"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri". (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an :
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)
3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu'ah, 62:8)
4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?" (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".
Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. "Wahai manusia !", kata pria tersebut. "Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku."
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a'lam bis shawab.
Sakaratul Maut Orang-orang Zalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An'am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, "Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! " Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka".
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, "Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka". Naudzu bila min dzalik!
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, "Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu".
Rabu, Disember 12, 2007
Isnin, Disember 10, 2007
Can A Family Man With Salary RM3,000 Survive In Malaysia?
Can a family man with Salary RM3,000 survive in Malaysia. Let's do some simple calculations here.
In Malaysia , the average family income is RM3,000 /month (where father works, mother doesn't). I understand there are many families whose monthly income does not! reach RM3,000, but, to make things simple, let's take RM3,000 as the figure. Ok lah, right?
Okay, let's start rolling with a family which has Papa, Mama, 1 daughter and 1 son. Ngam-ngam ....
Calculation starts...
Electricity and water bill: RM100
(No air-con, No home theatre, No water heater ... ok?)
Phone bill ( Telekom): RM100
Meals for a happy family: RM775
(3 meals on RM25/day, RM25 for 4 persons...?)
Papa makan / teh-tarik during working hrs: RM155
(RM5/day, RM5 ... can eat what?)
Car repayment: RM400
(A proton saga aeroback, 7 yrs repayment)
Petrol (living in city, traffic-jam) : RM300
(go to work, bring son to school, only can afford one car running)
Insurance: RM650
(kids, wife and myself)
House repayment: RM750
(low cost hou sing repayment for 30 yrs, retired still have to work to pay!)
Tuition: RM80
(got that cheap meh? i don't think so)
Older children pocket money @ school: RM20
(RM1/day, eat bread?)
School fees: RM30
(enough ah?)
School book s and etc: RM100
(always got extra to pay in school)
Younger children milk powder: RM50
(cannot have the DHA, BHA, PHA one, expensive)
Miscellaneous RM100
(shampoo, rice, sauce, toilet paper)
Oh wait!!! I h ave to stop here, so...
No Astro,
no movie @ cinema,
no DVD,
no CD,
no online,
cannot KFC,
cannot McDonald,
cannot go Park walk during weekend (petrol expensive),!
no chit chat on phone with grandparents, and etc...
Let's use a calculator to total up... WALAO EH! Shit! RM3,610 already...
EPF belum potong, inc ome tax lagi........ oledi RM3,610 ....
How to survive lah tuan-tuan dan puan-puan sekalian ???
Our Deputy Prime Minister asked us to change lifestyle?
How to change? Don't eat? Don't work? Don't send children to school and study?
Besides that, I believe in Malaysia population, there are millions of rakyat Malaysia which still don't earn RM3,000/month! !!
What is this? Inilah Malaysia Boleh... Sorry ... it should be Malaysians Boleh , because we're still alive and kicking!!
Our politicians must be mad!!!!
Please forward and comment boleh or tak boleh. No wonder so many Ah Loong around lah....
Deputy Prime Minister : Change Your Lifestyle
In Malaysia , the average family income is RM3,000 /month (where father works, mother doesn't). I understand there are many families whose monthly income does not! reach RM3,000, but, to make things simple, let's take RM3,000 as the figure. Ok lah, right?
Okay, let's start rolling with a family which has Papa, Mama, 1 daughter and 1 son. Ngam-ngam ....
Calculation starts...
Electricity and water bill: RM100
(No air-con, No home theatre, No water heater ... ok?)
Phone bill ( Telekom): RM100
Meals for a happy family: RM775
(3 meals on RM25/day, RM25 for 4 persons...?)
Papa makan / teh-tarik during working hrs: RM155
(RM5/day, RM5 ... can eat what?)
Car repayment: RM400
(A proton saga aeroback, 7 yrs repayment)
Petrol (living in city, traffic-jam) : RM300
(go to work, bring son to school, only can afford one car running)
Insurance: RM650
(kids, wife and myself)
House repayment: RM750
(low cost hou sing repayment for 30 yrs, retired still have to work to pay!)
Tuition: RM80
(got that cheap meh? i don't think so)
Older children pocket money @ school: RM20
(RM1/day, eat bread?)
School fees: RM30
(enough ah?)
School book s and etc: RM100
(always got extra to pay in school)
Younger children milk powder: RM50
(cannot have the DHA, BHA, PHA one, expensive)
Miscellaneous RM100
(shampoo, rice, sauce, toilet paper)
Oh wait!!! I h ave to stop here, so...
No Astro,
no movie @ cinema,
no DVD,
no CD,
no online,
cannot KFC,
cannot McDonald,
cannot go Park walk during weekend (petrol expensive),!
no chit chat on phone with grandparents, and etc...
Let's use a calculator to total up... WALAO EH! Shit! RM3,610 already...
EPF belum potong, inc ome tax lagi........ oledi RM3,610 ....
How to survive lah tuan-tuan dan puan-puan sekalian ???
Our Deputy Prime Minister asked us to change lifestyle?
How to change? Don't eat? Don't work? Don't send children to school and study?
Besides that, I believe in Malaysia population, there are millions of rakyat Malaysia which still don't earn RM3,000/month! !!
What is this? Inilah Malaysia Boleh... Sorry ... it should be Malaysians Boleh , because we're still alive and kicking!!
Our politicians must be mad!!!!
Please forward and comment boleh or tak boleh. No wonder so many Ah Loong around lah....
Deputy Prime Minister : Change Your Lifestyle
Jumaat, Disember 07, 2007
6 Perkara Allah Sembunyikan
Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata:
"Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?."
Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. "Tidak"
Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.
Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, kamu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tet api di akhir
zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun
besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu."
Kemudian Jibrail as berkata: "Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?"
Lalu Allah berfirman yang bermaksud. "Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal..."
Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa. Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak
perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:
"Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? "
Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... ."
Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :
"Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?."
Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. "Tidak"
Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.
Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, kamu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tet api di akhir
zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun
besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu."
Kemudian Jibrail as berkata: "Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?"
Lalu Allah berfirman yang bermaksud. "Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal..."
Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa. Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak
perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:
"Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? "
Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... ."
Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :
- Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
- Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
- Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
- Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
- Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
- Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.
Beza Antara Mentega Dan Marjerin
(Differences Between Butter And Margarine)
Dipetik dari Rense.com
Marjerin pada asalnya bahan yang dihasilkan bagi menggemukkan ayam belanda (turkey). Apabila ia menyebabkan kematian kepada haiwan terbabit, orang yang melabur wang mereka dalam kajian itu mahukan wang mereka semula lalu memerah otak untuk mencari jalan apa yang mahu dibuat dengan barangan tersebut bagi mendapat semula wang pelaburan mereka.
Ianya adalah sebatian bahan berwarna putih yang tidak menyelerakan lalu mereka tambah pewarna kuning dan menjual kepada orang ramai sebagai ganti mentega. Suka tak? Mereka dengan liciknya telah menghasilkan marjerin dengan pelbagai perasa baru.
TAHUKAH ANDA ...perbezaan antara marjerin dan mentega?
Bacalah sehingga ke akhirnya…anda tentu tertarik! Kedua-duanya mempunyai jumlah kalori yang sama. Mentega sedikit tinggi kandungan lemak tepunya sebanyak 8 gram berbanding 5 gram pada marjerin. Dengan memakan marjerin boleh meningkatkan penyakit jantung pada wanita sebanyak 53% berbanding memakan jumlah sama mentega, menurut Kajian Perubatan Harvard yang terbaru.
Memakan mentega meningkatkan penyerapan banyak nutrien lain dalam makanan. Mentega mempunyai banyak faedah nutrisi berbanding marjerin kerana ia adalah makanan tambah nilai!
Mentega lebih enak berbanding marjerin dan ia boleh menaikkan rasa makanan lain. Mentega sudah pun wujud selama berabad-abad sedangkan marjerin terhasil kurang dari 100 tahun.
Dan sekarang kita bercakap tentang marjerin. Ia sangat tinggi kandungan asid lemak Trans. Meningkatkan risiko penyakit jantung koronari sebanyak tiga kali ganda. Ia meningkatkan kolesterol total serta LDL (kolesterol berbahaya) dan menurunkan HDL (kolesterol bagus). Marjerin menaikkan risiko penyakit barah sebanyak lima kali ganda. Ia mengurangkan jumlah susu badan. Ia juga merendahkan respons pertahanan tubuh serta keberkesanan insulin semula jadi badan.
Dan ini ialah fakta yang paling membimbangkan … INI IALAH BAHAGIAN YANG SANGAT MENARIK!
Marjerin hanya kekurangan SATU MOLEKUL untuk menjadi PLASTIK. Fakta ini sahaja sudah cukup membuatkan saya mengelak dari memakan marjerin seumur hidup saya dan setiap barangan yang melalui proses hidrogenasi (ia bermakna hidrogen ditambah, mengubah struktur molekul bahan).
Anda boleh cuba melakukan ujikaji ini:
Belilah satu mangkuk marjerin dan tinggalkan ia dalam garaj mahupun tempat teduh. Dalam masa dua hari anda akan dapati dua perkara berikut:
Dipetik dari Rense.com
Marjerin pada asalnya bahan yang dihasilkan bagi menggemukkan ayam belanda (turkey). Apabila ia menyebabkan kematian kepada haiwan terbabit, orang yang melabur wang mereka dalam kajian itu mahukan wang mereka semula lalu memerah otak untuk mencari jalan apa yang mahu dibuat dengan barangan tersebut bagi mendapat semula wang pelaburan mereka.
Ianya adalah sebatian bahan berwarna putih yang tidak menyelerakan lalu mereka tambah pewarna kuning dan menjual kepada orang ramai sebagai ganti mentega. Suka tak? Mereka dengan liciknya telah menghasilkan marjerin dengan pelbagai perasa baru.
TAHUKAH ANDA ...perbezaan antara marjerin dan mentega?
Bacalah sehingga ke akhirnya…anda tentu tertarik! Kedua-duanya mempunyai jumlah kalori yang sama. Mentega sedikit tinggi kandungan lemak tepunya sebanyak 8 gram berbanding 5 gram pada marjerin. Dengan memakan marjerin boleh meningkatkan penyakit jantung pada wanita sebanyak 53% berbanding memakan jumlah sama mentega, menurut Kajian Perubatan Harvard yang terbaru.
Memakan mentega meningkatkan penyerapan banyak nutrien lain dalam makanan. Mentega mempunyai banyak faedah nutrisi berbanding marjerin kerana ia adalah makanan tambah nilai!
Mentega lebih enak berbanding marjerin dan ia boleh menaikkan rasa makanan lain. Mentega sudah pun wujud selama berabad-abad sedangkan marjerin terhasil kurang dari 100 tahun.
Dan sekarang kita bercakap tentang marjerin. Ia sangat tinggi kandungan asid lemak Trans. Meningkatkan risiko penyakit jantung koronari sebanyak tiga kali ganda. Ia meningkatkan kolesterol total serta LDL (kolesterol berbahaya) dan menurunkan HDL (kolesterol bagus). Marjerin menaikkan risiko penyakit barah sebanyak lima kali ganda. Ia mengurangkan jumlah susu badan. Ia juga merendahkan respons pertahanan tubuh serta keberkesanan insulin semula jadi badan.
Dan ini ialah fakta yang paling membimbangkan … INI IALAH BAHAGIAN YANG SANGAT MENARIK!
Marjerin hanya kekurangan SATU MOLEKUL untuk menjadi PLASTIK. Fakta ini sahaja sudah cukup membuatkan saya mengelak dari memakan marjerin seumur hidup saya dan setiap barangan yang melalui proses hidrogenasi (ia bermakna hidrogen ditambah, mengubah struktur molekul bahan).
Anda boleh cuba melakukan ujikaji ini:
Belilah satu mangkuk marjerin dan tinggalkan ia dalam garaj mahupun tempat teduh. Dalam masa dua hari anda akan dapati dua perkara berikut:
- tiada lalat yang menghurung, tidak juga lalat buah akan menghampirinya (ia sepatutnya memberitahu sesuatu kepada anda)
- ianya tidak akan membusuk atau bertukar baunya kerana ia tiada nilai-nilai nutrisi; tidak akan ada apa yang tumbuh atasnya. Hatta satu mikroorganisma juga tidak akan membiak atasnya. Kenapa? Kerana ia sangat hampir kepada plastik. Mahukah anda meleburkan Tupperware dan menyapu ia ke atas roti anda?
Ahli Sunnah Wal Jamaah
Istilah atau kalimah Ahli Sunnah wal-Jamaah sememangnya sudah tidak asing lagi kepada masyarakat Islam Nusantara. Namun, apabila membincangkan perihal Ahli Sunnah wal-Jamaah terlalu sedikit yang mengetahui pengertian kalimah ini. Oleh itu, perlulah terlebih dahulu difahami pengertiannya (istilah atau definisinya) sama ada disegi bahasa atau syara. Istilah "Ahli Sunnah wal-Jamaah" terdiri dari tiga kalimah, iaitu:
1.Pertama: Pengertian Ahli
2.Kedua: Pengertian Sunnah
3.Ketiga: Pengertian al-Jamaah.
PENGERTIAN AHLI
Perkataan "Ahli" mengikut Bahasa Arab secara ringkas boleh diertikan kepada beberapa maksud, antaranya ialah:
1. Ahli bermakusd: "Pakar, Yang Berilmu atau Yang Pandai" sebagaimana firman Allah:
فَسْئَلُوْا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ.
"Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui". Al-Anbiya, 21:7.
2. Ahli yang bermaksud "Pengikut atau Anggota" satu-satu aliran (fahaman) atau kumpulan, contohnya sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah:
يَا اَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ بِاَيَاتِ اللهِ
"Hai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah padahal kamu mengetahui kebenarannya". Ali Imran, 3:70.
وَاْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan solat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya". Taha, 20:132.
Pada ayat ini ahli bermaksud anggota keluarga. Antara contoh-contoh yang lain ialah: Ahli pertubuhan, ahli parlimen, ahli mahzab, ahli sukan dan sebagainya.
PENGERTIAN SUNNAH
1. As-Sunnah: Sunnah menurut pengertian bahasa ialah: Tariqah ( الطريقة) "Jalan" [1] atau sirah (السيرة) "Sirah".[2] Sebagaimana yang dikatakan:
اَلسُّنَّةُ هِيَ الطَّرِيْقَةُ ، مَحْمُوْدَةٌ كَانَتْ اَمْ مَذْمُوْمَةٌ.
"As-Sunnah ialah jalan, sama ada yang terpuji (baik) atau yang keji (jahat)".[3]
2 . As-Sunnah: Sunnah menurut syara:
"Apa yang diambil (diterima, dinukil, dipindah dan diriwayatkan) dari Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam dan para sahabat baginda berkenaan akidah dan amal". [4] Atau:
"Cara (jalan) yang dicontohkan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam yang dibina (diambil) dari kitab Allah Ta'ala (al-Quran), sunnah RasulNya dan jalan yang ditempuh oleh para sahabat sekalian yang telah diijmakkan oleh mereka". [5]
Pengertian Al-Jamaah
Al-Jamaah diambil dari kalimah (الجمع) yang boleh diertikan kepada beberapa maksud:
1. Al-Jamaah yang bermaksud:
(1). "Mengumpulkan atau menyatu-padukan yang berpecah-belah (bercerai-berai)". [6]
(2). "Bersatu dan lawannya berpecah-belah.
(3). Al-Jamaah juga (diistilahkan untuk) menunjukkan perkumpulan manusia yang bersatu untuk tujuan yang sama". [7]
2. Al-Jamaah: Golongan yang terbesar atau yang paling ramai (السواد الاعظم) dari kalangan umat Islam.[8]
3. Al-Jamaah: Golongan (kalangan) para ulama yang mujtahid.[9]
4. Al-Jamaah: Setiap Umat Islam yang bersatu
di bawah satu amir (pemerintah Islam). [10]
5. Al-Jamaah: Secara khususnya ialah para sahabat Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam. [11] Pengertian ini dapat difahami dari sabda Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam:
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ
"Hendaklah kamu kembali (ittiba') kepada sunnahku dan sunnah para Khulafa ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk selepasku". [12]
6. Al-Jamaah: Setiap mukmin yang mengikut kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam [13] walaupun seorang diri sebagaimana athar sahih di bawah ini:
اَلْجَمَاعَةُ : هِيَ الَّتِيْ مَا اَنَا عَلَيْهِ وَاَصْحَابِيْ
"Al-Jamaah: Iaitu (sesiapa yang amal dan akidahnya mengikuti aku atau persis) serupa dengan apa yang ada pada diriku dan para sahabatku (sesiapa yang sepertiku dan para sahabatku)." [14]
اَلْجَمَاعَةُ مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَاِنْ كُنْتَ وَحْدَكَ.
"Al-Jamaah (berjamaah) atau (yang dikatakan berada dalam jamaah) ialah apabila (engkau) mengikuti kebenaran sekalipun engkau hanya seorang diri (keseorangan)." [15]
Kebenaran adalah setiap apa saja yang didatangkan oleh Allah dan disampaikan oleh RasulNya yang dikenali sebagai al-Hak (al-Quran dan as-Sunnah). Maka Al-Jamaah yang dimaksudkan oleh syarak ialah sesiapa sahaja yang berittiba' kepada manhaj para sahabat kerana mereka sentiasa memelihara dan mengikut (berittiba') kebenaran yang telah diturunkan oleh Allah kepada RasulNya. Firman Allah:
اَلْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ.
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu".
Al-Baqarah, 2:147.
Penafsiran yang paling tepat tentang "Jamaah" ialah:
"Mereka-mereka yang tergolong dari kalangan para sahabat kerana mereka sentiasa di atas kebenaran, ahlinya dan golongan yang teramai (السواد الاعظم) mengikut fahaman (manhaj) salaf yang hak". [16]
Dengan demikian, sesiapa sahaja yang mengikuti (ittiba') manhaj para sahabat dengan baik pasti digolongkan sebagai al-Jamaah. Walaupun al-Jamaah adalah nama sebenar bagi Ahli Sunnah wal-Jamaah, tetapi antara nama-nama lain yang diberikan ialah:
1. Ahli al-Hadis atau Ahli al-Athar.
Berkata Ibn Qaiyim rahimahullah:
"Setiap individu telah mengetahui bahawa Ahli Hadis adalah golongan yang paling benar sebagaimana yang dikatakan oleh Ibn Mubarak: Aku dapati agama berada pada ahli hadis percekcokkan pada golongan Muktazilah, pembohongan pada ar-Rafidah dan banyak berhelah pada Ahli ar-Rakii".[17]
2. Firqah an-Najiah (Firqah al-Mansurah) atau At-Taifah an-Najiah (at-Taifah al-Mansurah). Berkata Ibn Taimiyah rahimahullah:
"Apa yang dikatakan Firqah an-Najiah ialah pengikut para sahabat Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam. Ia adalah syiar Ahli sunnah. Dinamakan Firqah an-Najiah kerana mereka itu terdiri dari Ahli Sunnah".[18]
3. Ahli Ittiba'. Dinamakan Ahli Ittiba' kerana sentiasa berittiba' (mengikuti/mematuhi/mentaati) al-Quran, as-Sunnah Rasulullah sallallhu 'alaihi wa-sallam serta athar para sahabat radiallahu 'anhum yang sahih.
4. Al Guraba' (الغرباء) bermaksud: "Golongan yang anih, asing, luar biasa, dagang atau sedikit" sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam:
بَدَاَ اْلاِسْلاَمُ غَرِيْبًا سَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأ فَطُوْبَى للغُرِبَاءِ.
"Islam itu bermula dengan keadaan aneh (asing/luar biasa) maka akan kembali menjadi aneh (asing/luar biasa) maka berbahagialah orang yang asing itu".[19]
نُقِلَ عَنْ سُفْيَانِ الثَّوْرِيِّ اَنَّهُ قَالَ : اِسْتَوْصُوْا بِاَهْلِ السُّنَّةِ خَيْرًا فَاِنَّهُمْ غُرَبَاءُ.
"Dinukil dari Sufyian ath-Thauri beliau berkata: Berwasiatlah kamu kepada Ahli Sunnah dengan kebaikan kerana mereka guraba".
Dengan penjelasan ini, golongan yang paling tepat dinamakan al-Jamaah atau Ahli Sunnah wal-Jamaah, Firqah an-Najiah atau nama-nama yang berkaitan dengan Jamaah Islamiyah, maka mereka ialah para sahabat, tabiin, tabiut at-tabiin dan sesiapa sahaja yang mengikut manhaj para sahabat dengan baik, terutama kalangan ulamak mujtahid yang berpegang kepada manhaj al-Kitab dan as-Sunnah.[20]
Gelaran Ahli Sunnah wal-Jamaah muncul diakhir zaman sahabat, ini berdasarkan keterangan yang diambil dari athar Ibn Abbas apabila beliau menafsirkian Firman Allah: [21]
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ.
"Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri dan ada pula muka yang hitam muram". Ali Imran, 3:106.
Menurut Ibn Abbas radiallahu 'anhu:
"Adapun orang yang putih berseri-seri mukanya ialah Ahli Sunnah wal-Jamaah dan Ulul al-Ilm dan yang hitam muram mukanya ialah Ahli bid'ah atau orang yang sesat".[22]
Dengan berpandukan dalil dan keterangan di atas, amat tepat pengistilahan yang menetapkan bahawa orang yang paling berhak dan layak digelar atau dinamakan Ahli Sunnah Wal-Jamaah ialah sesiapa sahaja yang berpegang teguh (ittiba') kepada manhaj para sahabat, tabiin dan tabiut at-tabiin yang diistilahkan sebagai "Manhaj Salaf As-Soleh". Oleh itu, sesiapa yang tidak berpegang kepada manhaj Salaf as-Soleh adalah golongan yang berpecah (terkeluar) dari Ahli Sunnah wal-Jamaah sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam:
لَتَفْتَرِقَنَّ اُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاحِدَة فِى الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِى النَّارِ . قِيْلَ : مَنْ هُمْ ؟ قَالَ : اَلْجَمَاعَة.
"Pasti akan berpecah-belah umatku kepada 73 firqah, hanya satu ke syurga dan 72 ke neraka. Baginda ditanya: Siapa mereka (yang ke syurga) wahai Rasulullah? Baginda bersabda: al-Jamaah". [23]
Dalil yang menjelaskan bahawa hanya sesiapa yang berpegang dan kembali kepada al-Quran, sunnah Rasulullah dan athar sahabat berhak dinamakan Ahli Sunnah wal-Jamaah yang bermanhaj salaf ialah berdasarkan hadis sahih:
مَا اَنَا عَلَيْهِ الْيَوْم وَاَصْحَابِيْ.
"(Al-Jamaah) ialah sesiapa yang seperti aku sekarang dan para sahabatku". [24]
Adalah wajib bagi setiap mukmin menjadikan akidah dan amalannya seperti yang diyakini dan dicontohkan oleh para Ahli Sunnah wa-Jamaah yang bermanhaj salaf, iaitu manhaj yang diikuti oleh para sahabat, tabiin, tabiut at-tabiin dan sesiapa saja yang mengikuti mereka dengan baik. Firman Allah:
وَكُوْنُوْا مَعَ الصَّادِقِيْنَ
"Dan hendaklah kamu bersama orang-orang siddiqin (yang benar)".
At-Taha, 20:119.
Orang-orang utama yang telah mendapat gelaran dan penghormatan sebagai syuhada', solehin dan siddiqin ialah para sahabat, maka untuk digolongkan sebagai Ahli Sunnah wal-Jamaah yang diterima oleh syara, sewajarnya seseorang itu memenuhi pensyaratan yang ditetapkan oleh hujjah-hujjah di atas, iaitu kembali kepada manhaj yang diterima oleh Rasulullah yang telah dipegang dan diamalkan oleh para sahabat. Caranya hanya dengan mengikuti, kembali dan mentaati al-Quran, as-sunnah atau wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam.
Suruhan atau perintah agar bepegang teguh dengan sunnah Rasulullah dan athar para sahabat sebagai manhaj yang terjamin terdapat di dalam al-Quran, hadith-hadith dan athar yang sahih, antaranya ialah firman Allah:
وَاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ
"Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepadaKu".
Luqman, 31:15.
Orang-orang yang benar-benar mengikuti dan kembali ke jalan Allah Suhanahu wa-Ta'ala tentulah Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam dan para sahabat baginda kerana mereka sentiasa mematuhi firman Allah:
اِتَّبِعُوْا مَا اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلاَ تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهِ اَوْلِيَاءَ قَلِيْلاً مَا تَذَكَّرُوْنَ.
"Ikutlah oleh kamu apa yang telah diturunkan kepada kamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikit dari kamu mengambil pelajaran (daripadanya)". Al-'Araf, 7:3.
Pengertian "Mengikut apa yang telah diturunkan" sebagaimana yang dimaksudkan oleh ayat di atas ialah mengikut atau kembali kepada wahyu yang berupa al-Quran dan hadis Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam. Hadis atau kata-kata Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam dinamakan sebagai wahyu berdasarkan ayat al-Quran:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى اِنْ هُوَ اِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى
"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kamahuan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanya wahyu yang dibawakan (kepadanya)". An-Najm, 53:3-4.
Semasa Rasulullah ingin menyampaikan wasiat agar umat Islam benar-benar kembali kepada manhaj Ahli Sunnah wal-Jamaah dan meninggalkan Ahli bid'ah, tanda-tanda kesungguhan yang tergambar di wajah Rasulullah telah merubah suasana dan keadaan para sahabat di ketika itu, sehingga menggegarkan hati para sahabat dan mengalirkan air-mata mereka. Kejadian tersebut telah menunjukkan peripentingnya umat Islam berpegang dan kembali kepada pegangan Ahli Sunnah wal-Jamaah yang menjadi manhaj para sahabat sekalian. Rasulullah berwasiat:
اُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّـمْعِ وَالطَّاعَةِ وَاِنْ وَلَّى عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ ، وَاِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ مِنْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا ، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ ، تَمَسَّكُوْابِهَاوَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ ، وَاِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الاُمُوْرِ، فَاِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَـلاَلَةٌ ، وَكُلَّ ضَـلاَلَةٍ فِى النَّارِ.
"Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam telah memberi peringatan kepada kami sehingga membuat hati kami bergetar dan air mata berlinangan. Kami berkata: Wahai Rasulullah! Seakan-akan ini wasiat perpisahan maka berwasiatlah kepada kami. Baginda bersabda: Aku wasiatkan kepada kamu agar tetap bertakwa kepada Allah, sentiasa mendengar dan taat walaupun yang memimpin kamu adalah seorang hamba Habsyi. Sesungguhnya sesiapa yang hidup antara kamu selepasku akan melihat ikhtilaf yang banyak, maka hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah ia dan gigitlah dengan gigi geraham. Aku peringatkan kamu tentang benda-benda yang baru kerana setiap yang baru itu bid'ah dan setiap yang bid'ah itu sesat". [25]
بِسْـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Sebahagian dari isi kandungan kertas kerja telah dikulliahkan di Pusat Islam Singapura dan di Masjid, di beberapa masjid di Negeri Perlis dan Kampung Malaysia Tambahan, Selangor Malaysia.
1.Pertama: Pengertian Ahli
2.Kedua: Pengertian Sunnah
3.Ketiga: Pengertian al-Jamaah.
PENGERTIAN AHLI
Perkataan "Ahli" mengikut Bahasa Arab secara ringkas boleh diertikan kepada beberapa maksud, antaranya ialah:
1. Ahli bermakusd: "Pakar, Yang Berilmu atau Yang Pandai" sebagaimana firman Allah:
فَسْئَلُوْا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ.
"Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui". Al-Anbiya, 21:7.
2. Ahli yang bermaksud "Pengikut atau Anggota" satu-satu aliran (fahaman) atau kumpulan, contohnya sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah:
يَا اَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ بِاَيَاتِ اللهِ
"Hai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah padahal kamu mengetahui kebenarannya". Ali Imran, 3:70.
وَاْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan solat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya". Taha, 20:132.
Pada ayat ini ahli bermaksud anggota keluarga. Antara contoh-contoh yang lain ialah: Ahli pertubuhan, ahli parlimen, ahli mahzab, ahli sukan dan sebagainya.
PENGERTIAN SUNNAH
1. As-Sunnah: Sunnah menurut pengertian bahasa ialah: Tariqah ( الطريقة) "Jalan" [1] atau sirah (السيرة) "Sirah".[2] Sebagaimana yang dikatakan:
اَلسُّنَّةُ هِيَ الطَّرِيْقَةُ ، مَحْمُوْدَةٌ كَانَتْ اَمْ مَذْمُوْمَةٌ.
"As-Sunnah ialah jalan, sama ada yang terpuji (baik) atau yang keji (jahat)".[3]
2 . As-Sunnah: Sunnah menurut syara:
"Apa yang diambil (diterima, dinukil, dipindah dan diriwayatkan) dari Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam dan para sahabat baginda berkenaan akidah dan amal". [4] Atau:
"Cara (jalan) yang dicontohkan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam yang dibina (diambil) dari kitab Allah Ta'ala (al-Quran), sunnah RasulNya dan jalan yang ditempuh oleh para sahabat sekalian yang telah diijmakkan oleh mereka". [5]
Pengertian Al-Jamaah
Al-Jamaah diambil dari kalimah (الجمع) yang boleh diertikan kepada beberapa maksud:
1. Al-Jamaah yang bermaksud:
(1). "Mengumpulkan atau menyatu-padukan yang berpecah-belah (bercerai-berai)". [6]
(2). "Bersatu dan lawannya berpecah-belah.
(3). Al-Jamaah juga (diistilahkan untuk) menunjukkan perkumpulan manusia yang bersatu untuk tujuan yang sama". [7]
2. Al-Jamaah: Golongan yang terbesar atau yang paling ramai (السواد الاعظم) dari kalangan umat Islam.[8]
3. Al-Jamaah: Golongan (kalangan) para ulama yang mujtahid.[9]
4. Al-Jamaah: Setiap Umat Islam yang bersatu
di bawah satu amir (pemerintah Islam). [10]
5. Al-Jamaah: Secara khususnya ialah para sahabat Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam. [11] Pengertian ini dapat difahami dari sabda Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam:
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ
"Hendaklah kamu kembali (ittiba') kepada sunnahku dan sunnah para Khulafa ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk selepasku". [12]
6. Al-Jamaah: Setiap mukmin yang mengikut kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam [13] walaupun seorang diri sebagaimana athar sahih di bawah ini:
اَلْجَمَاعَةُ : هِيَ الَّتِيْ مَا اَنَا عَلَيْهِ وَاَصْحَابِيْ
"Al-Jamaah: Iaitu (sesiapa yang amal dan akidahnya mengikuti aku atau persis) serupa dengan apa yang ada pada diriku dan para sahabatku (sesiapa yang sepertiku dan para sahabatku)." [14]
اَلْجَمَاعَةُ مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَاِنْ كُنْتَ وَحْدَكَ.
"Al-Jamaah (berjamaah) atau (yang dikatakan berada dalam jamaah) ialah apabila (engkau) mengikuti kebenaran sekalipun engkau hanya seorang diri (keseorangan)." [15]
Kebenaran adalah setiap apa saja yang didatangkan oleh Allah dan disampaikan oleh RasulNya yang dikenali sebagai al-Hak (al-Quran dan as-Sunnah). Maka Al-Jamaah yang dimaksudkan oleh syarak ialah sesiapa sahaja yang berittiba' kepada manhaj para sahabat kerana mereka sentiasa memelihara dan mengikut (berittiba') kebenaran yang telah diturunkan oleh Allah kepada RasulNya. Firman Allah:
اَلْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ.
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu".
Al-Baqarah, 2:147.
Penafsiran yang paling tepat tentang "Jamaah" ialah:
"Mereka-mereka yang tergolong dari kalangan para sahabat kerana mereka sentiasa di atas kebenaran, ahlinya dan golongan yang teramai (السواد الاعظم) mengikut fahaman (manhaj) salaf yang hak". [16]
Dengan demikian, sesiapa sahaja yang mengikuti (ittiba') manhaj para sahabat dengan baik pasti digolongkan sebagai al-Jamaah. Walaupun al-Jamaah adalah nama sebenar bagi Ahli Sunnah wal-Jamaah, tetapi antara nama-nama lain yang diberikan ialah:
1. Ahli al-Hadis atau Ahli al-Athar.
Berkata Ibn Qaiyim rahimahullah:
"Setiap individu telah mengetahui bahawa Ahli Hadis adalah golongan yang paling benar sebagaimana yang dikatakan oleh Ibn Mubarak: Aku dapati agama berada pada ahli hadis percekcokkan pada golongan Muktazilah, pembohongan pada ar-Rafidah dan banyak berhelah pada Ahli ar-Rakii".[17]
2. Firqah an-Najiah (Firqah al-Mansurah) atau At-Taifah an-Najiah (at-Taifah al-Mansurah). Berkata Ibn Taimiyah rahimahullah:
"Apa yang dikatakan Firqah an-Najiah ialah pengikut para sahabat Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam. Ia adalah syiar Ahli sunnah. Dinamakan Firqah an-Najiah kerana mereka itu terdiri dari Ahli Sunnah".[18]
3. Ahli Ittiba'. Dinamakan Ahli Ittiba' kerana sentiasa berittiba' (mengikuti/mematuhi/mentaati) al-Quran, as-Sunnah Rasulullah sallallhu 'alaihi wa-sallam serta athar para sahabat radiallahu 'anhum yang sahih.
4. Al Guraba' (الغرباء) bermaksud: "Golongan yang anih, asing, luar biasa, dagang atau sedikit" sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam:
بَدَاَ اْلاِسْلاَمُ غَرِيْبًا سَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأ فَطُوْبَى للغُرِبَاءِ.
"Islam itu bermula dengan keadaan aneh (asing/luar biasa) maka akan kembali menjadi aneh (asing/luar biasa) maka berbahagialah orang yang asing itu".[19]
نُقِلَ عَنْ سُفْيَانِ الثَّوْرِيِّ اَنَّهُ قَالَ : اِسْتَوْصُوْا بِاَهْلِ السُّنَّةِ خَيْرًا فَاِنَّهُمْ غُرَبَاءُ.
"Dinukil dari Sufyian ath-Thauri beliau berkata: Berwasiatlah kamu kepada Ahli Sunnah dengan kebaikan kerana mereka guraba".
Dengan penjelasan ini, golongan yang paling tepat dinamakan al-Jamaah atau Ahli Sunnah wal-Jamaah, Firqah an-Najiah atau nama-nama yang berkaitan dengan Jamaah Islamiyah, maka mereka ialah para sahabat, tabiin, tabiut at-tabiin dan sesiapa sahaja yang mengikut manhaj para sahabat dengan baik, terutama kalangan ulamak mujtahid yang berpegang kepada manhaj al-Kitab dan as-Sunnah.[20]
Gelaran Ahli Sunnah wal-Jamaah muncul diakhir zaman sahabat, ini berdasarkan keterangan yang diambil dari athar Ibn Abbas apabila beliau menafsirkian Firman Allah: [21]
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ.
"Pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri dan ada pula muka yang hitam muram". Ali Imran, 3:106.
Menurut Ibn Abbas radiallahu 'anhu:
"Adapun orang yang putih berseri-seri mukanya ialah Ahli Sunnah wal-Jamaah dan Ulul al-Ilm dan yang hitam muram mukanya ialah Ahli bid'ah atau orang yang sesat".[22]
Dengan berpandukan dalil dan keterangan di atas, amat tepat pengistilahan yang menetapkan bahawa orang yang paling berhak dan layak digelar atau dinamakan Ahli Sunnah Wal-Jamaah ialah sesiapa sahaja yang berpegang teguh (ittiba') kepada manhaj para sahabat, tabiin dan tabiut at-tabiin yang diistilahkan sebagai "Manhaj Salaf As-Soleh". Oleh itu, sesiapa yang tidak berpegang kepada manhaj Salaf as-Soleh adalah golongan yang berpecah (terkeluar) dari Ahli Sunnah wal-Jamaah sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam:
لَتَفْتَرِقَنَّ اُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاحِدَة فِى الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِى النَّارِ . قِيْلَ : مَنْ هُمْ ؟ قَالَ : اَلْجَمَاعَة.
"Pasti akan berpecah-belah umatku kepada 73 firqah, hanya satu ke syurga dan 72 ke neraka. Baginda ditanya: Siapa mereka (yang ke syurga) wahai Rasulullah? Baginda bersabda: al-Jamaah". [23]
Dalil yang menjelaskan bahawa hanya sesiapa yang berpegang dan kembali kepada al-Quran, sunnah Rasulullah dan athar sahabat berhak dinamakan Ahli Sunnah wal-Jamaah yang bermanhaj salaf ialah berdasarkan hadis sahih:
مَا اَنَا عَلَيْهِ الْيَوْم وَاَصْحَابِيْ.
"(Al-Jamaah) ialah sesiapa yang seperti aku sekarang dan para sahabatku". [24]
Adalah wajib bagi setiap mukmin menjadikan akidah dan amalannya seperti yang diyakini dan dicontohkan oleh para Ahli Sunnah wa-Jamaah yang bermanhaj salaf, iaitu manhaj yang diikuti oleh para sahabat, tabiin, tabiut at-tabiin dan sesiapa saja yang mengikuti mereka dengan baik. Firman Allah:
وَكُوْنُوْا مَعَ الصَّادِقِيْنَ
"Dan hendaklah kamu bersama orang-orang siddiqin (yang benar)".
At-Taha, 20:119.
Orang-orang utama yang telah mendapat gelaran dan penghormatan sebagai syuhada', solehin dan siddiqin ialah para sahabat, maka untuk digolongkan sebagai Ahli Sunnah wal-Jamaah yang diterima oleh syara, sewajarnya seseorang itu memenuhi pensyaratan yang ditetapkan oleh hujjah-hujjah di atas, iaitu kembali kepada manhaj yang diterima oleh Rasulullah yang telah dipegang dan diamalkan oleh para sahabat. Caranya hanya dengan mengikuti, kembali dan mentaati al-Quran, as-sunnah atau wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam.
Suruhan atau perintah agar bepegang teguh dengan sunnah Rasulullah dan athar para sahabat sebagai manhaj yang terjamin terdapat di dalam al-Quran, hadith-hadith dan athar yang sahih, antaranya ialah firman Allah:
وَاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ
"Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepadaKu".
Luqman, 31:15.
Orang-orang yang benar-benar mengikuti dan kembali ke jalan Allah Suhanahu wa-Ta'ala tentulah Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam dan para sahabat baginda kerana mereka sentiasa mematuhi firman Allah:
اِتَّبِعُوْا مَا اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلاَ تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهِ اَوْلِيَاءَ قَلِيْلاً مَا تَذَكَّرُوْنَ.
"Ikutlah oleh kamu apa yang telah diturunkan kepada kamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikit dari kamu mengambil pelajaran (daripadanya)". Al-'Araf, 7:3.
Pengertian "Mengikut apa yang telah diturunkan" sebagaimana yang dimaksudkan oleh ayat di atas ialah mengikut atau kembali kepada wahyu yang berupa al-Quran dan hadis Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam. Hadis atau kata-kata Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam dinamakan sebagai wahyu berdasarkan ayat al-Quran:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى اِنْ هُوَ اِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى
"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kamahuan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanya wahyu yang dibawakan (kepadanya)". An-Najm, 53:3-4.
Semasa Rasulullah ingin menyampaikan wasiat agar umat Islam benar-benar kembali kepada manhaj Ahli Sunnah wal-Jamaah dan meninggalkan Ahli bid'ah, tanda-tanda kesungguhan yang tergambar di wajah Rasulullah telah merubah suasana dan keadaan para sahabat di ketika itu, sehingga menggegarkan hati para sahabat dan mengalirkan air-mata mereka. Kejadian tersebut telah menunjukkan peripentingnya umat Islam berpegang dan kembali kepada pegangan Ahli Sunnah wal-Jamaah yang menjadi manhaj para sahabat sekalian. Rasulullah berwasiat:
اُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّـمْعِ وَالطَّاعَةِ وَاِنْ وَلَّى عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ ، وَاِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ مِنْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا ، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ ، تَمَسَّكُوْابِهَاوَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ ، وَاِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الاُمُوْرِ، فَاِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَـلاَلَةٌ ، وَكُلَّ ضَـلاَلَةٍ فِى النَّارِ.
"Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam telah memberi peringatan kepada kami sehingga membuat hati kami bergetar dan air mata berlinangan. Kami berkata: Wahai Rasulullah! Seakan-akan ini wasiat perpisahan maka berwasiatlah kepada kami. Baginda bersabda: Aku wasiatkan kepada kamu agar tetap bertakwa kepada Allah, sentiasa mendengar dan taat walaupun yang memimpin kamu adalah seorang hamba Habsyi. Sesungguhnya sesiapa yang hidup antara kamu selepasku akan melihat ikhtilaf yang banyak, maka hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah ia dan gigitlah dengan gigi geraham. Aku peringatkan kamu tentang benda-benda yang baru kerana setiap yang baru itu bid'ah dan setiap yang bid'ah itu sesat". [25]
بِسْـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Sebahagian dari isi kandungan kertas kerja telah dikulliahkan di Pusat Islam Singapura dan di Masjid, di beberapa masjid di Negeri Perlis dan Kampung Malaysia Tambahan, Selangor Malaysia.
Khamis, Disember 06, 2007
Carlberg Keluarkan Beer Tanpa Alcohol Untuk Pasaran Negara Islam
Carlsberg Brewery Malaysia Bhd yang beroperasi di Shah Alam, Selangor telah bertekad untuk meluaskan pasaran mereka khususnya ke negara Arab di Asia Barat bagi produk Beer tanpa alkohol. Menurut Pengarah Urusan Carlsberg yang baru, Soren Holm Jensen dalam temubual bersama wartawan The Edge FinancialDaily, beer tanpa alkohol ini akan disasarkan kepada masyarakat Islam disana. Tiada sebarang logo halal akan diletakan pada pelekat botol minuman berkenaan, kerana ianya dikeluarkan dari kilang yang sama yang memproses minuman beralkohol yang lain keluaran syarikat ini.
Perkara ini sekaligus dilihat sebagai strategi untuk mempromosikan jenama Carlsberg di dunia arab dan tidak mustahil pada masa akan datang permintaan terhadap arak Carlsberg akan wujud di sana.
Langkah Kerajaan Malaysia menaikkan cukai minum keras, langsung tidak menjejaskan prestasi jualan syarikat ini yang kini mensasarkan Malaysia sebagai induk bagi pengeluaran produk minum syarikat Carlsberg untuk pasaran seluruh dunia.

Di mata dunia, umat Islam seluruh dunia melihat bahawa negara yang mempengerusikan OIC ini sebagai contoh 'negara Islam' yang berjaya. Hakikatnya Islam di negara ini berjaya menjadikan Malaysia sebagai pusat pengeluaran arak yang terbesar di rantau ini. Seluruh Umat Islam dinegara ini akan berdosa sekiranya negara ini terus menerus menjadi negara pengeluar arak yang merosakkan umat Islam dan umat lain diseluruh dunia.
Di akui bahawa arak adalah kegemaran bagi beberapa golongan di Malaysia ini dan itu adalah hak asasi mereka. Walaubagaimana pun semua agama yang ada di Malaysia menolak arak atau beer sebagai minuman kerana ianya lebih banyak mendatangkan mudarat dari kebaikan. Jumlah pengeluaran arak di Malaysia sudah melebihi dari jumlah keperluan pasaran dalam negara. Tindakan Carlsberg yang ingin meluaskan pasarannya benar-benar mencabar prinsip Islam Hadhari.
Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan:
Perkara ini sekaligus dilihat sebagai strategi untuk mempromosikan jenama Carlsberg di dunia arab dan tidak mustahil pada masa akan datang permintaan terhadap arak Carlsberg akan wujud di sana.
Langkah Kerajaan Malaysia menaikkan cukai minum keras, langsung tidak menjejaskan prestasi jualan syarikat ini yang kini mensasarkan Malaysia sebagai induk bagi pengeluaran produk minum syarikat Carlsberg untuk pasaran seluruh dunia.

Di mata dunia, umat Islam seluruh dunia melihat bahawa negara yang mempengerusikan OIC ini sebagai contoh 'negara Islam' yang berjaya. Hakikatnya Islam di negara ini berjaya menjadikan Malaysia sebagai pusat pengeluaran arak yang terbesar di rantau ini. Seluruh Umat Islam dinegara ini akan berdosa sekiranya negara ini terus menerus menjadi negara pengeluar arak yang merosakkan umat Islam dan umat lain diseluruh dunia.
Di akui bahawa arak adalah kegemaran bagi beberapa golongan di Malaysia ini dan itu adalah hak asasi mereka. Walaubagaimana pun semua agama yang ada di Malaysia menolak arak atau beer sebagai minuman kerana ianya lebih banyak mendatangkan mudarat dari kebaikan. Jumlah pengeluaran arak di Malaysia sudah melebihi dari jumlah keperluan pasaran dalam negara. Tindakan Carlsberg yang ingin meluaskan pasarannya benar-benar mencabar prinsip Islam Hadhari.
Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan:
- yang memerasnya,
- yang minta diperaskannya,
- yang meminumnya,
- yang membawanya,
- yang minta dihantarinya,
- yang menuangkannya,
- yang menjualnya,
- yang makan harganya,
- yang membelinya,
- yang minta dibelikannya.
Keberangkatan Ayahanda dan Bonda ke Tanah Suci Mekah
Alhamdulillah. Pada 4 Disember 2007 yang lalu, Ayahanda Ahmad Jaal bin Hj. Abdul Hamid dan Bonda Alang Jahari binti Hj. Ahmad Sapawi telah berangkat ke Tanah Suci Mekah untuk menunaikan Rukun Islam yang Kelima. Semoga Allah mempermudahkan segala urusan mereka. Saya sekeluarga mendoakan agar ayahanda dan bonda selamat pergi dan selamat kembali ke tanah air serta mendapat haji yang mabrur. Insya Allah.
Tanda-tanda Bahagia dan Sengsara
Bahagia dan sengsara ada petandanya. Berikut ini adalah tanda bahagia dan sengsara dalam kehidupan kita
Tanda-tanda Bahagia
1. Menjauhkan diri dari urusan dunia dan senang kepada urusan akhirat
2. Kemahuan kuat terhadap ibadah dan membaca al-Quran
3. Sedikit bicara terhadap apa yang tidak diperlukan
4. Sangat memelihara sholat lima waktu
5. Menjaga diri dari yang haram dan syubhat, sedikit atau banyak
6. Bersahabat dengan orang-orang soleh dan baik
7. Rendah diri
8. Bersifat dermawan yang ikhlas
9. Belas kasihan terhadap makhluk-makhluk Allah yang lain
10. Bermanfaat kepada orang lain
11. Selalu ingat mati dan bersiap sedia menghadapinya
Tanda-tanda Sengsara
1. Rakus terhadap harta dunia
2. Kemauan nafsu yang kuat dan cenderung pada kelezatan dunia
3. Perkataan yang kotor dan banyak ghibah (menceritakan cela orang lain)
4. Menganggap enteng sholat 5 waktu.
5. Bersahabat dengan orang-orang fasik
6. Buruk prilakunya
7. Sombong dan tinggi hati
8. Enggan memberi kebaikan kepada orang lain
9. Sedikit kasih sayang terhadap orang yang beriman
10. Pengecut
11. Lupa terhadap mati
Tanda-tanda Bahagia
1. Menjauhkan diri dari urusan dunia dan senang kepada urusan akhirat
2. Kemahuan kuat terhadap ibadah dan membaca al-Quran
3. Sedikit bicara terhadap apa yang tidak diperlukan
4. Sangat memelihara sholat lima waktu
5. Menjaga diri dari yang haram dan syubhat, sedikit atau banyak
6. Bersahabat dengan orang-orang soleh dan baik
7. Rendah diri
8. Bersifat dermawan yang ikhlas
9. Belas kasihan terhadap makhluk-makhluk Allah yang lain
10. Bermanfaat kepada orang lain
11. Selalu ingat mati dan bersiap sedia menghadapinya
Tanda-tanda Sengsara
1. Rakus terhadap harta dunia
2. Kemauan nafsu yang kuat dan cenderung pada kelezatan dunia
3. Perkataan yang kotor dan banyak ghibah (menceritakan cela orang lain)
4. Menganggap enteng sholat 5 waktu.
5. Bersahabat dengan orang-orang fasik
6. Buruk prilakunya
7. Sombong dan tinggi hati
8. Enggan memberi kebaikan kepada orang lain
9. Sedikit kasih sayang terhadap orang yang beriman
10. Pengecut
11. Lupa terhadap mati
Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut
Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat iaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan.
Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: "Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut."
Rombongan 1
Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 2
Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 3
Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.
Rombongan 4
Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
Rombongan 5
Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu "Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga."
Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.
Rombongan 6
Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: "Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu." Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan berkata: "Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?"
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: "Aku tidak tahu."
Berkata ulamak Iblis: "Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami."
Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: "Bagaimanakah Zat Allah?" Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena.
Lalu berkata ulamak palsu: "Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu."
Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
Berkata Iblis: "Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah."
Berkata orang yang dalam sakaratul maut: "Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, iaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya. Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini."
Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.
Rombongan 7
Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat.
Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.
Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: "Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah."
Jumaat, November 30, 2007
Khamis, November 29, 2007
Mobile Java Games - Darkest Fear 2: Grim Oak
Sesuai untuk handphone model Sony Ericsson sahaja.
Cara nak install :
1. Download fail.
2. Copy fail ke handphone.
3. Install.
Cara nak install :
1. Download fail.
2. Copy fail ke handphone.
3. Install.
Mobile Java Games - Ant Bully
Sesuai untuk handphone model Sony Ericsson sahaja.
Cara nak install :
1. Download fail.
2. Copy fail ke handphone.
3. Install.
Cara nak install :
1. Download fail.
2. Copy fail ke handphone.
3. Install.
Mobile Java Games - Navy Battle
Sesuai untuk handphone model Sony Ericsson sahaja.
Cara nak install :
Cara nak install :
- Download fail.
- Copy fail ke handphone.
- Install.
Download
Langgan:
Catatan (Atom)


