda boleh menjadi mangsa keadaan. Sekiranya anda rasa tidak dapat menahan marah, beritahu isteri anda bahawa anda perlukan sedikit ketenangan dan hal ini lebih menampakkan rasa tanggungjawab anda terhadap permasalahan anda berdua.

17. Luahkan – Selain menjadi pendengar kepada permasalahan isteri, anda turut perlu meluahkan perasaan anda. Tunggu sehingga dia habis berbicara sebelum anda menyambung pendapat anda. Sekiranya anda tidak memberitahu keadaan sebenar anda, belum tentu dia dapat memahami keadaan anda.

18. Pelukan dan kemaafan – Hal inilah detik paling indah dalam pergaduhan. Setelah dirasakan masalah telah selesai, jangan melewatkan detik untuk memeluk pasangan anda seeratnya. Ucapkan perkataan maaf dan berharap agar perkara seperti itu tidak akan berlaku lagi. Keadaan ini akan menyebabkan perhubungan anda selepas itu lebih erat dan mantap dengan satu kesatuan hati yang lebih hebat.

Makanan dan Khasiatnya

KHASIAT BURUNG MERPATI

Burung merpati jantan:
1- Dapat mengubati penyakit lembik.
2- Dapat mengubati penyakit kebas (serbam).
3- Dapat mengubati penyakit lumpuh.
Jika dimakan burung betina :
Dapat memanjangkan umur dengan izin Allah Taala dan juga bagi menguatkan tenaga batin.

KHASIAT BUAH KURMA (TAMAR)

1- Menguatkan tenaga zahir dan batin, juga boleh melicinkan tekak.
2- Menambahkan kesihatan hati, ianya mengandungi protin yang banyak dan berkhasiat tinggi.
3- Jika dimasak dan dicampurkan dengan susu kambing atau susu lembu asli yang segar dapat mengubati penyakit medu (gastrik).

KHASIAT BERAS

Masakkannya dengan membubuh susu lembu asli. Nasi tersebut boleh menambahkan air mani dan menguningkan warna kulit badan.

KHASIAT MEMAKAN BUAH ANGGUR BASAH

1- Menguatkan hati dan jantung.
2- Menguatkan emosi.
3- Mengubati penyakit batuk.
4- Menguningkan warna kulit.
5- Menghilangkan perasaan marah.
6- Mencairkan lendir dan kahak.
7- Menghilangkan rasa lenguh dan letih.
8- Menghilangkan bau mulut yang busuk.
9- Menguatkan usus dan melembutkan makanan supaya mudah dihadam.
10-Menghilangka rasa pedih dan sakit pada buah pinggang dan pundi kencing.

KHASIAT BUAH ZAITUN

1- Melambatkan rambut dari beruban.
2- Melawaskan perut.
3- Melicinkan dan melembutkan kulit, juga mengeluarkan parasit.
4- Minyaknya yang bergaram jika disapukan ke kulit yang terkena api, dapat menghilangkan lecur.

KHASIAT BUAH TIN

1- Jika dimakan buah yang kering (tidak terlalu banyak):
a- Terhindar dari bahan-bahan keracunan.
b- Melicinkan tekak dan dada.
c- Mencucikan hati dan jantung.
d- Membersihkan lendir-lendir yang terdapat di dalam usus-usus.

2- Jika dimakan buah yang masih basah (segar):
a- Jika dimakan bersama buah pala, sekiranya sebelum terminum / termakan racun pembunuh Insya Allah terselamatlah (jadi tawarlah racun).
b- Menghilangkan penyakit buasir.

3- Jika dimakan seperti biasa, dapat:
a- Mempercepatkan pertumbuhan gigi.
b- menyembuhkan penyakit bengkak telinga.

KHASIAT BUAH BIDARA

Buah yang pertama kali dimakan oleh Nabi Adam Alaihi salam.
1- Boleh menguatkan kecerdasan otak.
2- Melicinkan perjalanan usus-usus.
3- Menghilangkan penyakit kuning.
4- Mencantikkan kulit.
5- Membuka selera makan.
6- Menghilangkan kahak.
7- Menghilangkan penyakit lambat hadam.
- Ianya boleh dimakan sama ada buah yang masih segar atau kering.

KHASIAT BUAH TEMBIKAR DENGAN BUAH KURMA

Ianya dapat meredakan kepanasan dalam badan dan menghadamkan makanan dalam usus.
Caranya: Hendaklah dimakan kedua buah tersebut sebelum memakan makanan lain.

KHASIAT BUAH DELIMA

Buah yang manis :
1- Membaikkan usus-usus dan menguatkannya.
2- Ianya kurang sesuai untuk orang demam.
3- Bila dimakan bersama roti, roti tersebut tidak hancur.
4- Untuk membersihkan bahagian dalam halkum dan sesuai mengubati batuk.

Buah yang masam :
1- Melawaskan kencing.
2- Menyucikan perut dan mencegah dari muntah.
3- Menurunkan kepanasan hati dan menguatkan anggota badan.
4- mencegah penyakit bagi hati dan penyakit dudina.

Boleh mengubati penyakit kuning mata putih :
- Ambil airnya lalu dicampurkan dengan sedikit madu, kemudian dipanaskan sehingga pekat dan disapu pada kening.

Khasiat Bijinya:
1- Tumbuk bijinya sehingga halus dan campurkan sedikit madu, dapat mengubati kebenjolan dan luka yang teruk.
2- Jika menelan 3 bijinya akan terhindar sama sekali dari sakit mata untuk sepanjang tahun itu.

Ciri Adab Muslim

WAKTU-WAKTU YANG TIDAK DIBENARKAN TIDUR

1- Awal-awal pagi setelah terbit matahari. (Waktu solat sunat Isyraq).
2- Selepas masuk waktu ‘Asar.
3- Baru selepas makan.
4- Tidur di bawah cahaya matahari walaupun terkena separuh dari badan.

CARA MENGHINDARKAN LESU SELEPAS BANGKIT DARI TIDUR

1- Bersihkan tubuh badan, terutamanya bahagian muka, tangan dan kaki sebelum masuk tidur atau sunat dahulukan dengan berwuduk.
2- Hindarkan dari tidur pada lewat malam.
3- Lakukan gerak badan dan senaman di atas katil setelah bangun dari tidur dan sebelum turun dari katil.
4- Minumlah segelas air masak setiap pagi sebelum bersarapan, tetapi jangan minum selepas saja baru bangun dari tidur.
5- Cucilah muka terutamanya kelopak mata dengan air suam.
6- Ambil lah wuduk dan bersembahyang sunat.

BAHAYA TIDUR DI SIANG HARI

Di larang tidur di siang hari kecuali di hari yang panas , boleh menyebabkan :

1- Mendatangkan penyakit-penyakit kulit.
2- Merosakkan warna kulit.
3- Melemahkan jantung.
4- Menambahkan tekanan perasaan yang meluap.
5- Melemahkan badan dan mengurangkan tenaga Sayhwat.
6- Melemahkan kecerdasan fikiran.

DOA SEBELUM TIDUR

Cara tidur yang sebaik-baiknya yang diamalkan oleh Rasulullah saw :
1- Tidurlah di awal malam, sesudah menunaikan sembahyang Isyak jam 10:00 atau 11:00 malam dengan berwuduk.
2- Bangkitlah di awal separuh kedua malam jam 1:00 atau 2:00 pagi kemudian, sunat bersugi, berwuduk dan sembahyang sunat Tahajjud.
3- Kemudian tidurlah semula, dan bangkitlah sebelum terbit fajar (solat fardhu Subuh).
4- Cara tidur ialah dengan mengiringkan badan di sebelah rusuk kanan, rusuk kiri di bahagian atas, supaya tetap kedudukan makanan di dalam usus, cepat hadam makanan.

WAKTU-WAKTU YANG DI LARANG MEMINUM AIR

Seboleh-bolehnya jangan meminum air di waktu-waktu berikut:
1- Selepas baru bersenam, bersukan atau bekerja berat (rehat sekejap 5 minit).
2- Selepas baru bersetubuh.
3- Selepas makan atau sebelumnya.
4- Ketika sedang makan.
5- Selepas memakan buah-buahan.
6- Selepas keluar daripada bilik mandi.
7- Ketika terjaga daripada tidur.

SUPAYA AIR YANG DI MINUM MENDATANGKAN KESIHATAN UNTUK TUBUH BADAN.

1- Minumlah segelas air dengan 3 kali minum (seteguk).
2- Jangan bernafas di dalam gelas semasa meminumnya.
3- Jangan meniup air yang hendak di minumkan.

LARANGAN DAN PERATURAN SELEPAS MAKAN

1- Di larang keras terus tidur selepas makan kerana akan mendatangkan keras hati.
2- Hendaklah berjalan selepas makan sekurang-kurangnya 40 langkah.
3- Sebaik-baiknya hendaklah bersembahyang sunat dahulu selepas makan tengahari supaya makanan mudah hadam.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBAWA KEPADA MENJADI PELUPA / MELEMAHKAN DAYA INGATAN DAN KEFAHAMAN

1- Melihat perkara-perkara yang haram.(Antaranya melihat aurat perempuan, gambar lucah dalam Internet, VCD, majalah dll, kerana termasuk perbuatan haram dan
merosakkan minda kita).
2- Bermain mata dengan perempuan (zina mata).
3- Onani.
4- Membuang air kecil semasa sedang menggosok gigi.
5- Meminum minuman atau memakan makanan yang bercampur dengan semut mati (kerana di dalam badan semut itu terdapat satu enzim yang menyebabkan pelupa).
6- Tidak pernah membaca Al-Quran dalam seharian. Walaupun sepotong ayat.
7- Meminum atau memakan dari rezeki yang haram ataupun yang diperolehi dengan cara yang haram.
8- Mengadu dumba, mengumpat dan menghina sesama saudara muslim.
9- Terlalu memikirkan tentang perempuan / lelaki dengan nafsu syahwat.
10-Bercinta- cinta dengan lelaki / perempuan dengan nafsu syahwat.
11-Terlalu memikirkan perkara kebendaan dan harta dunia.
12-Sentiasa berada dalam keadaan keluh kesah atau dukacita.

UNTUK MENAMBAHKAN KECERDASAN AKAL

1- Kurangkan percakapan yang tidak berfaedah.
2- Sentiasa bersugi.
3- Sentiasa membaca Al-Quran dan berzikir.
4- Sentiasa bersama-sama / berkawan dengan orang soleh dan orang alim.
5- Sentiasa mengamalkan ilmu yang dipelajari.

6 PERKARA YANG MENGUATKAN TENAGA TUBUH BADAN

1- Memakan daging.
2- Selalu menghidu bau-bauan yang harum.
3- Banyak mandi yang bukan dari mandi kerana jimak.
4- Sentiasa memakai pakaian yang di perbuat dari kapas.
5- Memakan makanan yang agak manis tetapi jangan terlalu banyak (Buah kurma).
6- Mandi dalam keadaan perut sederhana, tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang.

SUPAYA BADAN SENTIASA SIHAT

1- Minumlah madu lebah asli yang dicampurkan dengan air suam.
2- Sentiasa meminum air lebihan dari air sembahyang (wuduk).

4 PERKARA YANG BOLEH MENDATANGKAN PENYAKIT

1- Bercakap banyak yang sia-sia.
2- Tidur banyak.
3- Makan banyak.
4- Banyak jimak (Semalaman sampai 4x).

LARANGAN-LARANGAN YANG BOLEH MEROSAKKAN KESIHATAN

1- Berjaga malam selain qiamullail.
2- Berada didalam keadaan terlalu lapar (Puasa lain).
3- Terus mandi selepas makan.
4- Selalu makan daging arbuk.
5- Sentiasa berada didalam keadaan keluh kesah dan berdukacita.
6- Beristerikan perempuan tua dan berjimak selalu dengannya.
7- Berjimak dalam keadaan keterlaluan kenyang atau terlalu lapar.